BIANDRA

BIANDRA
12. Nasihat Papa Aulian


__ADS_3

setelah selesai sarapan, Biandra Ayu dan Azka melanjutkan perjalanan menuju sunan Muria. untuk bisa sampai ke Makam Sunan Muria yang berada diatas bukit mereka harus melewati anak tangga yang sangat banyak. lelah si, tapi setelah sampai atas dan berwudhu rasa lelahnya akan hilang. air di pegunungan Sunan Muria sangat menyegarkan.


setiap harinya makam Sunan Muria tidak pernah sepi dari penziarah, penziarah berdatangan dari penjuru kota dan daerah, pagi itu penziarah nampak rame ada yang naik dan ada yang turun dari pegunungan makam Sunan Muria.


setelah selesai Ziarah, Biandra dan Ayu mencari oleh oleh khas Muria, para pedagang berjejer berjualan di sekitaran pinggir tangga. Biandra dan Ayu membeli pakaian, pernak pernik dan juga makanan khas dari Muria.


"bang kita cari oleh oleh dulu ya" ucap Ayu pada Azka dan Azka menganggukkan kepala, Azka sering kali kepergok Biandra sedang memperhatikan Ayu, dan kala itu Biandra berkesempatan menggoda Azka


"kalau suka, langsung datengin orangtuanya bang, jangan kasih celah buat laki lali lain yang duluan ketemu orangtuanya, inget ya bang Ayu itu yang ngantri banyak, kesempatan tidak datang dua kali" goda Biandra sambil bisik bisik pada Azka dengan senyum lalu pergi dari hadapan Azka dan mendekati Ayu yang sedang memilih baju


Azka yang sedang duduk disebrang toko tempat Ayu membeli oleh oleh nampak memikirkan ucapan Biandra


"jangan sampai kejadian ditinggal rabi terulang kembali" batin Azka yang mengingat dulu pernah ditinggal menikah oleh kekasihnya karena Azka belum juga memberi kepastian, sebenernya Azka menyesal dengan kejadian itu tapi posisinya dulu dia belum siap karena belum memiliki tabungan yang cukup untuk menikah.


"Ay Ay kita beli baju kembaran ini Ay" ajak Biandra dan langsung disetujui oleh Ayu


"sudah memilih milih oleh olehnya" ucap Azka yang menghampiri keberadaan Biandra dan Ayu.


"sudah bang, bentar ya kami bayar dulu" ucap Ayu, dengan mengeluarkan dompet dari tasnya namun dengan segera Azka menahannya


"biar abang aja Ay yang mbayar" ucap Azka dengan menyodorkan uang lembaran ratusan ke pedagangnya.

__ADS_1


"bang apasih, gak usah repot repot deh" ucap Ayu yang kesal dengan sikap Azka


"udah gak papa, anggap saja kenang kenangan dari abang" jawab Azka sambil menerima kembalian yang disodorkan pedagang


Biandra yang melihat cek cokan Ayu dan Azka hanya tersenyum renyah, Biandra sangat paham, namanya orang lagi jatuh cinta pasti apapun kan kuberi laut pun kan kusebarangi, hahah seperti lirik lagu saja


"udah si Ay terima saja, gak baik nolak rizki, kapan lagi coba dibelanjain sama bang Azka, kecuali kalau kamu mau jadi istrinya, bisa tuh setiap hari kamu dibelanjain dengan duitnya yang tak berseri itu" ucap Biandra menggoda Ayu dan Azka hanya tertawa sambil menggelengkan kepala, tapi Azka penasaran dengan respon Ayu dengan apa yang diucapkan Biandra barusan


"apasih Bi, masih kuliyah juga dah ngomongin jadi istri, kuliah dulu weh yang bener biar pinter" ucap Ayu dengan gugup, Biandra dan Azka pun hanya tertawa kekeh


"yaudah yuk turun" ajak Biandra dan sengaja jalan duluan memberikan ruang untuk Azka ngobrol dengan Ayu.


