Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Menyusul Adam


__ADS_3

Keesokan harinya Via merasa bersalah kepada Adam sekaligus merasa gelisah. Via merasa telah salah berkata kasar kepada Adam. Via takut jika Adam akan menjauhinya. Di sekolah Via merasa tidak fokus dengan pelajaran hingga Via sempat beberapa kali di tegur oleh guru. Merasa Via tidak fokus dengan pelajaran sang guru lalu memberi izin Via agar pulang lebih dahulu. Sang guru mengira bahwa Via lagi kurang sehat.


Akhirnya, Via memutuskan untuk pulang lebih dahulu. Namun Via bukan pulang ke rumahmya. Via malah berjalan menuju ke rumah Adam. Via merasa benar-benar gelisah. Pikirannya selalu di penuhi oleh Adam. Via takut jika Adam benar-benar pergi. Via ingin sebelum Adam pergi ia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. Via sudah ikhlas jika Adam harus meninggalkannya demi masa depan Adam. Via akan setia menunggu sang kekasih pulang menjemputnya.


Sesampainya di rumah Adam. Via mendapati rumah Adam sangat sepi. Via semakin takut Adam benar-benar pergi.


"Tok...tok...tok..." Via mengetuk pintu rumah Adam.


"Assalamualaikum" Ucap Via memberi salam. Merasa tidak ada yang menjawab salamnya Via kembali mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum.... Adammmm" Panggil Via. Masih tidak mendapat jawaban. Via semakin takut. Via memutuskan meninggalkan rumah Adam lalu akan mencarinya di rumah teman Adam.


Namun, belum sempat Via meninggalkan rumah Adam. Seseorang membuka pintu. Sontak Via menoleh ingin melihat orang tersebut.


"Cari siapa dek?" Tanya pembantu rumah tangga di rumah Adam.

__ADS_1


"Adamnya ada Bu?" Tanya Via sopan.


"Den Adam baru aja pergi ke bandara bersama nyonya dan tuan. Memangnya ada apa Dek?" Tanya pembantu tersebut.


Via yang mendengar ucapan sang pembantu sangat terkejut. Seketika tubuh Via kaku. Tanpa menjawab pertanyaan si pembantu. Via langsung berlari menuju ke bandara.


Sepanjang perjalanan Via hanya terus mengucapkan kata maaf sambil menangis. Via terus berlari menuju ke bandara. Via tidak peduli dengan teriknya panas matahari. Bahkan beberapa kali Via hampir tertabrak kendaraan.Via tidak peduli dengan itu semua. Via hanya berfikir bagaimana ia bisa sampai tepat waktu di bandara.


Hingga di tengah perjalanan, ada seorang pria tua menghentikannya dan menawarkannya tumpangan.


" hah hah hah ini mau... ke ..bandara pak" Jawab Via dengan nafas ngos-ngosan.


"Yaudah biar bapak antar" Tawar bapak tersebut.


" Terima kasih pak" Tanpa menolak lagi Via langsung naik ke atas motor.

__ADS_1


Selang beberapa saat Via telah tiba di bandara.


"Terima kasih pak sudah mau mengantar saya. Ini pak uangnya!" Ucap Via


" Gak usah dek. Bapak ikhlas nolongin kamu. Yaudah kamu masuk. Bapak liat sepertinya kamu buru-buru" Tolak bapak tersebut.


"Sekali lagi terima kasih pak sudah mau bantuin saya. Kalau begitu saya duluan" Pamit Via.


Via lalu memasuki bandara dengan tergesa-gesa. Matanya tidak berhenti mencari sosok Adam. Via bahkan mengelilingi semua lokasi bandara. Mata Via tidak pernah berhenti mencari. Mulutnya pun tidak berhenti memanggil nama Adam. Via semakin merasa frustasi ketika mendengar pesawat dengan tujuan jakarta akan segera berangkat.


Via berlari kesana kemari. Hingga matanya tertuju pada sosok yang membuatnya hampir kehilangan akal. Tanpa mempedulikan sekitarnya Via langsung memanggil nama Adam dengan keras.


"ADAMMMMM!!!!" Panggil Via dengan sangat keras.


Salam Manis❤

__ADS_1


__ADS_2