
Di sisi lain tampak sepasang mata yang sedari tadi sejak acara di mulai terus menatap ke arah Via dengan memberi tatapan mematikan. Yah siapa lagi kalau bukan sang adik Dinda. Dinda benar-benar merasa kesal terhadap sang kakak saat itu. Dia merasa telinganya terasa panas sebab orang-orang di sekitarnya hanya membicarakan tentang Via, Via, Via dan Via terus. Terlebih ketika mendengar tawa dari sang kakak hal tersebut semakin membuatnya membenci sang kakak.
Hal tersebut di perparah ketika sang kakak berbicara dengan bahagia dengan Adam. Sebab Dinda juga merasa tertarik dengan Adam. Hanya saja selama ini Dinda tidak memperlihat jika ia merasa tertarik dengan adam.
"Dasar tukang cari perhatian". Sindir Dinda ketika melewati sang kakak sambil menyenggol bahu Via.
Via hanya menghela nafas panjang dengan perlakuan adiknya itu. Sebab ia sudah terbiasa dengan perlakuan sang adik. Baginya Apa yang dilakukan Dinda hanyalah bentuk protes terhadap dirinya yang selalu mendapat tempat di hati orang-orang di sekitarnya.
Jika di tanya apa yang di rasa Via ketika di perlakukan seperti itu dengan sang adik jelas Via merasa sedih. Namun dia hanya bisa diam sebab jika ia langsung mengutarakan isi hatinya Via hanya akan mendapat perlakuan yang lebih sakit dari ini.
Dan salah satu doa Via di ulang tahunnya ini Via berharap semoga sang adik bisa merubah sikapnya kepada sang kakak dan menjadi saudari yang saling menyayangi satu sama lain seperti saudari pada umumnya.
Disaat Via masih meratapi kesedihannya terhadap perlakuan adiknya. Orang tua Via kembali melanjutkan acara terakhir yaitu pemberian kado.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap ibu Hani memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" Balas tamu undagan.
"Berhubungan acara akan segera berakhir maka Kami orang tua Via akan melanjutkan acara terakhir yaitu pemberian Kado. Untuk Via anakku tersayang, maaf sayang jika kado yang akan Ayah dan Ibu akan berikan ini tidak sesuai keinginan Via dan harganya tidak begitu mahal. Namun, Ayah dan Ibu berharap semoga kado ini berguna untuk Via. Ayah dan Ibu sangat menyayangi Via. Jadi ibu berharap agar Via senang akan pemberian ayah dan ibu ini. Ibu juga berharap semoga di ulang tahun Via kali ini Via Semakin sayang kepada ayah, Ibu saudara-saudara Via serta orang-orang yang ada di sekeliling Via. Via harus tetap baik sama orang-orang di sekitar Via harus baik kepada semua orang tanpa membeda-bedakan dan semoga Via semakin pintar dan giat dalam belajar agar dapat membanggakan ayah dan ibu. Ibu sayang Ibu". Ucap Ibu Hani Panjang lebar sambil meneteskan air mata bahagia.
Sedangkan Via yang mendengar ucapan sang ibu Sangat terharu. Via merasa sangat beruntung telah di berikan orang tua yang sangat menyayanginya. Via tidak membalas ucapan sang ibu Via langsung berlari memeluk sang ayah dan ibu secara bergantian sambil menangis.
"Walaupun ayah tidak banyak bicara selama ini. Tapi Via harus tau kalau ayah sangat-sangat menyayangi Via. Ingat Ucapan Ayah Via harus jadi orang yang kuat di saat ayah dan Ibu sudah tidak ada. Via harus Kuat jalani hidup Via Sekeras apapun itu. Ayah sangat menyayangi Via". Bisik sang Ayah disaat Via memeluknya.
Dan ucapan tersebut berhasil Membuat Via benar-benar merasa sangat beruntung. Untuk Pertama Kalinya sang ayah Mengungkapkan kasih sayangnya terhadap Via. Sebab selama ini sang Ayah hanya mengungkapan kasih sayangnya melalui tindakan.
"Air mata buaya" Cibir Dinda.
Di saat Dinda masih memeluk kedua orang tuanya beberapa orang masuk membawa sesuatu yang lumayan besar yang di tutupi kain hitam. Hal tersebut mengundang rasa penasaran tamu undangan begitupun dengan Via dan Dinda.
"Nah Via ini kado yang Ayah dan Ibu berikan kepada Via Semoga Via menyukai kado ayah dan ibu".Ucap ibu Hani.
__ADS_1
"Sebelum kadonya di buka. Terlebih Dulu mata via ditutup okay?". ucap ibu Hani lagi.
Via hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ayo teman-teman Via hitung bareng-bareng yah. Satu....Dua.....Tiga dan Tadaaaaa" ucap ibu Hani lagi.
Ketika kado Di buka semua tamu yang telah hadir begitu terkejut akan kado yang di berikan oleh orang tua Via. Begitupun dengan Via. Via hanya mampu menutup mulutnya dengan tangan saking bahagia akan kado yang diberikan oleh orang tuanya.
"Ayah, Bu ini beneran buat Via?" Tanya Via memastikan
"Iya sayang, Piano ini untuk Via. Sebab ayah dan Ibu tau kalau Via bisa memainkan piano. Jadi ibu harap semoga Piano ini semakin membuat Bersemangat dalam mengejar cita-cita Via menjadi penyanyi" Jawab ibu Hani.
Seketika Via Kembali memeluk sang ayah dan ibu.
Salam Manis❤
__ADS_1