
Keesokan harinya Biandra dan Nera sarapan menggunakan roti yang sudah disiapkan oleh pihak apartemen, rencana hari ini mereka akan menengok kampus dan ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan. Uang saku dari kampus sangat banyak sangat nyisa banyak untuk kebutuhan mereka berdua yang tidak suka bergaya hidup glamour.
Nera dan Biandra melanjutkan pendidikannya di WBS salah satu Universutas bisnis terbaik di negara Jepang. Mereka berdua menyusuri tiap gedung fakultas mereka cukup membuat lelah karena sangat luas.
sumimasen, toshokan wa dochira deshou ka (permisi, perpustakaan ada dimana?) Biandra bertanya pada seseorang mahasiswi disana menggunakan bahasa jepang. Setelah mendapat jawaban Biandra dan Nera segera masuk ke perpustakaan.
"Waw perpustakaanya beda banget sama di perpus perpus di Universitas negara kita Bi" ucap Nera.
"Iyalah Ner beda, setiap negara pasti memiliki ciri hasnya aristektur bangunannya masing masing".
"Arsitektur Jepang Secara tradisional ditandai oleh struktur kayu, bentuk bangunan panggung, dengan atap genteng tanah atau jerami. Ciri khas Pintu Jepang dengan sistem geser/slading (fusuma) yang memungkinkan konfigurasi internal ruang untuk disesuaikan dengan kesempatan yang berbeda. . Sejak abad ke-19, Arsitektur Jepang telah memasukkan unsur-unsur arsitektur gaya Barat, modern, dan post-modern kedalam desain dan konstruksinya, dan saat ini merupakan acuan dalam desain arsitektur mutakhir dan teknologi".
"Gue kalau baca buku disini bisa betah gak pulang pulang Bi, nyaman banget tempatnya, rasanya tenang". ucap Nera sambil memperhatukan setiap sudut ruangan itu.
"nah itulah nilai Estetika tradisional Jepang yang selalu memberikan konsep kesederhanaan, kepolosan, kelurusan dan ketenangan batin". Nera hanya mengangguk angguk.
"Ahahah Nera udah yuk kita cari apa yang kita butuhkan , kita juga harus kesupermarket loh" ucap Biandra. nera mengangguk Setelah mendapatkan apa yang dicari mereka berdua memilih membaca buku duduk dimeja pojok ruangan.
Setelah selesai membaca Biandra mengamati keadaan sekitar, mahasiswa disana sangat disiplin Biandra suka gaya hidup disiplin seperti di Negara ini. tiba tiba matanya berhenti di rak buku yang tidak jauh darinya.
" sepertinya gue kenal sama orang itu ya. Tidak asing, tapi siapa" mata Biandra tertuju pada pria yang sedang berdiri dirak buku yang membelakanginya dengan pakaian casual rambut klimis dan postur tubuh yang tinggi tegap.
"Bia ngapain si, liatin apa" tanya Nera sambil menoleh kearah pandang Mata Biandra.
"eh enggak, enggak ada apa apa" jawab Biandra yang tersadar dari kefokusannya.
"udah yuk pergi dari sini, perut gue laper nih"
"yaudah yuk" ucap Biandra lalu mereka berdua berlalu meninggalkan perpustakaan dan berjalan menuju supermarket terdekat.
"Bi, lu yakin gak mau jadi Influencer lagi dan fokus menjadi penulis" tanya Nera obrolan yang menemani perjalanan mereka berdua menuju supermarket.
"iya Ner, selama disini gue mau fokus nulis aja, gatau nanti kalau kita sudah pulang ke Indonesia".
",kenapa kamu milih jd penulis Bi".
"bagi gue nulis itu cara menuangkan isi perasaan dan fikiran gue, gue orangnya kurang percaya sama orang lain untuk hal hal menceritakan permasalahan gue, selain do'a nulislah bagi gue cara yang tepat mengeluarkan keluh kesah unek unek gue" Nera mengangguk.
"gue akan suport loe terus Bi".
"makasih Ner" Nera mengangguk.
__ADS_1
di Indonesia saat ini sudah lewat jam makan siang Tama sudah berada dirumahnya, setelah kemaren sempat menemukan alamat rumah Mirza dan Miranda. Tama mencoba menghampiri rumah itu namun sang penguni tidak ada dirumah. buru buru Tama pulang ke Semarang dan menceritakan pertemuanya dengan Mirza dan Miranda pada Laudiya.
