Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Piano


__ADS_3

Cukup lama mereka saling menatap hingga seseorang datang mengalihkan tatapan mereka.


“ Kak, aku ikut ke kantor kakak yah?” pinta Jessica


“ Mau ngapain kamu di kantor kakak?” Tanya david.


“ hmm Ada deh” ucap Jessica sambil tersenyum usil.


“ gak bisa, hari ini kakak sibuk. Kakak gak mau kalau nantinya kamu gangguin kakak” tegas david.


“ aku janji gak akan ganguin kakak. Percaya deh” janji Jessica.


“ BRAM!!!” seru david memanggil asistennya.

__ADS_1


“ iya tuan muda” jawab bram yang tiba-tiba muncul


“ awasi dia, pastikan selama di kantor dia tidak akan mengganggu perkerjaan saya” seru david lalu kembali melihat Via. Namun sayang yang orang yang di cari sudah hilang.


“ kemana dia?” Tanya david


“ siapa yang kakak cari?” Tanya Jessica.


“ ahh sudahlah” jawabnya lalu berjalan ke depan ke arah mobil yang sudah di siapkan oleh Bram, dengan sigap Bram membukakan pintu untuk tuannya.


Di sisi lain kini Viola sudah kembali berada di kamarnya, ia dengan susah payah meroda sendiri kursi rodanya agar dapat pergi dari tempat itu. Entah lewat mana ia bisa masuk ke kamarnya, Ia tidak mau bertemu dengan orang lain.


“ viola??? Kamu dari mana saja nak??? Ibu sampai panik cariin kamu” ucapnya sambil memeriksa tubuh Viola. Viola hanya terdiam dengan apa yang kini di lakukan ibu indah denganya.

__ADS_1


“ lain kali jangan ngilang-ngilang yah nak, kalau ibu belum datang kamu jangan pergi duluan yah” pintanya. Viola hanya menggangguk sebagai jawaban.


“ yasudah, kalau begitu sekarang kamu istirahat yah nak, ibu masih ada kerjaan lain.” Pamitnya lalu kemudian mengecup kening viola.


***


Begitulah hari-hari viola selama berada di kediaman majikan Ibu indah. Tidak ada hal yang istimewa setiap harinya. Hingga tidak terasa sudah sebulan Viola berada di rumah tersebut.


Hingga suatu hari, di saat suasana rumah sepi. Viola yang merasa bosan terus-terusan berada di kamar, mencoba keluar kamar dengan mendorong sendiri kuris rodanya. Ia berniat menuju ke taman, seperti hari biasanya, namun saat melewati ruang tamu. Viola melihat ada sebuah alat music yaitu piano, tiba-tiba pikirinnya melayang ke masa lalunya. Ia tiba-tiba merindukan piano pemberian orangtuanya saat ia ulang tahun. Tanpa ia sadari kini ia mulai meroda kursi rodanya menuju ke arah alat music tersebut.


Ia meraba-raba piano tersebut seakan ia tengah meraba piano miliknya sendiri. Ia benar-benar merindukan piano miliknya, yang kini keberadaannya entah ada di mana. Piano itu di sita orang tuanya dan menjual piano tersebut, saat kejadian beberapa tahun yang lalu yang kemudian juga mengubah hidup viola sepenuhnya. Hingga tidak terasa tiba-tiba ia meneteskan air matanya lagi.


Dan untuk kesekian kalinya david mendapati viola kembali meneteskan air mata. Ia yang tadinya hendak keluar rumah, tiba-tiba terhenti saat melihat viola meraba-raba piano tersebut. Kini ia semakin penasaran dengan sosok Viola, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan viola di masa lalu?

__ADS_1


David enggan meninggalkan tempatnya berdiri, ia terus mengawasi viola dari lantai dua. Ia penasaran apa yang akan di lakukan viola selanjutnya. Hingga ia mendengar suara dentuman piano yang bermain dengan irama yang indah namun sangat menyedihkan. Hingga untuk pertama kalinya ia mendengar suara viola setelah sebulan Viola berada di rumah itu.


Salam manis❤


__ADS_2