Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Kedatangan Adam


__ADS_3

usai acara penipuan lilin dan pemotongan kue, para tamu mulai menyicipi hidangan yang telah di sediakan oleh ibu Hani. Satu persatu tamu mendekati Via hanya sekedar memberikan ucapan selamat untuk Via. Tetapi, entah mengapa Via merasa ada yang kurang dari pestanya walaupun itu hanya pesta kecil-kecilan tetapi perasaannya merasa ada yang kurang. Dia mencoba mengingat apa yang kurang dari pestanya ini.


Beberapa menit kemudian, Via baru sadar bahwa sang pria Idaman tidak hadir di acara ulang tahunnya. Padahal jelas mereka satu kampung dan semua anak-anak yang ada Dikampung Via hadir di acara tersebut tetapi mengapa hanya Adam yang tidak hadir. Via berfikir apakah sebegitu tidak menariknya Via di mata Adam. Bahkan di hari bahagianya ini Adam tidak hadir walaupun hanya sekedar memberikan ucapan selamat.


Via merasa Usahanya selama ini sia-sia. Dia benar-benar merasa putus asa. Seketika Via merasa sedih ia menundukkan kepalanya hingga Ia tidak menyadari air matanya terjatuh.


Nadia yang merupakan sahabat terdekat dari Via merasakan perubahan dari sikap Via. Nadia dapat merasakan kesedihan dari Via. Nadia mencoba mendekati Via untuk sekedar bertanya apa gerangan yang menyebabkan Via merasa sedih.


"Vi, kamu kenapa? kok nangis?" tanya Nadia sembari memegang bahu Via.


"ehh Nadia, aku...aku gak papa kok. Ini tadi aku matanya kelilipan. hehehehe" Elak Via.


"Kamu gak usah bohong Vi. Aku ini sahabat kamu aku tahu kamu lagi sedih. Ayo cerita sama aku kamu kenapa?" Ucap Nadia yang merasa bahwa Via sedang membohonginya.


"Beneran aku gak apa-apa Nadia. Suwer. Tadi cuman kelilipan doang.Beneran deh Aku gah boong" Jawab Via sambil mengankat dua jari tangannya sembari tersenyum lebar.


"Baiklah aku percaya. Tapi awas aja kalau kamu boongin aku. Aku gah akan mau temenan lagi sama kamu" Ancam Nadia.

__ADS_1


"hehehehe iya Nadia Sahabatku yang paling baik". Kata Via


"yaudah kamu nikmatin aja pestanya. Aku mau ke toilet dulu". Balas Via Lagi.


"Yaudah deh sana" Usir Nadia.


Namun bukannya ke toilet Via malah masuk ke kamarnya untuk menumpahkan kesedihannya. Ia menangis tanpa bersuara.


Usai menangis Via Kembali ke pesta ulang tahunnya. Via sudah bertekad akan melupakan Adam. Via hanya akan fokus belajar untuk masa depannya kelak dan membahagiakan kedua orang tuannya.


Sesampainya di tempat acara Via dikejutkan dengan kedatangan seseorang. Seseorang yang telah berhasil membuatnya merasa sedih di acara ulang tahunnya ini. Sekaligus orang pertama yanh berhasil membuat Via merasakan cinta. Siapa lagi kalau bukan si pria idaman Adam Perdana Kusuma.


"Via kok hanya berdiri di sini nak. Ayo itu teman-teman via nyariin loh. Masa yang punya acara hilang." ucap ibu Hani.


"hehehe iya bu. Yaudah aku kesana yah bu!". balas via.


Via langsung menuju di mana temannya berkumpul. Ia mencoba untuk fokus ke teman-temannya. Via mencoba untuk tetap biasa saja dengan kedatangan Adam.

__ADS_1


Disaat Via tengah ngobrol dengan teman-temannya. Adam datang menghampiri mereka Dan jelas itu berhasil membuat Via salah tingkah.


"Hai Via. Selamat ulang tahun yah. Maaf aku telat soalnya tadi aku habis latihan basket dulu". Sapa Adam sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"ehh i-ya Kak. Hehehehe makasih yah kakak udah mau datang di acara aku". Ucap Via terbata- bata sambil membalas uluran tangan Adam.


"ihhh kok tangannya gemetaran gitu Vi". Goda Nadia.


" apaansih Nad. Anu..ini tangannku..anu ehh gimana sih ngomongnya". Balas Via semakin salah tingkah.


"Anu apa coba. Kalau ngomong yang jelas dong Vi". Goda Nadia lagi.


"Anu Itu maksud aku tangan aku kesemutan jadi gemetaran gitu" Ucap Via mencoba berbohong


"iya deh percaya tangannya kesemutan. Tapi bisakan pipi gak usah semerah itu. Udaj kayak tomat mateng tau. hehehe". Ucap nadia yang masih mengoda Via.


Seketika Via memegang kedua pipinya yang telah merah merona. Via benar-benar merasa malu akan ucapan Nadia.

__ADS_1


Sementara Adam hanya tertawa melihat tingkah dari Via.


Salam Manis❤


__ADS_2