BIANDRA

BIANDRA
27. Pecel Lele.


__ADS_3

"Silahkan masuk tuan putri" ucap Azka saat membukakan pintu apartemen pada Biandra dan Ayu.


"terimakasih bang" ucap Biandra.


"rapi, dan disainnya seperti pak Aulian dingin dan kaku tapi sangat sangat bersih" batin Biandra dan terkekeh dalam hatinya mengingat sikap Aulian yang kaku dan dingin seperti kutub utara.


"kamarnya ada disebelah sana, kalau ada apa apa hubungi gue ya" ucap Azka.


"iya bang" jawab Ayu.


"yaudah gue pamit goodnight" ucap Azka lalu meninggalkan Biandra dan Ayu.


Keesokan harinya setelah bangun tidur Biandra membuka tirai jendela apartemen dan keluar kebalkon, dipagi hari itu udara masih terasa dingin dan segar. kabut masih berselimut pemandangan disekitar apartemen sangat menyehatkan mata Biandra.


"rasanya gue akan betah tinggal disini, andaikan gue bisa lama tinggal disini" batin Biandra.


"eh apaan si ngayalnya" gerutu Biandra lalu masuk kedalam kamar dan mandi.


hari itu Biandra benar benar sibuk dengan syutingnya dan semenjak menjadi brand ambassador salah satu produk TL groub namanya makin dikenal publik, terutama dikalangan para muslimah. Biandra benar benar sangat bersyukur dengan apa yang diperolehnya saat ini.


"malam Bi, Ay" ucap Azka yang menghampiri Biandra dan Ayu dengan semangat empat lima.


"malam bang". jawab Ayu dan Biandra.


"udah selesai"


"udah bang"


"yuk pulang" ajak Azka. sebenernya modusnya Azka aja yang mau deket deket dengan Ayu.


dalam perjalanan pulang Azka mengajak Biandra dan Ayu makan malam. dan kini mereka bertiga berhenti di restaurant embun.


"eh gimana gimana cerita kalian berdua selama dua bulan ini" tanya Azka yang sangat kepo dengan Ayu.


"wh bang kemaren si Bia ulangtahun tu" cerocos Ayu.


"oiya," Ayu mengangguk.


"happy brithday ya By".


"makasih bang" jawab Biandra."


"ngeliyat Ayu bahagia didekat bang Azka kok gue jadi pengen ndeketin mereka berdua ya" batin Biandra yang melihat kebahagiaan diantara dua orang didepannya.


"Bang, Ay. gue duluan ya pusing banget kepala" ucap Biandra yang ingin membiarkan Ayu dan Azka ngobrol berdua agar saling mengenal.


"kok duluan Bi. elo belum makan loh" ucap Ayu.

__ADS_1


"udah gak papa gue bisa delivery nanti diapartemen, gue duluan ya naik taxi" ucap Biandra sambil mengedipkan matanya ke Azka. seolah memberikan kode untuk ngobrol dengan Ayu. Azka pun langsung paham dan tidak akan menyia nyiakan waktu.


"duluan ya, Assalamualaikum" ucap Biandra lu meninggalkan Ayu dan Azka.


brukkk


"aduh aduh maaf maaf saya gk sengaja" ucap Biandra yang menabrak Aulian.


"bapak" Sontak membuat Biandra kaget karena Aulian sudah memasang ekpresi marah.


"kamu ini hobi banget nabrak orang".


"maaf pak, saya gak liyat, tadi lagi nyariin HP didalam tas, lagian bapak juga si jalan gak liyat liyat berati bapak juga salah dong" cerocos Biandra lalu menutup mulutnya saat sadar siapa yang diajak ngomong saat ini. Aulian tersenyum melihat ekpresi Biandra namun segera dia hilangkan.


"emang kamu mau kemana, kenapa sendirian, mana Ayu" tanya Aulian dan Biandra pun membuang tangannya dari mulut.


"itu Ayu lagi sama bang Azka".


"terus kamu mau kemana".


"pulang keapartemen bapak".


"sendirian" tanya Aulian dan dijawab anggukan oleh Biandra.


"ayok saya antar".


"kamu mau kejadian malam itu terulang lagi" Biandra menggelengkan kepala.


