
Kini hanya david yang masih ada di tempatnya berdiri, ia terus mengawasi viola. Sedangkan Jessica yang tadinya mau menghampiri viola, tiba-tiba mengurungkan niatnya saat melihat david dari lantai dua sedang mengawasi viola.
Ia merasa aneh dengan kakaknya sebab untuk kesekian kalinya ia melihat david memperhatikan viola diam-diam selama ia berada di rumah ini. Namun, ia tidak pernah mempedulikan itu. Ia berfikir mungkin kakaknya hanya merasa prihatin dengan gadis itu. Hingga terlintas sebuah kalimat di otaknya.
“ Apa mungkin kakak menyukai Viola?”
Jessica yang tadinya mau melangkahkan kakinya masuk ke rumah merubah langkahnya, ia menuju lift khusus yang telah di pasang di garasi mobil. Lift tersebut terhubung menuju ke lantai 2 dan 3. Jessica menuju ke lantai dua menggunakan lift, ia tidak mau mengganggu sang kakak untuk saat ini, sebab ini bukan waktu yang tepat untuk mengusili kakaknya.
Berbeda dengan david yang ia terus masih berada di tempatnya berdiri saat ini, bahkan tatapan matanya tidak teralihkan dari viola.
Hingga tatapan mereka kembali saling bertemu, saat viola mengangkat kepalanya untuk menstabilkan emosinya. Ia tidak sengaja melihat david di lantai dua yang sedang memperhatikannya.
Untuk sesaat tatapan mereka kembali bertemu cukup lama, tatapan itu berhenti saat viola tersadar lalu pergi meninggalkan david yang masih terus melihatnya.
Ia kembali mendorong kursi rodanya seorang diri dengan susah payah. Ia mendorong kursi rodanya menuju ke taman tempat di mana ia biasanya menghabiskan waktunya jika merasa bosan.
Sedangkan david kembali masuk ke ruang kerjanya saat viola sudah hilang dari pandangannya. Di ruagannya ia tengah menunggu seseorang. Hingga suara ketukan pintu terdengar lalu pintu terbuka. Tampaklah ibu indah dengan wajah yang penuh kebingungan. Tidak biasanya tuan mudanya memanggil dirinya seperti ini.
__ADS_1
“ iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu?” Tanya ibu indah dengan kepala tertunduk.
“ ceritakan tentang Viola, bagaimana bibi bisa bertemu dengannya?” tutur david sambil menatap ibu indah dengan ekspresi datar.
“ hah?” seketika ibu indah mengangkat kepalanya merasa terkejut dengan permintaan tuan mudanya.
“ saya menunggu cerita bibi, waktu saya tidak banyak” ucapnya lagi sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
“ baiklah tuan muda” ucap ibu indah lalu menceritakan semua kejadian tentang Viola yang ia ketahui.
“ keruangan ku sekarang juga!” pintanya lalu menutup panggilan secara sepihak.
Beberapa saat kemudian, pintu ruangannya sudah terbuka dan muncullah asistennya Bram. Dengan wajah yang panik akibat panggilan dari tuan mudanya yang tiba-tiba.
“ ada yang bisa saya bantu tuan muda?” ucap bram.
“ cari tahu tentang masa lalu Viola!” pintanya sambil mengetik sesuatu di laptopnya
__ADS_1
“ Viola?” Tanya bram kebingungan dengan kening berkerut.
Mendapat pertanyaan itu, david kamudian mengalihkan tatapannya ke arah bram.
“ yah Viola, Gadis yang beberapa hari ini ada di rumah ini” ucapnya lalu melanjutkan kegiatanya.
“ baiklah tuan muda” ucapnya sambil membungkukan kepalanya sebagai tanda hormatnya.
“ pastikan tidak ada yang terlewatkan informasi tentang gadis itu” tuturnya lagi.
“ saya pastikan tidak akan melewati informasi sekecil apapun itu tentang nona Viola tuan muda” ucapnya berjanji.
“ keluarlah”
“ kalau begitu saya pamit tuan muda” ucap bram pamit.
Salam Manis❤
__ADS_1