
Hari ini adalah hari Biandra berangkat ke Jepang bersama Nera perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih selama 13 jam, Sebelum berangkat Biandra melakukan drama perpisahan dengan kedua orangtuanya yang mengantar Biandra sampai Bandara.
"Bia berangkat ya yah, bun. Ayah bunda hati hati dirumah jaga kesehatan" ucap Biandra dengan senyum menahan air mata, dia tidak mau terlihat sedih didepan orangtuanya.
"iya, kamu juga hati hati disana ya nak, jaga diri jaga kesehatan jangan tinggal Sholat lima waku" ucap sang ayah sambil memeluk Biandra.
Biandra pun berjalan meninggalkan kedua orangtunya, Bunda menangis dalam pelukan ayah. Baru kali ini mereka akan ditinggal jauh dengan waktu yang cukup lama oleh putri semata wayangnya. kalau biasanya hanya akan ditinggal Biandra paling lama dua minggu untuk traveling. tapi kali ini mungkin Biandra akan pergi selama setahun baru akan pulang disaat lebaran nanti.
setelah Biandra tak tampak dari pandangan ayah bundanya, mereka langsung pergi meninggalkan Bandara.
"udah ya Bund jangan nangis terus, Anak kita pasti akan baik baik saja disana, bunda tau kan bagaimana Bia" ucap ayah menenangkan bunda sambil berjalan menggndeng bunda.
"iya yah tapi tetap saja seorang ibu akan merasa sedih ketika ditinggal anaknya".
BUGHHHHHHH
"Ah, maaf maaf saya kurang fokus berjalan" ucap seseorang yang menabrak Ayah Bia.
"tidak apa apa pk" jawab ayah dan mereka berdua bersamaan mengangkat kepala, kedua mata saling bertemu bertatap.
"Mi Mirza, Miranda" ucap orang itu.
"Tama" ucap ayah dan bunda bersamaan yang kaget dengan orang didepannya ini.
"Mirza aku minta maaf soal tadi dan soal___
"cukup" jawab Mirza memotong ucapan Tama.
"ayok bund" Ayah Bia mempererat genggamannya dan berlalu dari hadapan Tama.
"Mirza tunggu, aku sudah lama mencari kalian untuk menjelaskan sesuatu Mirza" ucap Tama yang mencoba mengejar ayah dan bunda Bia namun mereka tetap berjalan tidak mau berhenti menghirukan Tama. hingga bunyi telphon menghentikan langkah Tama mengejar Mirza dan Miranda.
"ahhh sial waktunya tidak tepat, aku sudah telat" Tama lalu berlari menjauh dari langkah Mirza dan Miranda.
"yah, kenapa kita harus ketemu dia lagi yah, Bunda masih sakit hati yah" ucap bunda Bia saat sudah didalam mobil.
"pertemuan ini bukan kita yang meminta, ini murni tidak sengaja jadi jangan menyalahkan waktu dan keadaan bund" jawab Mirza.
"kita cepat pulang ya, bunda harus istirahat dari semalem nangis, ayah hawatir bunda pusing karena efek menangis yang berlebihan". ucap ayah Bia penuh perhatian.
"iya yah ayok pulang, sepanjang perjalanan Miranda hanya diam memandangi jendela kaca mobil mengingat masa lalu yang mereka alami.
ditempat Tama saat ini dia sedang meeting, pertemuanya dengan Mirza dan juga Miranda membuatnya tidak fokus. Tama terlihat sering melamun.
"jadi bagaimana pak, apa bapak setuju" ucap clien Tama .
"pak, pak Tama" panggil clientnya lagi.
"oh iya gaimana pak". jawab Tama yang terbangun dari lamunannya.
__ADS_1
"are you okay pk" tanya clien yang melihat wajah Tama nampak puncat.
"Oh. I Am Oke" jawab Tama lalu membenarkan posisi duduknya.
"jadi bagaimana, apakah bapak setuju".
"sial gue terlalu memikirka Mirza dan Miranda jadi gak fokus membahasa pertemuan ini" umpat dalam hati Tama. Tama langsung menoleh kearah sekretarisnya untuk meminta jawaban, sekretarispun mengangguk.
