Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Aku menyukai mu Via


__ADS_3

Di tengah kebingungan Via. Seseorang menarik Via agar berjalan menuju ke tengah lapangan. Betapa terkejutnya Via. Ternyata orang yang menariknya adalah sang adik Dinda. Dinda menariknya dengan penuh kelembutan di sertai senyuman penuh kehangatan. Via benar-benar merasa bingung dan takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kini Via telah berada di hadapan Adam. Mereka berdua tengah berada di tengah lapangan, dan di saksikan begitu banyak pasang mata. Karena merasa bingung Via mencoba bertanya kepada Adam.


"Kak, ini maksudnya apa. Aku kok ngerasa ada yang aneh?" Tanya Via kebingungan.


"Via gak ada yang aneh kok. Kakak boleh ngomong sesuatu sama kamu?" Tanya Adam


"Boleh kok kak. Tapi ngomongnya nanti aja yah di gudang sekolah. Aku gak nyaman berada di sini. Semua orang ngeliatin kita loh kak" Jawab Via


" Kamu gak usah peduliin mereka. Kamu cukup diam dan dengerin apa yang akan kakak omongin sama kamu. Oke?" Ucap Adam menenangkan Via.


"Hmmm Gimana yah Kak. Aku....Aku... Yaudah deh kalau kakak mau ngomong sekarang. Tapi jangan lama-lama yah. Aku gak nyaman lama-lama di sini" Jawab Via pasrah.


" Oke sekarang kamu dengerin kakak. Sebenarnya dari dulu kakak mau ngomongin ini sama kamu. Cuman kakak belum dapat waktu yang tepat. Kakak rasa ini merupakan waktunya. Kakak gak mau nunda lagi". Ucap Adam sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sebenarnya kakak suka sama kamu. Kakak gak tau sejak kapan kakak suka sama kamu. Namun yang pasti semakin hari kakak merasa kakak benar-benar menyukaimu. Kakak merasa nyaman sama kamu. Aku menyukai mu Via. Kamu maukan jadi pacar kakak?" Tanya Adam mengakhiri kalimat panjangnya.


Sontak semua yang mendengar kalimat Adam terkejut. Mereka ada yang merasa iri dengan Via. Namun juga banyak yang merasa bahagia. Mereka juga menganggap bahwa Adam dan Via cocok. Sebab Via juga merupakan salah satu primadona sekolah. Hanya saja keberadaan tidak pernah di anggap.


Sedangkan Via yang mendengar ucapan Adam sangat terkejut. Via merasa seperti mimpi. Bagaimana mungkin seorang Adam bisa menyukainya. Bukankah Adam menyukai Dinda. Lantas mengapa Adam malah mengungkapan perasaannya kepada Via.


Via juga berfikir apakah perasaanya yang dulu kini telah terbalaskan. Perasaan yang telah di pendam selama 4 tahun lebih kini telah di balas oleh Adam?. Betapa bahagianya Via jika itu memang benar.


Namun tidak bisa di pungkiri Via merasa sangat bahagia. Tetapi di sisi lain Via juga merasa takut. Via takut Dinda akan marah kepadanya lalu mengadu kembali kepada ibunya. Via tidak mau kembali merasakan sakitnya tangan ibunya.


"Kakak gak usah takut. Aku di sini sangat mendukung hubungan kakak dengan Adam. Aku harap kakak gak mengecewakan Adam" Ucap Dinda seakan tahu dengan apa yang di fikirkan oleh Via.


"Tapi Kakak..." Belum sempat Via menyelesaikan kalimatnya Dinda kembali memotong ucapannya.


"Gak ada tapi-tapian. Kalau kakak nolak Adam. Aku akan marah sama kakak" Ancam Dinda.

__ADS_1


Via yang mendengar ancaman Dinda menghela nafas yang panjang. Kemudian beralih menatap Adam.


Adam yang melihat Via sedang menatapnya. Kembali mengucapkan sesuatu.


"Kalau kamu mau nerjma aku. Kamu ambil boneka ini. Kalau kamu nolak aku. Terserah kamu mau apain boneka ini" Ucap Adam memberi pilihan.


Via lalu menoleh ke arah Dinda. Sedangkan Dinda hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


" Oke baiklah. Aku mau jadi pacar kakak" Jawab Via sambil mengambil boneka tersebut.


Adam yang mendengar jawaban Ya dari Via. Merasa sangat bahagia. Tanpa sadar kini ia tengah memeluk Via. Sedangkan yang di peluk merasa terkejut namun juga bahagia.


Semua yang menyaksikan kejadian tersebut bersoraj untuk Adam dan Via.


Salam Manis❤

__ADS_1


__ADS_2