Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Kehidupan remaja Via


__ADS_3

Begitulah kehidupan Via setiap harinya. Hari-hari Via hanya di penuhi dengan tangisan, Siksaan, Hinaan dan pekerjaan berat. Senyumannya yang dulu begitu manis kini telah hilang tanpa jejak berganti dengan tangisan yang begitu pilu. Bahkan Via sudah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum. Di ingatan Via hanya ada tangisan, tangisan dan tangisan.


Bagi Via Menangis, hinaan dan siksaan fisik yang di terimanya sudah menjadi agenda wajib yang harus terjadi setiap hari di kehidupannya.


Hingga kini tanpa di sadari sudah 3 tahun lebih Via merasakan pedihnya kehidupan. Kini Via sudah berumur 16 tahun dan tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik. Via tumbuh sendiri tanpa mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.


Kecantikannya yang sudah ada sejak kecil kini semakin nampak jelas betapa cantik dan manisnya Via. Via memiliki hidung yang mancung serta kulit wajah yang mulus. Apabila Via tersenyum aura kecantikannya semakin terpancar di tambah dengan adanya lesung pipi dan gigi gingsulnya. Jika Via tersenyum matanya seketika menyipit dan hal tersebut sukses membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas dengan dirinya. Selain di anugrahi senyuman yang begitu manis Via juga di anugrahi bentuk tubuh yang begitu indah serta kulit putih.


Via Kini duduk di bangku kelas 1 SMA.

__ADS_1


Salah satu SMA Favorit di Kotanya. Jarak sekolah tersebut tidaklah terlalu jauh dari tempat tinggal Via sebab letak sekolah tersebut agak dekat dari pinggiran kota Sedangkan Desa Via sendiri berada di pinggiran kota. Waktu yang ditempuh Via dari rumah menuju ke sekolah dengan berjalan kaki memakan waktu 1 jam untuk sampai di sekolah.


Jika ada yang bertanya bagaimana Via bisa bersekolah di sekolah favorit tersebut sedangkan syarat yang di ajukan oleh orang tuanya bahwa Via harus menanggung sendiri biayanya. Jawabannya itu ada di otak Via. iya di otak Via. Berkat kepintaran Via yang memiliki otak yang begitu cerdas Via berhasil memperoleh Beasiswa dari sekolah tersebut. Bahkan Via sudah memperoleh beasiswa tersebut sejak lulus dari sekolah dasar hingga tamat SMA. Itulah mengapa Via bisa melanjutkan pendidikannya tanpa membayar sepeserpun. Adapun seragam dan peralatan sekolah yang lainnya itu semua di tanggung oleh pihak sekolah.


Kehidupan Via tetap sama seperti dulu. Sehari-hari Via di sibukkan dengan bekerja di rumahnya. Hanya saja bedanya pekerjaan Via semakin bertambah sebab Via juga bekerja di salah satu kafe di kota tersebut. Via bekerja sebagai Pelayan kafe. Via mulai bekerja pukul 15.00 Sampai pukul 22.00 malam. Semua itu Via lakukan sebab Via sadar bahwa kedua orang tua Via sudah tidak peduli akan dirinya dan Via butuh biaya hidup untuk dirinya.


Tak jarang juga Via menyanyi di kafe-kafe lain untuk menambah penghasilannya. Apalagi kini Via telah duduk di bangku SMA otomatis Via butuh laptop dan handpone untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Walaupun gajinya tidak seberapa tapi Via tetap bersyukur masih di beri rezeki oleh sang pencipta.


Hanya saja hari-hari Via masih tetap ada tangisan. Tangisan itu bukan di karenakan siksaan Fisik yang di berikan oleh orang tuanya melainkan siksaan batin berupa hinaan kasar yang setiap saat di lontarkan oleh kedua orang tuanya terutama ibunya. Orang yang paling Via sayangi.

__ADS_1


Bagi Via Ibunya lah merupakan orang yang paling berarti dalam hidupnya. Orang yang telah melahirkannya Walaupun ibunya hanya merawatnya sampai umur kurang lebih 12 tahun. Walapun kedua orang tuanya sudah tidak mengganggapnya sebagai putrinya namun Via masih sangat menyanyangi Mereka. Bagi Via mereka adalah segalanya. Meski bagaimana pun siksaan yang di berikan oleh orang tuanya Via tidak pernah merasa benci sedikit pun.


Namun Via tidak bisa memungkiri dari dalam lubuk hatinya Via juga merasakan sakit akan perlakuan orang tuanya. Via sangat merindukan kasih sayang orang tuanya Pelukan hangat dari kedua orang tuanya ketika Via merasa sedih. Via merindukan orang tuanya yang dulu yang penuh dengan kehangatan.


Di kala Via merasa sedih Via hanya bisa memeluk dirinya sendiri. Mencoba menguatkan dirinya. Mencoba menyemangati dirinya sendiri. Semuanya di lakukan sendiri.


Di saat Via merasa lemah Via selalu mengingat kata- kata sang ayah pada saat ulang tahunnya 3 tahun yang lalu. Ulang tahun terakhir yang di rayakan oleh orang tuanya. Saat itu ayahnya berkata "Via harus jadi orang yang kuat di saat ayah dan Ibu sudah tidak ada. Via harus Kuat jalani hidup Via Sekeras apapun itu".


Berkat kalimat tersebut Via berhasil melewati hari-harinya yang sangat berat.

__ADS_1


"Ayah, Ibu Via merindukan kalian😭".


Salam Manisā¤


__ADS_2