
Semenjak Adam dan Via berpacaran. Kini hidup Via berangsur-angsur berubah. Kini hidup Via bukan hanya ada kesedihan melainkan ada kebahagiaan. Adam selalu bisa membuat Via tertawa. Bahkan selama berpacaran dengan Adam.
Akan tetapi, hubungan antara Via dan orang tuanya tetap sama seperti dulu. Mereka tetap bersikap kasar kepada Via. Via hanya dapat pasrah dengab keadaannya. Selagi masih ada Adam di sisinya itu sudah lebih dari cukup. Via yakin suatu saat nanti orang tuanya pasti akan berubah. Via hanya tinggal menunggu waktu itu tiba.
Tetapi Via merasa aneh dengan sikap Dinda. Di saat orang tuanya tidak ada perubahan. Dinda malah mengalami banyak perubahan. Dinda yang dulunya selalu bersikap tidak menyenangkan kepada Via. Kini berubah menjadi sosok yang hangat. Bahkan di saat Via mendapat masalah dari orang tuanya. Justru Dindalah yang selalu membelanya.
Ada apa dengan Dinda? semenjak Via berpacaran dengan Adam sikap Dinda juga berubah. Via tidak mau ambil pusing. Via hanya berfikir positif. Mungkin saja Dinda telah sadar akan sikapnya selama ini.
Hingga tidak terasa kini hubungan antara Via dan Adam telah berjalan setahun. Kini Adam telah lulus sekolah dan Adam berniat untuk melanjutkan pendidikannya di jakarta. Sekaligus meniti karir lebih jauh sebagai aktor yang pernah terputus karena ingin fokus kepada ujiannya.
"Via" Panggil Via.
"Iya kak" Jawab Via tanpa menoleh ke arah Adam. Mereka tengah berada di gudang tua tempat mereka sering bertemu. Tempat yang kini menjadi saksi perjalanan cinta mereka.
"Ada yang mau kakak omongin sama kamu" Jawab Adam ragu-ragu.
__ADS_1
"Yaudah ngomong aja. Gak usah minta izin" Ucap Via lagi tanpa menoleh ke arah Adam.
"Tapi hentikan dulu mainnya. Kakak mau bicara serius" Ucap Adam.
Seketika Via menghentikan aktivitasnya bermain gitar. Lalu menoleh ke arah Adam yang tengah menatapnya dengan serius.
"Emang seserius itu hingga aku harus berhenti bermain gitar?" Tanya Via merasa aneh.
" Iya kakak mau bicara serius" Ucap Adam dengan nada serius.
"Sekarang kakak mau bicara apa?" Tanya Via lagi.
Sebelum berbicara Adam terlebih dahulu menghela nafas panjang.
"Kamu taukan kakak telah lulus sekolah. Dan kamu juga tau pekerjaan kakak adalah aktor" ucap adam sambil memegang tangan Via.
__ADS_1
"Iya Via tau. Terus maksud kakak apa?" Tanya Via bingung.
"Kakak berencana melanjutkan pendidikan kakak di jakarta. Sekaligus kakak mau melanjutkan karir kakak sebagai aktor yang sempat terputus dulu karena kakak mau fokus ujian. Saat ini kakak juga di tawari beberapa proyek film. Kakak berfikir untuk mengambil tawaran tersebut. Jadi kakak mau..." Belum sempat Adam menyelesaikan kalimatnya Via lalu memotong ucapannya sambil melepaskan tangannya dari genggaman Adam.
"Jadi maksud Kakak. Kakak mau ninggalin aku? Gitu??? yaudah kalau itu mau kakak" Ucap Via dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan...Bukan itu maksud kakak. Kakak hanya mau memberi tau kamu sebelum pergi. Kakak gak ada niat untuk ninggalin kamu. Kakak sayang sama kamu Via. Mana mungkin kakak mau ninggalin kamu. Kakak janji setelah urusan kakak selesai di jakarta kakak akan kembali menemui dan orang tuamu. Kakak akan melamarmu. Percaya sama kakak" Ucap Adam menenangkan Via sambil memeluk Via yang telah menangis.
"Aku gak bisa kakak jauh-jauh dari Via. Via takut kakak ninggalin Via. Via gak bisa. Via mohon kakak jangan pergi yah. Jangan tinggalin Via sendiri..... Lagi" Ucap Via dengan menangis tersedu-sedu.
"Via kakak mohon kamu jangan egois. Ini mimpi kakak dari dulu. Jadi kakak harap kamu mau mengerti" Ucap adam dengan tegas.
"Hah kakak bilang aku egois. Iya aku emang egois. Tapi asal kakak tau aku egois itu karna aku sangat sayang sama kakak. Kakak itu tidak tahu bagaimana menderitanya hidup aku selama ini. Terserah kalau kakak mau pergi. Silahkan kalau kakak tetap pergi. Toh tidak ada juga gunanya aku di hidup kakak. Aku hanya akan membawa kesialan untuk kakak" Ucap Via dengan keras disertai tangisan lalu berdiri meninggalkan Adam seorang diri.
Salam Manis❤
__ADS_1