BIANDRA

BIANDRA
13. Saling Ngobrol


__ADS_3

oma oma aku pengen ketemu Bia oma" ucap Leo pada Laudia, Laudia pun bingung harus mengabulkan permintaan Leo dengan cara apa, karena Laudia tidak ada kontak atau apapun yang bisa menghubungi dan mempertemukan nya dengan Biandra. hingga akhirnya Laudia mengajak Leo untuk jalan jalan ke Mall membeli mainan baru.


keesokan harinya Biandra sibuk seharian untuk pemotretan dan ditemani oleh Ayu pastinya. pemotretan selesai sampai hampir maghrib dan itu sangat melelahkan sekali untuk Biandra juga Ayu. sekitar pukul 20.00 WIB mereka pulang dan sepulangnya dari pemotretan Biandra dan Ayu menyempatkan diri mampir ketaman dekat hotel untuk membeli beberapa cemilan, dan tidak sengaja mereka bertemu dengan Azka disana


"Bang Azka", sapa Ayu dengan melambaikan tangan lalu berjalan menghampiri Azka


"hay, kalian disini juga" tanya Azka yang melihat kedatangan Ayu dan Biandra


"iya, kami sering kesini kalau mau pulang kehotel, untuk membeli makanan jajanan disini" jawab Biandra dengan ramah


"bang Azka kesini sendiri" tambah Ayu yang duduk didepan Azka, Azka pun menggelengkan kepala


"eh Ay, bang Azka bentar ya, gue ketoilet dulu" pamit Biandra dan buru buru berjalan menuju ketoilet dan dijawab anggukan oleh Ayu juga Azka


"lalu sama siapa bang kalau tidak sendiri" tanya Ayu menyelidik seperginya Biandra


"sama si bos, kami sering banget nongkrong disini, ya sama seperti kalian untuk membeli makanan dan jajanan yang ada disini, menikmati suasana disini" jawab Azka dengan antusias


"oh ya, kok kita tidak pernah ketemu ya bang" jawab Ayu "iya ya" jawab Azka juga, lalu mereka tertawa


"tapi bang, kalian kok mau si nongkrong ditempat seperti ini, kenapa tidak dicafe atau bar gitu, secara kalian kan orang kaya, berduit, gaul pastikan karena anak kota, tentu sering dong ke cafe atau bar" tanya Ayu yang memang sangat cerewet dan ceplas ceplos kalau bertanya, Azka pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepala


"kalau nongkrong dicafe kami sering, tapi kalau ke Bar, No" jawab Azka dengan menggerakan jari telunjuknya, Ayu pun tidak langsung percaya, karena baginya orang seperti Azka dan Lian tipe cowo yang sering ke bar. mengingat Azka adalah cowo yang pecicilan


"gue sama pak bos tidak suka dengan suasana bar, yang penuh alkohol" tutur Azka dan semakin membuat Ayu penasaran


"masak si kalian tidak pernah minum" selidik Ayu yang terlihat rasa penasarannya, Azka pun melempar snack kearah Ayu karena gemas dengan cerewet dan kepoan Ayu, tapi baginya itu tidak masalah, dan dengan senang hati Azka bercerita dengan Ayu


"kalau gue pernah Ay, tapi kalau pak bos sama sekali belum pernah, meskipun dia itu cowo kaku tapi ilmu agama yang diberikan orangtuanya sangat kuat, jadi dia sangat anti dengan alkohol" tutur Azka yang membuat Ayu merasa bersalah karena sudah soudzon dengan Lian juga Azka

__ADS_1


"dulu gue sebelum akrab dengan Lian dan kedua orangtuanya, gue pemabuk berat, tapi Alhamdulillahnya Allah menyelamatkan gue melalui keluarga Lian yang kebetulan mereka tetangga gue dari Lian SD. hingga gue diberi kerjaan diperusahaan keluarga bos Lian dan juga gue sudah dianggap anak sendiri oleh orangtua Lian" Azka tidak segan untuk menceritakan masa lalunya dengan Ayu


"abang kenapa bisa jadi pemabok berat waktu itu" tanya Ayu lagi


"gue mengalami broken home, lalu kedua orangtua gue menikah lagi dengan pasangan baru nya masing-masing, lalu gue hidup sebatang kara, adik gue dibawa nyokap dan juga gue ditinggal Maried sama pacar gue, gue hancur gue merasa tidak ada tempat untuk berbagi keluh kesah gue, hingga akhirnya gue terjerumus ke dunia malam itu, tapi memang salah gue sendiri si, cwe gue minta kepastian dan gue gk bisa ngasih itu, karena posisinya gue sedang broken home dan tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menikahi cwe gue diusia gue yang baru sekitar 22 tahunan lah" jawab Azka lagi dengan cengengesan dan membuat Ayu terharu juga kasian dengan masa lalu Azka yang menurutnya menyedihkan


