
Kesan pertama yang ada dipikirkan ibu Laurent saat pertama kali melihat viola adalah gadis yang malang. Ia merasa kasihan dengan kondisi Viola, bagaimana tidak kasihan di saat gadis seumuran Viola tengah tertawa bahagia di luar sana. Namun gadis yang satu ini harus duduk di atas kursi roda, dengan tatapan yang hanya ada kekosongan seakan gairah hidupnya untuk melanjutkan hidup sudah hilang.
Merasa Viola mengacuhkan kehadiarannya, ibu Laurent mencob memecahkan keheningan yang cukup lama.
“ ehemmm”
“ saya sudah mendengar cerita tentang mu dari bibi ahh maksud saya dari ibu indah, saya turut prihatin dengan apa yang terjadi dengan diri mu. Saya hanya mau bilang sama kamu jangan berputus asa, mungkin kehidupan mu di dahulu hanya di penuhi penderitaan tapi siapa sangka kehidupan setiap orang di masa depan akan berbeda. Saya yakin suatu hari nanti kamu akan menemukan kebahagiaan mu. Kamu harus ingat bahwa dunia itu bulat seperti bola yang akan berputar. Mungkin saat ini kamu berada di putaran terbawa, yang itu artinya besok kamu pasti akan berada di putaran teratas. Maka teruslah berjuang hingga kamu ada di titik itu.” Ucap ibu Laurent lalu berdiri meninggalkan Viola.
Viola sendiri merasa acuh dengan ucapan wanita itu, baginya semua tidak ada bedanya. Toh percuma juga, orang yang dia sayangi sudah tidak peduli dengan dirinya.sebab yang ia butuhkan saat ini hanyalah dukungan dari orang-orang yang ia sayangi.
__ADS_1
Malam harinya, saat makan malam. Semua anggota keluarga tengah menikmati makan malam mereka. Tuan Justin dan ibu Laurent memiliki 2 anak, satu putera dan satu puteri.
Anak pertama seorang laki-laki bernama david mahesa sanjaya dan putrinya bernama Jessica Raina Sanjaya. David merupakan seorang CEO di perusaahan milik ayahnya. Perusaahan itu merupakan perusaahan terbesar ke tiga di asia. Selain itu ia juga memiliki sebuah perusahaan music dan production house (ph) yang besar.
Sedangkan puterinya hanya mahasiswi semester 1 yang tengah menempuh pendidikan di korea selatan.
David memiliki perawakan tubuh yang tinggi dengan wajah blasteran. Kulit maskulin nan bersih, hidung mancung, mata yang tajam seperti elang, serta wajah yang tampan rupawan. Walaupun begitu ia di kenal sangatlah dingin, ia sangat kejam terhadap lawan-lawannya.
“ Ada yang mau mama bicarakan dengan kalian berdua” ucap Ibu Laurent membuka pembicaraan.
__ADS_1
“ Tumben minta izin biasanya kalau ada yang mau di omongin mama langsung ngomong aja, jadi penasaran aku” jawab Jessica.
“ begini di rumah kita kedatangan orang baru, dan mama mau kalian menerima dia. Jangan buat dia merasa tidak nyaman dengan kalian. Kalian harus ramah kepadanya” ucap ibu Laurent terus terang.
“ maksud mama aku harus ramah gitu sama pembantu baru?” Tanya Jessica yang mengira bahwa orang itu adalah pembantu rumah tangga yang baru.
“ bukan, dia bukan pembantu. Dia adalah gadis yang di temukan oleh bi Indah, saat mau berangkat ke Jakarta” jawabnya lagi
David yang sedari tadi terdiam kini menghentikan makan, lalu menoleh ke arah mamanya. Dengan tatapan Seakan meminta penjelasan dengan apa yang baru saja dia dengar tanpa berbicara.
__ADS_1
Salam Manis❤