
“ Selamat kalian berhasil mempermainkan ku” Ucap Via dengan senyumam yang sulit untuk di artikan.
Lalu Via kembali bangkit berdiri lalu berjalan menuju ke arah Adam dan Dinda, lalu berkata.
“Ingat kata-kata ku ini Adam. Ingat setia itu mahal, maka jangan harap pada orang murahan. Jika cinta sekedar bercinta, wanita malam pun juga bisa” Ucap Via lantang sambil melirik ke arah Dinda.
Sedangkan Dinda yang mendengar ucapan Via. Merasa sangat di permalukan kini ia begitu geram dengan kata-kata Via. Via yang menyadari perubahan raut wajah Dinda, kembali tersenyum lalu berucap.
“Kenapa Dinda? Kamu tidak terima dengan perkataanku. Perkataan ku itu hanya aku tujukan untuk Adam bukan diri mu. Tetapi jika kau merasa tersinggung, itu lebih baik” tantang Via.
__ADS_1
“kenapa kau menatap ku seperti itu? Mau mengaduh sama ibu? Silahkan aku tidak takut lagi. Aku sudah biasa merasakan sakitnya tangan Ibu. Itu bukan hal biasa lagi bagi ku” tantang Via lagi.
“Saya lebih senang orang yang benar-benar berbohong, dari ada seseorang yang berpura-pura berbohong!!!” Tegas Via
Dinda hanya terdiam mendengar ucapan Via, kini dia benar-benar merasa malu. Hingga datang seseorang yang telah di nantikan ke hadirannya oleh Dinda.
“Heyyy hentikan omong kosong mu itu anak sial*n. Sudah cukup kau mempermalukan putri ku. Apa kau sudah melupakan peringatan yang ibu berikan kepada mu dulu. HAH!!!” bentak ibu Hani. Via hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya.
“PLAKKK!!!” sebuah tangan mendarat di pipi mulus Via hingga meninggalkan jejak merah dan darah di sudut bibir Via, hingga Via jatuh tersungkur.
__ADS_1
Ayahnya yang selama ini terdiam kini menampar pipi mulus Via. Kini ayahnya benar-benar merasa geram dengan ucapan Via. Dinda yang sedari tadi terdiam kini tersenyum penuh kemenangan. Tanpa melukai tangannya kini ia dapat melihat luka di pipi Via.
“Ayah tidak menyangka anak yang telah ayah besarkan selama ini ternyata memiliki mulut serendah ini. Selama ini ayah tidak mendidik mu untuk mengatakan ucapan serendah itu Via” Bentak sang ayah. Via yang mendengar ucapan Ayahnya lagi-lagi tersenyum.
“HAHAHAHAHAHA” Tawa Via lalu menatap ayahnya sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
“Apa aku tidak salah dengar Ayah? Ayah mengatakan selama ini membesarkan dan mendidik ku selama ini. Hahahahahaha benar-benar omong kosong. Apa ayah lupa bagaimana perlakuan ayah dan ibu selama ini kepada ku. Setiap harinya kalian hanya menyiksa ku memberiku hinaan. Apa itu yang ayah maksud membesarkan ku. Ayah lupa bagaimana aku bisa tumbuh seperti ini tampa bantuan tangan kalian. Aku tumbuh tanpa kasih sayang kalian. Tanpa cinta dari kalian. Aku tumbuh seorang diri, di paksa dewasa sebelum waktunya. Kalian hanya mencari diri ku jika kalian butuh tenaga. Kalian tidak pernah melihat ku. Jangankan melihat ku, menganggap ku sebagai putri mu pun tidak pernah. AKU INI JUGA PUTRI MU AYAH IBU. Terkadang aku iri dengan mereka-mereka yang selalu di berikan cinta dan kasih oleh orang tuanya. Namun apa daya diri ku yang hanya di berikan hinaan dan siksaan. Hari-hari ku hanya di temani oleh air mata. Bahkan cara tersenyum pun aku telah bagaimana caranya. Huh huh huh” ucap Via mengungkapkan isi hatinya selama ini. Semua orang terdiam mendengarkan ucapan Via.
“Ahh, luka bisakah kau tinggalkan aku sebentar saja. Aku juga ingin tahu rasanya bahagia itu seperti apa” Ucap Via pelan sambil tersenyum dengan air mata yang masih menetes
__ADS_1
Salam Manis❤