BIANDRA

BIANDRA
44. Ungkapan Isi hati Lian


__ADS_3

Lian melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh sampai berhenti disebuah rumah sakit membuat Biandra bingung. mereka berdua sampai dirumah sakit bersamaan dengan datangnya Azka. Lian dan Azka hanya sama sama mengangguk saat menyadari mata keduanya bertemu.


"loh kak, kita kenapa kerumah sakit siapa yang sakit? tanya Biandra.


"mama dan Leo kecelakaan"


"pa bagaimana keadaan mama sama Leo pa" tanya Lian yang melihat papanya tengah duduk sendiri didepan ruang rawat Leo.


"mama sedang dioperasi dan Leo sedang ditangani dokter diruangan itu" jawab Tama dengan sendu.


"kenapa bisa terjadi kecelakaaan pa"


"kata saksi yang melihat taksi yang ditumpangi mama berada dibelakang truk ketika sampai ditanjakan truk itu tidak kuat nanjak dan malah melaju mundur hingga membuat rinsek taksi mama, sopirnya meninggal ditempat tubuh mama, mama gunakan untuk melindungi Leo hingga akibatnya mama terluka parah". Tama nampak begitu sedih Lian langsung memeluk Tama menguatkan Tama.


"Lian, kenapa kecelakaan datang lagi dikeluarga kita, dan kenapa harus orang orang yang papa sayangi yang mengalaminya. cukup Kakakmu dan suaminya yang pergi karena kecelakaan, tapi jangan mama dan Leo juga ikut menyusul mereka" Tama berkata dengan mata berkaca kaca.


"tidak akan terjadi apa apa dengan mama dan Leo pa, papa tenanglah" Azka dan Biandra hanya dapat diam tak berani untuk berkata apa apa.


tak lama dokter yang menangani Leo menghampiri Tama.


"ma'af tuan" ucap Dokter.


"oh dokter, ya dok bagaimana cucu saya". ucap Tama lalu berdiri didepan dokter.


"cucu anda tidak apa apa hanya mengalami shock dan luka luka ringan dari tadi dia memanggil bunda nya, tolong bunda pasien suruh masuk untuk menemani" ucap Dokter.


Tama dan Lian menatap Biandra bersamaan. Biandra paham arti tatapan itu.


"masuklah nak, temani Leo".


"baik om, saya permisi".


didalam kamar rawat Leo Biandra mendengar Leo yang sedang terbaring menangis.


"Leo" ucap Biandra yang langsung duduk di tepi bankar Leo.


"bunda, bunda jangan tinggalin Leo ya bund Leo takut". Leo langsung memeluk Biandra.


"iya sayang bunda disini nemani Leo, tapi Leo harus janji tidak boleh menangis dan harus segera sembuh" Leo mengangguk.


dreet dreeet dreet


""eh sebentar ya, handphon bunda bunyi ayah bunda nelfhon" Leo mengangguk.


"Assalamualaikum yah" jawab Biandra saat wajah Mirza terlihat dilayar handphonya


"Walaikumusalam sayang, kamu sehat nak".


"Alhamdulillah sehat yah".


"Bi kamu dimana sayang, itu seperti infus" ucap Miranda/ Bunda Biandra yang melihat ada infus diatas Biandra.


"oh ini infus Leo bund" Biandra mengarahkan handphonya ke Leo.


"ini Leo yang pernah kamu ceritakan dulu, yang memanggil kamu bunda" Biandra mengangguk.

__ADS_1


"Leo sakit apa nak". Miranda nampak cemas mendengar Leo dirawat.


"habis kecelekaan bund bersama omanya".


"Leo ini orangtua bunda, beri salam sayang".


,*Assalamualaikum orangtuanya bunda aku Leo".


"waalaikumussalam Leo anak manis".


"bolehkan aku memanggil kalian oma opa. seperti aku memanggul oma opaku".


"tentu saja boleh, tapi Leo harus cepet sembuh" jawab Miranda.


"iya oma" jawab Leo.


"Bi bagaimana bisa kamu bertemu Leo disana lalu keluarganya dimana" Biandra dengan telaten menceritakan pertemuanya dengan Leo sampai kejadian kecelakaan.


"yasudah kamu temani Leo ya nak, sayangi dia seperti adikmu sendiri kasian dia anak yatim piatu".


"iya bund Bia akan menyayangi Leo layaknya adik Bia sendiri".


