
Biandra dan kedua orangtuanya sampai kampus untuk melaksanakan prosesi wisuda Biandra. GSG kampus sudah dipadati dengan wisudawan dan wisudawati dari berbagai jurusan.
"Ayu, Nera" teriak Biandra lalu menghampiri kedua sahabatnya yang sedang berdiri di pinggiran pintu masuk gedung.
"Biaaaaaaa" ucap Nera dan Ayu bersamaan lalu mereka berpelukan.
"cantik banget loe Maymunah" ucap Ayu.
"iya dong, loe dan Nera juga cantik. cantik banget malah".
"yasudah yuk masuk" ajak Nera.
mereka bertiga masuk dan langsung duduk ditempat duduknya masing masing. acara wisuda berjalan dengan khidmat. Diwisuda periode ini Biandra menjadi wisudawati terbaik dikampusnya, sebagai orangtua tentu sangat bangga dan bahagia yang dirasakan oleh orangtua Biandra.
dua jam telah berlalu acara wisuda sudah selesai mereka semua saling berfoto satu sama lain.
"selamat ya buat kalian semua". ucap Bia pada teman temannya.
"selamat juga ya Bi". balas teman temannya.
"Bia selamat" ucap Ayu.
"selamat juga buat Ayu chant. ucap Bia sambil memeluk Ayu.
"ihh gue gak diajak pelukan, jahat ya loe berdua" ucap Nera yang baru datang menghampiri sambil memasang wajah cemberut.
"ih iya sini sini, selamat ya Ner, jadi sarjanah" ucap Biandra.
"iya selamat juga buat kalian berdua" jawab Nera. mereka bertiga berpelukan tanda bahagia.
"yasudah gue ke orangtua dulu ya gaes, sampai jumpa besok lagi ya" ucap Biandra lalu keluar gedung dari pintu depan dan menghampiri orangtuanya yang sudah menunggu diluar. begitupun juga dengan Ayu, Ayu lewat pintu samping karena dia akan bertemu dengan seseorang terlebih dahulu.
"hay bang Azka" sapa Ayu pada Azka yang berdiri tidak jauh dari pintu samping gedung.
"hay juga Ay, selamat ya" Azka memberikan sebongkah buket bunga pada Biandra.
"makasih ya bang". Azka mengangguk.
"Ay, ada yang mau aku omongin serius ke elo" .
"apa bang?".
"Ayu, kamu disini nak" ucap papa Ayu yang menghampirinya bersama mama juga adik Ayu.
__ADS_1
"eh papa iya pa".
"oiya pa, kenalin ini bang Azka, asisten bosnya Ayu yang di Semarang".
Azka langsung menyodorkan tangannya dan mencium punggung tangan papa mama Ayu.
"Azka om".
"Firman" ucap Papa Ayu sambil tersenyum.
"Maya" ucap mama Ayu sambil tersenyum juga.
"ayok mampir kerumah kita ngobrol ngobrol saja dirumah nak Azka, dirumah ada syukuran kecil kecilan untuk Ayu".
"iya bang ayok kerumah" ajak Ayu, Azka mengangguk dan mereka langsung berjalan menuju parkiran. namun sesampainya parkiran papa Ayu merintih kesakitan dan pingsan.
"akh akh akh" .
"pa papa kenapa pa" ucap mama Ayu.
"papa kenapa ma". tanya Ayu yang kaget melihat papanya.
"gatau Ay" jawab mama Ayu dengan panik.
"pah, papah kenapa pah. papa bangun pah" ucap mama Ayu sambil menangis duduk disamping papanya. sementara Ayu duduk didepan samping pengemudi. Ayu dan adiknya juga panik , terlihat Ayu menahan air matanya.
"Ay, kamu tenang ya, kamu juga tenangin mama kamu. jangan ikutan panik" Azka mencoba menasehati Ayu agar bisa tenang.
tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. papa Ayu segera dilarikan ke UGD.
tak lama kemudian dokter keluar.
"dok gimana keadaan papa saya" tanya Ayu.
"papa nona terkena serangan jantung mendadak. tapi sudah bisa kami tangani, silahkan masuk kalau ingun menjenguk" Ayu mengangguk.