"Iya saya setuju" jawab Tama lalau bersalaman dengan sang Clien.
ditempat Biandra saat ini dia sudah sampai di apartemen yang akan ditempati bersama Nera. mereka tinggal di satu gedung apartemen yang sama dan memilih tinggal bersama agar tidak kesepian dan mudah meminta bantuin jika terjadi apa apa.
"akhirnya sampai juga, lelah ya Bi" ucap Nera sambil membuka pintu apartemen.
"iya Ner, gue telphon ayah gue dulu ya Ner" jawab Biandra yang langsung menelfhon ayahnya sesampainya di apartemen.
begitu juga Nera memilih untuk segera menelfon memberi kabar kedua orangtuanya jika sudah sampai.
"tempatnya sederhana, bersih dan terlihat nyaman ya Ner, aku suka " ucap Biandra selepas telfonan dengan orangtuanya.
"sama Bi aku juga suka, desain ruanganya tu elgant menurut aku.
"eh Bi telphon si Ayu Bi"
"Assalamualaikum gaes" jawab Ayu yang terlihat sedang duduk disofa.
"Waalaikumussalam Ay kita sudah sampai nih" jawab Bia.
"Bagus gak tempat tinggalnya"
"Bagus banget tuh" Biandra mengarahkan telphonya kesudut ruangan.
"terlihat sederhana tapi elegant juga ya, rapi" jawab Ayu.
"iya ni Ay" jawab Biandra dan Nera bersamaan.
"lagi apa loe Ay" tanya Biandra.
"habis bikinin makan malam suami".
"eheeem nambah akur aja nih" ucap Nera menggoda Ayu.
"cari pahala gaes cari pahala" jawab Ayu.
"bang sini, ini Bia sama Nera telphon, mereka sudah sampai Jepang".
suami Ayu pun langsung duduk disamping Ayu.
__ADS_1
"hy Bi, Ner" sapanya.
""Hy bang Omar" jawab Biandra dan Nera bersamaan.
"bagaimana disana betah".
"yaelah baru juga sampai bang udah ditanya betah gak nya, tapi kayaknya si aku betah karena cowo cowo disini ganteng ganteng, putih putih" jawab Nera membuat Biandra Ayu dan Omar tertawa.
"eh Ner, elo disana mau belajar apa cari opa opa" ucap Ayu.
"ya belajar sambil cari opa boleh dong ay, sekali mendayung dua pulau terlampaui" jawaban Nera membuat mereka tertawa.
"emang si Nera otaknya cowo muluk. untung loe pinter, ada nilai Plusnya lah" jawab Ayu terkekeh.
"eh udah dulu ya Ay, kita mau beres beres kamar dulu, kalian istirahatlah. disana sudah jam 10 malam kan" ucap Biandra.
"iya Bi, kalian berdua hati hati disana ya gaes pulang jangan lupa bungkus opa satu".
"bungkus satu diikat sama karet ya Ay" jawab Biandra mereka tertawa bersama.
"yaudah Bye Ayu Asalamualaikum" ucap Bia lalu mematikan telphonyan.
"Ner loe milih kamar yang mana". ucap Bia yang sudah ingin membersihkan diri.
"yang diatas ya Bi" jawab Nera nunjuk kamar dilantai dua.
"yaudah gue masuk kamar gue ya, lengket semua badan gue mau mandi".
"ehh Bi Bi malam ini kita makan apa ya". tanya Nera yang perutnya sudah minta amunisi.
"Gofood aja Ner".
"emang disini ada Gofood Bi" .
"ada".
"kirain cuma diNegara kita aja yang ada".
"hahaha gayak lu Ner sok polos pura pura gak tau".
."heee canda Bi, yaudah aku pesen sekarang ya biar nanti selesai mandi makananya sudah sampai" Biandra mengangguk .
"loe mau makan apa Bi". tanya Nera sambil mengeluarkan setan gepengnya.
"samain loe aja Ner penting yang ngenyangin ya" ucap Biandra diambang luntu kamarnya.
"yoi tuan putri" jawab Nera yang sudah fokus dengan setan gepengnya.
hayyyy Luuur jangan lupa like komen vote nya yahh, biar Author nambah semangat nulisnya...
__ADS_1