"Bi tungguin kok main tinggal aja si" ucap Ayu yang merasa kesal karena ditinggal Biandra


"yuk" ucap Azka yang sudah berasa disamping Ayu


"duuh kok gue deg degan ya" batin Azka yang sedikit gugup melihat wajah imut Ayu, Ayupun menjadi canggung, namun karena Azka kocak dan Ayu selengekan mereka bisa menutupi kegugupan dan kecanggungan kedua nya, dan ngobrol seperti biasa.


setelah selesai mandi dan sarapan Lian memilih duduk disofa ruang keluarga sambil menemani Leo bermain. Lian menyenderkan kepala di pangkal sofa dengan posisi tiduran yang mengenakan celana selutut berwarna moca dan kaos pendek berwarna putih sambil mensekrol foto foto Biandra yang ada disosial media. Ada beberapa foto yang baru diuploud oleh Biandra dan tanpa Lian sadari sedari tadi papanya memperhatikan Lian, tapi papanya gak faham dengan foto foto gadis yang sedang diliatin oleh Lian


"Lian" panggail papa Lian yang akan duduk disofa Lian, Lian pun langsung duduk memberi tempat untuk papanya

__ADS_1


"eh papa, ya pa kenapa" jawab Lian lalu menutup setan gepeng nya


"Lian papa tidak lagi akan mendesak mu untuk segera menikah, yah papa paham kapan kita menikah dan dengan siapa kita akan menikah. itu sudah menjadi takdir Allah, tapi Lian kalau memang kamu sudah ada wanita yang berhasil masuk dihati kamu dan mengganggu fikiran kamu, alangkah baiknya kamu segerakan untuk meminangnya, ingat ya, pacaran itu dalam Islam tidak di perbolehkan" tutur papa Lian sambil menepuk nepuk pundak Lian, Lian pun hanya mengangguk mengerti


"jadi gadis mana yang dari tadi kamu liatin fotonya itu" ucap papa Lian dengan menggoda Lian, Lian pun nampak kaget dan salah tingkah


"papa liat" tanya Lian dan papanya mengangguk


"papa liat kamu dari tadi memandangi foto seorang gadis, tapi gak jelas wajah gadis itu, coba mana papa liat" jawab papa Lian sambil mencoba meraih setan gepeng Lian, namun lian segera menahanya, dan Lian pun nampak canggung dengan papanya karena sudah kepergok, papanya pun hanya tersenyum dan berhenti mencoba mengambil setang gepeng milik Lian.


"Lian lebih baik kamu segerakan jika memang kamu sudah ada niatan untuk mendekatinya, jangan sampai keduluan orang nanti kamu nyesel loh" ucap papa Lian yang berusaha menasehati Lian


"jangan kaku kaku jadi cowo, dan jangan gengsi untuk menunjukan perasaan kamu" ucap papa Lian lagi sambil menunjuk kearah hati Lian, Lian hanya mengangguk dan menjawab "iya pa" lalu papa Lian bergegas mengambil PS 5 yang baru dibelinya dan belum pernah terpakai


"yok main PS, sudah lama kita tidak bertanding," ucap papa Lian sambil menyodorkan stick pada Lian


"papa beli PS baru ya" jawab Lian dengan wajah sumringah pasalnya sudah lama mereka berdua tidak main PS bareng, main PS dan main golf adalah kegiatan yang sering dilakukan papa dan anak ini, mereka melakukan itu agar hubungan anak dan orangtua tetap erat dan harmonis, meski kesibukan yang melanda jangan sampai membuat renggang sebuah hubungan keluarga


"papa, mama cariin ternyata disini" ucap mama Lian atau Laudia yang mengahampiri keberadaan Tama, Lian dan Leo


"eh ma, iya papa mau ajak adu si bujang kaku ini ma" jawab Tama dengan masih fokus pada stiknya

__ADS_1


Laudia yang melihat keakraban suami dan anaknya itu nampak bahagia, meskipun sedih tiap melihat Leo yang harus kehilangan kedua orangtuanya diusia yang masih belia, seusia Leo seharusnya penuh penuhnya mendapat perhatian dari kedua orangtuanya, tapi Laudia dan Tama selalu berusaha memberikan perhatian itu kepada Leo, mereka tidak mengganggap Leo sebagai cucu, melainkan menganggap Leo sebagai anak sendiri. Laudia pun menghampiri Leo yang berada dekat dengan Tama juga Lian lalu menciuaminya..


__ADS_2