
Via yang sedari tadi hanya terdiam tanpa sadar meneteskan air matanya. Ia merasa tersentuh dengan apa yang di ucapakna oleh wanita itu.
“Ibu, huhuhuhuhu” kini tangisan yang sudah berapa hari ini tidak terdengar akhirnya pecah.
“menangislah nak, tumpahkan segala kesedihan mu” ucap wanita itu yang kini tengah memeluk Via.
Kini di ruangan tersebut hanya terdengar tangisan Via, yang terdengar sangat menyakitkankan. Cukup lama Via menumpahkan segala kesedihannya di pelukan wanita itu.
“ sudah cukup, sekarang sudah waktunya kamu bangkit. Sudahi kesedihan mu ini. Ibu akan selalu bersama mu!”
“ sekarang kamu makan yah nak!” pinta wanita itu, Via hanya mengangguk sebagai jawaban persetujuan.
***
Kini telah 2 minggu Via berada di rumah sakit. Kondisinya kini juga berangsur-angsur membaik, kini ia telah di izinkan untuk pulang. Hanya saja Via kini menggunakan kursi roda, sebab Via merasa sulit untuk berjalan. Tidak tahu harus membawa Via kemana, wanita itu membawa Via ikut dengannya ke Jakarta. Ia membawa Via ke rumah majikannya.
“ Nah kita sudah sampai nak di rumah majikan Ibu, maaf yah nak ibu membawa mu kerumah majikan ibu. Sebab ibu tidak tega harus meninggalkan mu seorang diri” ucapnya membelai lembut rambut Via, Via hanya terdiam.
__ADS_1
Selain enggan untuk berjalan, Via juga enggan untuk berbicara. Selama ini Via tidak pernah berbicara dengan wanita itu. Ia hanya mengangguk dan menggeleng sebagai jawaban ketika di ajak berbicara dengan wanita itu. Itupun ia hanya merespon wanita itu, ia tidak pernah merespon orang lain selain wanita tua itu. Walaupun begitu wanita itu tetap merasa bersyukur, setidaknya Via merespon ucapannya.
Kini mereka sudah ada di hadapan rumah yang sangat megah bak istana kerajaan. Di sekelilingnya begitu banyak penjaga yang berjaga. Via tidak mempedulikan mereka, ia hanya menatap lurus ke depan. Rumah tersebut memiliki halaman yang begitu luas dengan desai rumah yang lebih dari kata mewah. Begitu pun dengan halaman luas disekitar rumah tersebut di desain dengan sangat indah. Sungguh rumah yang sangat indah.
“ Ehhh bi Indah, baru masuk yah bi?” tanya salah satu penjaga yang melihat mereka berdua. Ternyata waniita yang selama ini bersama Via bernama ibu Indah.
“ ehh iya pak, baru masuk soalnya kemarin saya ada urusan penting” jawab ibu Indah sambil tersenyum.
Sang penjaga hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu kemudian fokusnya teralihkan ke arah Via.
“ Gadis cantik ini siapa bi? Ini putri bibi?” tanyanya lagi
“Wah gak nyangka yah bi Indah ternyata punya putri yang sangat cantik” balasnya merasa kagum dengan kecantikan Via.
“ Tapi kok wajahnya murung begitu, terus kenapa dia pakai kursi roda bi?” tanyanya lagi.
“ dia kemarin habis mengalami kecelakaan, sebab itu pula saya terlambat untuk masuk kerja” jawabnya
__ADS_1
“ Duhh maaf yah bi, jadi gak enak saya” ucapnya merasa tidak enak.
“Gak apa-apa kok pak, yaudah pak kami masuk duluan. Takut nyonya nunggu kelamaan” ucap ibu indah berpamitan.
“ Eh iya bu silahkan”
Sepeninggalan ibu Indah dan Via, para penjaga itu satu persatu mulai membicarakan Via.
“Wah gak nyangka yah ternyata Bi Indah punya putri yang sangat cantik” penjaga 1
“iya putrinya benar-benar sangat cantik” penjaga 2
“Tapi sayang dia banget dia cacat, mana dia hanya memasang ekspresi wajah datar” penjaga 3
“ tapi biarpun begitu kecantikanya tidak hilang” penjaga 4
“ emang susah sih kalau orang udah cantik dari sononya, mau di apain pun tetap aja cantik. Gak kayak lu pada Burik hahahaha” balas penjaga satu sambil tertawa terbahak- bahak lalu meninggalkan rekannya yang lain.
__ADS_1
Salam Manis❤