"pa, bagaimana ya caranya kita menjelaskan kemereka tentang kesalah pahaman ini" ucap Laudiya.
"kita sudah bertahun tahun pa hidup bermusuhan dengan sahabat sendiri".
"papa masih bingung ma, mereka benar benar terlihat masih marah dan enggan mau berbicara dengan papa".
"andaikan waktu dapat diputar ya pa. mama memilih hari itu tidak pergi dari sana".
",sudahlah ma tidak usah disesali, yang jelas sekarang kita sudah menemukan tempat tinggal mereka, kita minta petunjuk sama Allah semoga diberikan kesempatan untuk bisa bersahabat lagi dengan mereka".
💦💦💦
dulu disebuah kota di Jogjakarta terdapat 6 orang bersahabat yang terdiri dari Tama Laudiya Mirza Miranda Firman dan Amanda.
selain bersahabat mereka juga menjalin sebuah hubungan, Tama dengan Laudiya, Mirza dengan Miranda dan Firman dengan Amanda.
setiap hari mereka selalu mengerjakan tugas bersama meski kuliyah dijurusan yang berbeda. mereka wisuda juga bersama haingga akhirnya satu persatu mereka menikah didahului oleh Tama dan Laudiya , Mirza dan Miranda lalu Firman dan Amanda.
persahabatan yang awalnya harmonis mendadak berubah menjadi permusuhan karena adanya kesalah pahaman hingga hari ini kedua pasangan Tama Laudia dan Mirza Miranda tidak pernah lagi bertegur sapa dan Mirza Miranda memilih memutus persahabatan diantara mereka lalu pindah ke Lampung.
"oma oma" panggil Leo.
"telfonin bunda oma, Leo kangen bunda".
"kamu ada nomornya gadis itu ma" tanya Tama.
"iya pa beberapa hari yang lalu mama ketemu dia dikantor".
"dikantor?" Laudiya mengangguk.
"ngapain dia dikantor".
"katanya si mau ketemu temennya" Tama mengangguk.
"ayok oma telfhonin bunda" rengek Leo lag sambil menggeret geret tangan Laudiya.
",iya iya ini oma telfhon".
tiga kali Laudiya menghubungi nomor Biandra aktif tapi tidak diangkat.
__ADS_1
"mungkin bundanya masih sibuk sayang, oma kirim pesan ya biar nanti kalau bunda sudah gak sibuk bisa langsung telfhon oma" Leo mengangguk dengan ekspresi kecewa.
______💦💦💦💦
kembali ke Biandra dan Nera yang sedang berbelanja disupermarket membeli kebutuhan sehari hari mereka.
"Ner hati hati pilih dagingnya ya, jangan sampai ambil daging babi" ucap Biandra mengingatkan Nera
"Bi Bia babi itu yang bunyinya grok grok itu kan ya" Biandra mengangguk.
"kalau sapi emmmoooh itu kan" Biandra mengangguk lagi .
"kalau ayam petok petok itu kan?" Biandra mengangguk lalu menoleh kearah Nera.
"kalau kambing embeeeeekkkk" jawab Biandra terkekeh Nera jiga ikut terkekeh,
"kalau buaya Bi," tanya Nera Biandra menoleh lagi.
"I Love you ukhti" .
"hahahahah" jawaban Biandra membuat mereka berdua tertawa kekeh.
"Buaya darat itu mah Gimick kaum milenial zaman sekarang" ucap Nera
"pernah kemakan buaya darat ya Lu Ner".
"enggak cuma kegigit doang".
"ada bekasnya gak".
"gak, udah seteril".
"hahah kita bahas apa si Ner".
"gatau Bi".
"hahahah" mereka kembali tertawa.
"eh udah nih Ner semua kebutuhan sudah kita dapatin"
",yaudah yuk kekasir terus pulang" mereka berdua langsung kekasir dengan mendorong kranjang belajaan.
__ADS_1
deg
"laki laki itu kan yang tadi" batin Biandra yang memperhatikan laki laki yang sama dengan di Perpustakaan tadi. entah kenapa rasanya Biandra penasaran dan ingin melihat wajah pria itu.