"tapi itu dulu Ay, sekarang gue udah dijalan yang bener, itu semua berkat bimbingan orangtua Lian juga" tutur Azka dan diakhiri senyum cengengesannya


"eh gantian dong loe cerita tentang kehidupan loe" ucap Azka yang juga penasaran dengan kehidupan Ayu


disisi lain Biandra yang baru saja keluar dari toilet tidak sengaja bertabrakan dengan Lian yang juga baru keluar dari toilet dari arah berlawanan


"eh sory sory" ucap Lian, biandra yang merasa tidak asing dengan suara itu langsung menoleh kearah sang pemilik suara


"pak Lian, maaf pak saya tidak sengaja" ucap Biandra sambil menundukan kepalanya


"pak Lian tunggu" ucap Biandra dan dengan segera mengejar Lian, Lian pun berhenti dan membalikan badanya..


""ya, kenapa" tanya Lian dengan ekspresi wajah yang sangat datar


"bapak kesini sama bang Azka ya" tanya Biandra dan dijawab anggukan oleh Lian


"kok tau" tanya Lian menyelidik


"tadi saya bertemu dengan bang Azka di bawah pohon sana " ucap Biandra sambil menunjuk arah pohon tempat bertemunya dengan Azka tadi


"yaudah kita kesana" ajak Lian namun Biandra menolaknya


"gak usah pak, kita kearah sana saja ya" ucap Biandra yang menunjuk arah berlawanan dari tempat Azka dan Ayu

__ADS_1


"kenapa" tanya Lian dengan posisi bingung dan menyilangkan kedua tangannya


"biarin bang Azka ngobrol dengan Ayu, sebelum kami pulang ke Lampung" jawab Biandra sambil berjalan


"saya tau kalau bang Azka ingin sekali ngobrol berdua dengan Ayu, tapi selalu ada saya diantara mereka, jadi mumpung ada kesempatan biarin saja dulu mereka saling ngobrol berdua, dan saya sama bapak" ucap Biandra dan membuat Lian seketika menghentikan langkahnya dan bingung dengan ucapan terakhir Biandra


"maksud saya, biar saya sama bapak disini saja memberikan bang Azka dan Ayu waktu untuk ngobrol dan kita juga bisa saling ngobrol pak" Lian pun mengangguk


"pak suka sate satean gak" tanya Biandra menunjuk salah satu kedai yang menjual berbagai macam sate Lian pun mengangguk karena memang dia suka sate


"yaudah yuk kita kesana" Lianmengangguk dan mereka berjalan ke kedai yang dimaksud


tanpa terasa Biandra malam ini melihat Lian tersenyum karena semenjak pertama bertemu dia belum pernah melihat Lian tersenyum yang ada hanya ekspresi datar yang disuguhkan Lian


sambil menikmati sate, Lian yang kaku hanya banyak diam dan Biandra yang ramah juga periang yang selalu memulai obrolan


"oiya pak, pak Lian sejak kapan menggeluti dunia bisnis" tanya Biandra membuka obrolan setelah beberapa menit saling terdiam dengan fikiran masing masing


"mulainya si udah lama, udah dari delapan tahunan yang lalu, begitu lulus kuliyah papa memintaku membantunya ngurus perusahaan, tapi mulai bener bener gue yang ngehendel pekerjaan kantor ya sekitaran setahunan ini lah" jawab Lian dengan terbuka


"papa pak Lian masih juga ikut ngurus perusahaan" tanya Biandra dan dijawab gelengan oleh Lian


"setaunan yang lalu kakak gue kecelakan dengan suaminya dan meninggal, semenjak itu papa menyerahkan semua urusan kantor ke gue, karena beliau sering sakit memikirkan kematian kakak gue" tutur Lian dan membuat Biandra merasa bersalah karena sudah membuatnya mengingat tentang kesedihan yang menimpa keluarganya


"maaf ya pak, saya tidak ada maksud membuat bapak mengingat kejadian yang menyedihkan di keluarga bapak" ucap Biandra yang sangat merasa tidak enak


"tidak apa apa Bi, itu sudah menjadi takdir Allah, papaku juga sekarang sudah sehat, sudah ikhlas sekarang, tapi beliau memilih untuk pensiun kerja dan ngejagaian anak kakak gue" tutur Lian dan dijawab Anggukan oleh Biandra.


malam itu membuat Lian dan Biandra bisa saling ngobrol dan bertukar pengalaman, ternyata Biandra salah dengan pemikirannya terhadap Lian, ternyata Lian tidak sepenuhnya kaku, dia juga bisa becanda dan banyak omong, tapi harus ada yang memulai duluan

__ADS_1


__ADS_2