BIANDRA

BIANDRA
30. Berita Gosip.


__ADS_3

Ayu yang melihat Biandra sudah pingsan dalam gendongan Aulian langsung berlari mengikuti Aulian, sesampainya didepan pintu kamar Biandra, Ayu segera membukakan pintu.


"pak Bia kenapa pak" tanya Ayu dengan hawatir.


"dia tadi kepeleset terus pingsan" jawab Lian datar.


"gak mungkin hanya kepeleset langsung pingsan pk" jawab Ayu yang makin hawatir ditanbah wajah Biandra makin pucat.


"saya hubungi dokter dulu, kamu disini temani Biandra" ucap Lian lalu keluar untuk menghubungi dokter.


sementara didalam Ayu sangat hawatir dengn kondisi Biandra, perlahan dia mengoleskan minyak angin agar Biandra segera sadar.


"bagaimana pak, sudah menghubungi dokter" tanya Ayu pada Lian yang baru masuk lagi ke kamar Biandra.


"Ay, apa Bia sering pingsan seperti ini" tanya Lian datar namun jelas terlihat wajahnya hawatir dan cemas.


"selama ini belum pernah si pak, tapi dia sering seperti sakit kepala, tapi bapak tau kan bagaimana Bia, dia tidak akan mengeluh dan memperlihatkannya ke orang lain kalau dia sedang sakit tidak enak badan. meskipun itu ke saya, sahabatnyan. juga kepada orangtuanya". jawab Ayu yang memang satu tahun belakang ini Bia sering terlihat sakit kepala.


"dulu aja pas mau berangkat KKN dia sakit, tapi tetap ngeyel berangkat hari itu juga. meski orangtuanya mencoba menahan dan memintanya untuk berangkat dihari esok" tutur Ayu.


tak lama kemudia dokter datang untuk memeriksa Bia.


"bagaimana dok keadaan Bia" tanya Lian pada dokter.


"bisa kita bicara berdua" ucap dokter pada Lian, Lian mengangguk.


"silahkan dok" ajak Lian pada dokter untuk berbicara diluar.


"begini pak, sepertinya nona Biandra mengalami sakit yang serius, untuk lebih jelasnya bapak bisa bawa nona Biandra kerumah sakit agar diperiksa lebih detail lagi" tutur sang dokter membuat Lian kaget. yang lian ketahui Biandra gadis periang tidak pernah menunjukan sisinya yang sakit.


"baik dok, nanti saya bawa dia kerumah sakit" jawab Lian.


"yasudah kalau begitu saya pamit" seperginya dokter Lian masuk kembali kekamar Bia untuk memastikan keadaan Bia apakah sudah sadar atau belum.


"bagaimana kata dokter pak" tanya Ayu.


"gak papa, Bia hanya kecapean, kamu jaga dia ya. sudah malam kalian istirahat" ucap Lian dijawab anggukan oleh Ayu.

__ADS_1


keesokan harinya semua peserta tengah berkumpul dibandara untuk kembali ke negara nya masing masing. awalnya Lian akan pulang semalam, namun karena dia hawatir dengan kondisi Biandra dia memilih untuk pulang satu pesawat dengan Bia, tentunya tempat duduk sudah Lian atur agar bisa duduk bersebelahan dengan Biandra.


"Hay Bi" sapa Omar pada Biandra.


"Hay juga bang, " jawab Biandra.


"katanya semalam kamu pingsan ya, kenapa" Omar kepo.


"gak papa hanya kelelahan saja bang" jawab Biandra.


bruukk


"aughhhh" rintih Biandra yang merasa kesakitan saat ditabrak oleh ibu ibu.


"I'Am sory sist" ucap ibu ibu itu. Biandra yang melihat dia tertabrak orang hingga jatuh masih menampakan senyumnya dan membantu orang itu untuk bangun.


"mari bu saya bantu" ucap Bia sambil mengulurkan tangannya.


"terimakasih ya nak, kamu baik sekali padahal saya yang salah tapi kamu mau membantu saya" ucap sang ibu yang merasa tidak enak dengan Biandra.


