Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Kerasnya kehidupan Via


__ADS_3

Setelah kepergian sang putri Ibu Hani langsung menarik rambut Via dan menyeretnya ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Via Kembali mendapat kekerasan fisik serta hinaan dari sang ibu. Via hanya dapat menangis dan merintih kesakitan akan perlakuan sang ibu.


"Dasar kau memang anak yang tidak berguna, anak pembawa sial, anak tidak tahu balas budi. Apa kau juga akan mengorbankan adik mu Dinda? hah ? jawab!!! apa selama ini setelah kejadian itu kau belum sadar akan kesalahan mu itu? Apa segitu bencinya kau dengan Adik-Adik mu hingga Dinda juga ingin kau jadikan mainan mu? apa kau masih belum puas dengab apa yang telah kau lakukan? Jawab Anak sial*n!!!" Tanya ibu Hani sembari menarik rambut Via sambil sesekali menampar Via.


"Maaf Bu, Via benar-benar tidak ada maksud seperti itu bu. Via tadi hanya ing..." Belum sempat Via menyelesaikan ucapannya ibu Hani sudah menenggelamkan kepala Via di dalam bak mandi. Hingga Via nyaris kehabisan nafas.


"Cukup!!! Cukup sudah kebohongan yang kau ucapkan Anak tidak berguna!!"


Lalu ibu Hani mendorong tubuh Via kelantai sehingga hal tersebut membuat kepala Via terbentur di tembok.


"Ahhhhhhh" Rintih Via merasakan sakit sambil memegang kepalanya. Hingga beberapa saat Via tidak sadarkan diri lagi.

__ADS_1


Ibu Hani yang melihat Via tidak sadarkan diri merasa acuh ia mengabaikan kondisi Via baginya Via hanya berpura-pura agar dapat menghindari siksaan yang akan diberikan olehnya.


Ibu Hani lalu meninggalkan Via dalam kondisi pingsan. Namun kembali beberapa saat sambil membawa bertumpuk-tumpuk pakaian kotor. Dia yang mendapati Via masih belum sadarkan diri lagi-lagi menyiram Via dengan seember air hingga Via sadar.


Setelah Via sadar pakaian tersebut di lemparkan ke wajah Via.


"Sekarang Selesaikan pekerjaan mu!!!" Bentak ibu Hani.


Via yang belum sadar sepenuhnya hanya terdiam sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut.


Sepanjang hari Via belum istirahat istirahat. Sepanjang hari Via di sibukkan berbagai pekejaan berat yang seharusnya di kerjakan oleh orang dewasa namun Via dipaksa untuk mengerjakannya.

__ADS_1


Via tidak bisa menolak. Sebab jika ia menolak Via hanya akan mendapati dirinya kembali di siksa. Sepanjang hari itu pula Via hanya dapat menangisi kehidupannya.


Hingga malam tiba ketika semua penghuni rumah telah tertidur Via masih harus mengerjakan pekerjaan rumah yang harus di kerjakannya esok hari. Sebab jika di kerjakan esok hari Via akan terlambat untuk ke sekolah.


Meskipun orang tua Via sangat membenci Via mereka tetap mengizinkan Via untuk bersekolah dengan syarat Via harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu baru bisa berangkat ke sekolah dan biaya sekolah di tanggung oleh Via sendiri.


Via menyanggupi persyaratan tersebut sebab 2 minggu lagi Via akan lulus sekolah. Adapun mengenai apakah nanti Via masih bisa melanjutkan pendidikannya Via menyerahkan semuanya kepada sang pencipta.


Via baru bisa beristirahat ketika pukul 23.30 karena Via terlalu sibuk untuk bekerja Via sampai melupakan makan Via bahkan belum makan sejak siang tadi. Via baru menyadari ketika Via merasa perutnya perih.


Di dapur Via tengah mencari sesuatu yang bisa untuk dia makan. Sebab selama ini Via hanya mendapati nasi tanpa lauk di dapur. Mau tidak mau Via tetap memakannya sebab jika tidak ia tidak akan bisa bertahan hidup sampai sekarang.

__ADS_1


Malam itu Via hanya menyantap nasi. Walaupun begitu Via tetap bersyukur Via berfikir bahwa orang tuanya masih menyimpan kasih sayang untuknya. Jika tidak mana mungkin mereka masih menyisahkan nasi untuknya.


Usai makan barulah Via bisa beristirahat di kamarnya yang mana kamar tersebut lebih pantas di sebut dengan gudang. Lagi dan lagi Via tetap bersyukur karena orang tuanya masih mengizinkan Via untuk tetap tinggal satu atap dengan mereka.


__ADS_2