"ayo ma" Ayu masuk dengan memapah mamanya dan di ikuti adiknya serta Azka.
"pa, papa kenapa bisa sakit pa" ucap Ayu papanya tersenyum.
"Ayu, papa gak apa apa nak, sini anak gadis papa, papa mau ngomong" Ayu mendekat dan duduk disamping papanya. papa Ayu tersenyum dan mengusap kepala Ayu.
"Ayu sekarang sudah lulus kuliyah. papa ingin jodohin Ayu sama anak teman papa, Ayu jangan menolak ya".
__ADS_1
jeduuuuuar
hati Azka yang mendengar ucapan papa Ayu rasanya langsung meletus dan bagai disamber petir. karena kedatangan Azka ketempat Ayu tujuannya adalah untuk melamar Ayu tapi belum sampai menyampaikan maksud dan tujuannya sudah tertolak dengan perjodohan dari papanya Ayu.
"kenapa harus ada perjodohan si pa, Ayu gak mau pa" Ayu menolak dengan menangis.
"kamu harus mau nak, yah. mau ya" Ayu menangis sesenggukan didepan papanya dan mamanya mengusap kepala Ayu sambil menahan air mata.
"papa gak pernah minta apa apa sama Ayu. hanya ini permintaan pertama dan terakhir papa". Ayu masih menundukan kepalanya sambil menangis.
Azka sudah tidak sanggup mendengarkan itu, dia langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan Ayu bersama keluarganya.
drettt dreettt Telfon Azka berbunyi.
ditempat Lian. Lian tadinya datang bersama Azka di acara wisudanya Biandra, namun mereka berpisah saat mencari Biandra dan Ayu.
Lian sengaja tidak memberitahu Biandra tentang kedatangannya dan tujuannya datang. Lian berjalan ditengah tengah kerumunan manusia dengan membawa buket bunga dan cincin di saku jaaznya yang akan digunakan untuk melamar Biandra. mata Lian memandangi kesana kesini mencari sosok gadis pujaan hatinya.
"nah itu Biandra" batin Lian yang merasa bahagia melihat sosok Biandra dengan senyum yang Lian keluarkan. namun beberapa langkah saat akan mendekati Biandra , Lian tiba tiba berhenti karena melihat Omar lebih dulu menghampiri Biandra.
deg...
"itu, itu bukannya laki laki yang bersama Biandra di saat olimpiade di Singapore" batin Lian sambil mengingat wajah Omar. Lian memutuskan untuk berhenti dan menunggu Omar selesai ngobrol dengan Biandra.
"Biandra" ucap Omar .
"eh bang Omar, kenapa bang" jawab Biandra.
"selamat ya sudah jadi sarjana" ucap Omar sambil menyerahkan buket bunga .
"oh iya terimaksih bang, selamat juga buat abang" balas Biandra. lalu Omar berjongkok membuat Biandra kaget.
"Biandra izinkanlah saya menjadikanmu istri saya, dan kita melanjutkan pendidikan kita bersama sama dikampus yang sama dan menua bersama" ucap Omar sambil menunjukan sebuah cincin dikotak cincin.
jeddddduuaaaaaar
hati Lian terasa disambar petir melihat dan mendegar apa yang diucapkan Omar dari jarak kurang lebih lima meter. karena banyak orang yang berseliweran didepan Lian membuat Biandra tidak menyadari kalau ada Lian sejak tadi yang memperhatikannya.
Hati Lian hancur fikiran nya sudah tidak tenang, karena Lian tau kalau sebenrnya Biandra menggumi dan menyukai Omar. Lian mengetahui itu ketika di acara olimpiade Ekonomi Bisnis di Singapore beberapa waktu yang lalu. Lian memperhatikan cara Biandra menatap Omar. dan sekarang Lian melihat dengan kepala matanya sendiri kalau Omar juga menyukai Biandra dan menyatakan ingin menjadikan Bianra istrinya.
Lian memilih segera pergi dari tempat itu sebelum Biandra menyadari keberadaanya, Lian buang ke tempat sampah bunga yang dia bawa dan dia mengusap airmatanya yang berhasil keluar lalu menelfon Azka.
pertama kalinya Lian merasakan jatuh cinta dan pertama kalinya Lian merasakan patah hati.
__ADS_1
"