"yaudah ayok saya antar" Aulian memaksa Biandrapun menuruti .


"ni orang banyak omong juga ternyata" ucap Biadra dalam hati yang heran atas sikap Aulian sekarang, yang dia ketahui selama ini. Aulian adalah sosok pemuda yang kaku dingin dan irit bicara.


"Bia saya denger ya kamu ngomongin saya, cepetan masuk mobil". entah ada kekuatan dari mana, Aulian juga bingung kenapa sekarang dia berani banyak omong.


"hah, bisa bisanya dia tau isi hati gue" batin Baindra lalu segera masuk mobil Aulian.


"dalam perjalanan hanya hening tidak ada obrolan diantara mereka karena sama sama canggung hingga akhirnya Biandra memulai duluan untuk bersuara.


"pak" ucap Biandra sambil memegang perutnya dan Aulian menoleh kearahnya.


"kenapa" jawab Aulian datar.


krucuk krucuk krucuk.


"aduh perut malu maluin aja sih, kenapa bunyi diwaktu yang gk tepat" batin Biandra dan membuat Lian tersenyum kecil.


"kamu laper" tanya Aulian. Biandra menggelengkan kepala tapi lagi lagi perutnya berbunyi dan membuat wajah Biandra memerah karena malu.

__ADS_1


"mau makan apa, kita makan dulu ya" ucap Aulian namun Biandra hanya diam bingung harus jawab apa.


"kita makan pecel lele dipinggir jalan saja ya pak"


"pinggir jalan kotor Bi" ucap Lian.


"enggak pak, udah deh ikutin Bia aja" dengan sedikit kesal Aulian pun nurut apa yang dikatakan Biandra san berhenti di tenda pecel lele pinggir jalan setelah perdebatan panjang.


"Ayok pak turun" ajak Biandra.


"kamu yakin makan disini, kita ke restaurant saja lah".


"enggak pak. kita makan disini, kalau bapak mau kerestaurant silahkan. tapi Bia akan makan disini" mau tidak mau Aulian mengalah dan mengikuti omongan Biandra lagi.


"yaudah ayuk turun" jawab Aulian dengan kesal dan membuat Biandra ketawa kecil.


"kita duduk disini ya pak sambil melihat langit" tunjuk Biandra pada bangku yang ada diluar tenda pecel lele. Aulian hanya diam datar tanpa ekspresi.


"pak pecel Lele tiga ya sama esteh dua" ucap Biandra pada sang pemilik tenda pecel lele.


"tiga, banyak banget" ucap Lian kaget.


"saya laper pak, dah sini duduk, nanti bapak Bia kasih satu porsi" Biandra menepuk bangku disampingnya menyuruh Aulian duduk.


"bapak gak biasa ya pak makan ditempat beginian" Aulian mengangguk.


"hmmmm padahal enak tau pak makan ditempat seperti ini" tutur Biandra.


tak lama kemudian pesenannya datang Biandra yang sudah merasa kelaparan menampakan ekspresi girang dan ingin segera menyantap makanan.


"akhirnya datang juga, ayok pak makan gak usah malu malu" ajak Biandra.


"gak, kamu aja" jawab Aulian ketus.


"hemmm enak loh. cobain aja dikit".


krucuk krucuk krucuk suara perut Aulian.


"tukan lapar, udah makan saja gak usah malu malu" dalam hati Biandra ketawa terbahak bahak dengan tingkah bosnya ini.


"sial perut"" batin Aulian. dengan ragu ragu Aulian mulai makan pecel lele didepannya yang menurutnya menggoda untuk diimakan.


"enak" satu kata yang diucap Aulian saat merasakan sensasi sambal pecel lele.


"apa aku bilang enak kan" .


tidak perlu waktu lama untuk Aulian menghabiskan satu porsi pecel lele, bahkan dia meminta nambah dan hal itu membuat Biandra menggelengkan kepala dan ketawa. tidak menyangka bosnya yang jijik an ini bisa makan habis tiga porsi pecel lele pingggir jalan. Biandra memiliki rasa kemenangan sendiri karena sudah berhasil membawa bos kutub utaranya ini makan dipinggir jalan.

__ADS_1


__ADS_2