
Kini Via sudah berada di suatu kamar yang lumayan luas, yang di lengkapi dengan fasilitas yang memadai. Ada tv, ace, dan kamar mandi, yah kini Via sudah ada di kamar ibu Indah. Walaupun kamar tersebut hanyalah kamar asisten rumah tangga, tetapi kamar tersebut tetap di lengkapi dengan fasilitas.
Siapapun yang memasuki rumah tersebut kata pertama yang terlintas di otaknya adalah MEWAH. Tetapi itu tidak berlaku bagi Via, Via tidak menunjukkan ekspresi apapun saat memasuki rumah tersebut. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh gadis itu, ia hanya menatap lurus ke depan.
“ Nah, sekarang kita sudah ada di kamar ibu, dan mulai sekarang ini juga akan menjadi kamar kamu nak. Sekarang kamu istirahat yah nak, ibu mau menemui majikan ibu dulu. Kamu istiraharlah” ucapnya lalu meninggalkan Via.
Ibu Indah tengah berjalan menuju lantai ke dua, yah rumah ini memiliki tingkatan 3. Di mana lantai pertama sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga, lantai kedua merupakan ruangan pribadi untuk tuan rumah, dan lantai ketiga adalah ruangan bersantai. Di lantai 3 di lengkapi ruangan yang terdapat fasilitas untuk berolahraga, terdapat bioskop mini, ada ruangan bersantai bermain, ada semua mini bar yang di isi berbagai minuman beralkohol. Serta ada satu kamar pribadi milik anak pertama tuan rumah tersebut.
“tok tok” suara ketukan pintu yang di ketuk oleh ibu Indah.
__ADS_1
“Masuk” suara jawaban dari dalam ruangan.
Ibu Indah kemudian membuka pintu ruangan tersebut, di mana ruangan tersebut merupakan ruangan khusus hanya untuk keluarga itu saja. Kini ia sudah berhadapan dengantuan rumah, ia telah siap menjelaskan alasannya mengapa ia bias terlambat masukk kerja.
“Duduklah, Saya menunggu penjelasan bibi” ucap ibu Laurent yang merupakan nyonya rumah mewah itu. Masih dalam keadaan berdiri, ibu indah kemudian menghela nafas panjang lalu duduk di kursi di hadapan ibu Laurent.
“Lalu?” Tanya ibu Laurent.
“ alasan keterlambatan saya, sebenarnya saya saat itu saya menemukan seorang gadis yang sedang terluka” ucap ibu indah memulai penjelasannya.
__ADS_1
“ seorang gadis???” Tanya tuan Justin yang merupakan suami dari ubu Laurent.
“ ia tuan. Dua minggu yang lalu hari dimana saat saya akan berangkat ke Jakarta, saya menemukan seorang gadis yang sedang terluka. Gadis itu bahkan mau mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan dirinya di mobil taksi yang saya tumpangi. Namun, belum sempat ia menabrakakan tubuhnya ia sudah jatuh pingsan duluan di hadapan mobil taksi itu. Beruntung taksi yang saya tumpangi dapat berhenti sebelum menabrak gadis itu” ucapnya sambil pikirannya menerawang ke kejadian tersebut.
Sang tuan rumah hanya terdiam mendengarkan penjelasan ibu indah. Ia masih menunggu lanjutan cerita dari ibu Indah.
“ di saat saya turun untuk melihat gadis itu, kondisinya benar-benar sangat menyedihkan. Tubuhnya di penuhi luka. Dan yang membuat saya bingung di sekitar lokasi kejadian banyak warga, tetapi tidak ada seorang pun yang mau menlong gadis itu. Bahkan ketika saya meminta bantuan kepada mereka, mereka tetap terdiam tanpa bergerak sedikit pun. Mereka hanya menyaksikan gadis itu tanpa menolongnya. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menolong gadis itu dengan meminta bantuan sopir taksi yang saya tumpangi. Lalu membaawa gadis itu ke rumah sakit” jelasnya ibu indah lagi.
Salam Manis❤
__ADS_1