"yasudah kamu jaga diri baik baik disana" .


"iya bund".


tak lama perawat masuk keruangan Leo memberikan makan untuk Leo dengan telaten Biandra menyuapi Leo sampai habis. Biandra membacakan cerita hingga Leo tertidur dan Biandra ikut tertidur disamping Leo.


pukul 11 malam Biandra terbangun dan dia teringat kalau belum memberi kabar Nera dia tau pasti Nera menghawatirkannya, dia buru buru meraih setan gepengnya untuk memberi kabar Nera sayangnya setan gepeng Biandra lowbet dia putuskan untuk pulang sambil mengambil baju ganti. Biandra buru buru keluar untuk mencari keberadaan Lian.


"kak" ucap Lian yang sedang duduk diluar ruang rawat Leo bersama Azka.


"kemana om Tama".


"ada diruangan mama".


"sudah selesai operasinya?" Lian mengangguk.


"aku pulang dulu ya sekalian ambil baju ganti besok pagi aku kesini lagi kakak tolong jagain Leo selama aku pulang".


"aku antar kamu, biar Azka yang jagain Leo, sekalian aku juga pulang ambil baju ganti untuk papa".


"Ka, masuklah jagain Leo gue antar Bia dulu" Azka mengangguk.


"kalian hati hati" lalu Azka masuk keruang Leo.


Biandra dan Lian segera berjalan pulang.


"kita makan dulu ya, kamu pasti lapar dari siang belum makan" Biandra hanya mengangguk. Lian memberhentikan Mobilnya direstauran yang tak jauh dari apartemen Biandra.


"mau makan apa".


"ayam bakar sama milkshake" Lian mengangguk lalu memesan sesuai permintaan Biandra .


"Bi makasih ya lagi lagi kamu ada disampingku disaat aku terpuruk".

__ADS_1


"iya kak sama sama".


"tapi aku jauh terpuruk saat aku melihat Omar melamarmu". Biandra kaget kalu Lian tau kejadian itu.


"kak Lian tau itu". Lian mengangguk.


"hari itu aku berniat melamarmu, tapi lebih dulu Omar yang mengungkapnya".


Biandra tertawa.


"lalu"


"aku pergi, aku terpuruk dan aku memutuskan untuk ke Jepang untuk melanjutkan pendidikanku hanya belajarlah yang membuatku bisa move on darimu"


"berhasil?" Lian menggelengkan kepalanya. Biandra malah tertawa.


"kenapa tertawa". Lian nampak bingung dengan respon Biandra.


"katanya bisa move on dengan belajar tapi nyatanya enggak" jawab Biandra.


"kak Lian liyat sampai selesai gak percakapanku dengan Bang Omar" Lian menggelengkan kepala.


"emang apa yang terjadi".


"aku menolaknya".


"kenapa".


"hatiku mengatakan tidak".


"bukankah kamu menyukainya".


"lebih tepatnya hanya mengaguminya". secercah senyum tersungging dibibir Lian.


"bolehkah aku sekarang memilikimu Bi".


"besok aku akan pulang ke Indonesia bersama Azka untuk mengurus pekerjaan, selama aku diJepang kerjaanku digantikan papa, dan sekarang mama sedang sakit papa tidak mungkin meninggalkan mama, jadi aku yang akan bekerja lagi".


"kuliyahmu bagaimana".


"aku cuti sementara ini".


"Bi, aku tidak mau melakukan hal bodoh lagi. melihatmu dilamar Omar waktu itu sangat membuatku hancur, sebelum aku pergi aku ingin kamu mengetahui perasaanku"


"sejak kapan perasaan itu ada".


"entah aku tak tau".


"maukah kamu menjalin hubungan denganku, jika keadaan ini sudah membaik aku akan menemui orangtuamu". Biandra nampak berfikir.


"iya aku mau"


"sungguh" Biandra mengangguk.


"Alhamdulillah terimakasih ya".

__ADS_1


"tunggu aku, jaga hatimu selama kita jauh" Biandra mengangguk.


"tak kan ku sia sia kan kamu Bi, tak akan ku biarkan orang lain memilikimu apapun yang akan terjadi nanti didepan aku ingin terus bersama mu. cukup penyesalanku atas kebodohan kemaren yang tidak mendengar jawabanmu atas ungkapan Omar dan malah membiarkan diriku tersiksa sendiri," ucap Kian dalam hati.


__ADS_2