Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Datang menyaksikan pertandingan


__ADS_3

Keesokan harinya, Via merasa gelisah. Via takut Adam benar-benar tidak mengikuti pertandingan tersebut. Via terus berfikir sambil jalan bolak-balik. Via ingin sekali menghadiri pertandingan tersebut. Tetapi di satu sisi Via takut, Dinda akan melihatnya. Dan otomatis Dinda pasti akan mengadu kembali kepada ibunya. Via benar-benar merasa bingung. Di satu sisi Via tidak ingin kembali kehilangan temannya lagi. Namun di sisi lain Via juga tidak ingin kembali di sakiti oleh sang ibu.


Via terlihat seperti orang kehilangan arah. Sesekali Via berhenti jalan. Lalu kembali berjalan. Setelah berfikir cukup lama. Via kemudian memakai cara lain. Via menggunakan kancing bajunya, untuk mengambil kuputusan.


"Pergi...tidak...pergi...tidak...pergi.........." Ucap Via.


" Oke baiklah pergi. Gak apa-apa kalau nantinya ibu akan kembali memarahi ku lagi. aku udah siap. Semangat!!!" Ucap Via menyemangati dirinya sendiri.


Tak beberapa lama, Via telah tiba di lapangan basket. Suasana begitu ramai. Banyak siswa yang datang menyaksikan pertandingan tersebut. Dan sebagian besar yang datang hanya ingin melihat adam. Nama Adam begitu jelas terdengar di mana-mana.

__ADS_1


Via mencoba mencari jalan, agar bisa melihat Adam di posisi paling depan. Setelah berusaha cukup lama akhirnya, Via berhasil berada di posisi yang paling depan.


Kini Via tengah mencari keberadaan Adam. Tetapi yang di cari tidak kunjung menampakan diri. Via berfikir apakah Adam benar-benar tidak bermain karena Via tidak hadir. Via semakin merasa bersalah.


Sedangkan Adam yang berada di pinggir lapangan merasa tidak mood untuk bermain. Itu di sebabkan karena Via tidak hadir untuk menyaksikan pertandingannya. Hingga tanpa sengaja Adam menangkap sosok yang ia nantikan. Seketika Adam begitu bersemangat untuk bermain.


"Akhirnya kau datang" Ucap Adam dengan tersenyum lebar.


Via terus meneriakkan nama Adam. Sedangkan Adam yang mendengar Via menyemangatinya semakin bersemangat untuk memenangkan pertandingan.

__ADS_1


Akhirnya pertandingan berakhir dan di menangkan oleh tim Adam. Semua siswa bersorak gembira. Sebagain besar mereka bersorak untuk Adam.


Via sendiri merasa begitu bahagia. Sebab Adam berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Karena Adam telah berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Via berfikir untuk meninggalkan lapangan pertandingan. Via akan memberikan ucapan selamat kepada Adam di gudang tua tempat mereka sering bertemu.


Namun belum sempat Via meninggalkan lapangan pertandingan. Via mendengar seseorang memanggil namanya. Seketika Via berbalik untuk melihat siapa gerangan orang yang menyebut namanya dengan begitu keras.


Ketika Via berbalik badan. Via mendapati Adam sedang berada di tengah lapangan seorang diri sambil memegang mikrofon. Sontak Via merasa bingung. Via bingung dengan apa yang tengah di lakukan Adam. Di tambah semua siswa terdiam dan tidak ada yang memberikannya tatapan tidak menyenangkan. Bahkan mereka semua menatap Via dengan senyuman penuh kehangatan.


Di tengah kebingungan Via. Seseorang menarik Via agar berjalan menuju ke tengah lapangan. Betapa terkejutnya Via. Ternyata orang yang menariknya adalah sang adik Dinda. Dinda menariknya dengan penuh kelembutan di sertai senyuman penuh kehangatan. Via benar-benar merasa bingung dan takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Salam manis❤


__ADS_2