"tidak apa apa bu. ibu pasti tidak sengaja kan" ucap Biandra dibalas anggukan oleh ibu itu.


"Amin, terimakasih bu" jawab Bia.


"hatinya begitu baik. padahal ibu itu sudah menabraknya tapi masih mau membantunya dan dia pun sedang sakit tapi sama sekali tidak dia tunjukan, benar benar gadis luar biasa" batin Lian yang dari tadi memperhatikan Biandra.


tak lama kemudian penumpang disuruh untuk segera memasuki pesawat, Aulian berjalan terlebih dahulu dan duduk dikursinya.


"loh pak Lian" ucap Biandra kaget yang melihat Lian duduk disampimg tempat duduknya.


"ya" jawab Lian datar.


"bapak duduk disini" tanya Biandra dijawab anggukan oleh Lian.


"pak boleh gak, kalau saya duduk disamping jendela, saya suka lihat awan dari atas pak" ucap Biandra memohon.


"silahkan" dengan senang hati Lian mengabulkan permintaan wanita didepannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah makasih ya pak" ucap Bia saat sudah duduk dikursi samping jendela.


"pak saya boleh tanya" Lian yang sedang memainkan setan gepeng hanya mengangguk menjawab pertanyaan Biandra.


"kok bapak bisa si jadi juri di Olimpiade kemaren, saya tau para juri itu bukan orang sembarangan"


"karna saya cerdas" jawab Lian cuek.


"hmmm jawaban yang tidak memuaskan" jawab Biandra sambil memanyunkan bibirnya.


"menggemaskan sekali kamu Bi kalau kesel gini" batin Lian yang memperjatikan ekspresi Biandra.


"oiya, kamu kan kuliyah dijurusan fakultas ekonomi bisnis, kok bisa ngerti IT." tanya Lian yang penasaran dengan skil Biandra yang beberapa bulan lalu membantu perusahanya menangani kebobolan system.


"karna saya cerdas" jawab Biandra yang membalikan jawab Lian. Lian pun terkekeh.


"cwe aneh" jawab Lian lirih sambil senyum.


"ye pak Lian senyum, seorang pak Lian, CEO tampan yang terkenal kaku, dingin, dan irit ngomong ternyata bisa senyum dan cerewet juga" jawab Biandra sambil ketawa, Lian pun langsung memasang ekspresi mode datar. karena kesal habis dipuji langsung dihempas.


"hahah jangan ngambek dong pak" goda Biandra.


"iyadeh saya cerita kenapa saya ngerti IT" jawaban Biandra langsung membuat Lian menatapnya seolah oalh antusias akan mendengar cerita Biandra.


"ayah saya itu guru TIK pak, beliau sangat cerdas. dari kecil saya sering memperhatikan ayah kalau sudah berkecibung dilayar monitor, saya juga suka baca buku buku IT ayah, yah bisa dibilang ilmu IT saya itu ilmu turunan ayah kali ya" jawab Biandra terkekeh.


"ni otak cwe terbuat dari apa. masa iya yang diucapkannya ini benar" batin Lian, dan dia menyadari ada perubahan ekpresi dari wajah Biandra yaang tadinyaa girang tiba - tiba sekarang terlihat pucat sedih sambil menatap layar telphon.


"kenapa Bi" tanya Lian penasaran dan Biandra langsung menyodorkan setan gepengnya yang berisi gosip sekandal dirinya dengan seorang pria disingapur, diduga Biandra telah menjual harga dirinya untuk bisa memuaskan hobinya traveling selama ini.


Biandra yang tidak tau siapa laki laki didalam foto itu karena hanya terlihat dari belakang, tanpa terasa airmatanya terjatuh. dan ini pertama kalinya Lian melihat sosok Biandra sedih hingga mengeluarkan air mata. Lian pun juga merasakan sedih juga emosi dengan berita murahan itu. karen sebenernya laki laki dalam foto itu adalah dirinya. yang semalam mennggendong Biandra saat pingsan.


"jangan sedih, biar saya cari tau siapa orang dibalik berita ini" ucap Lian menenang Biandra.


"huuh" Biandra membuang nafasnya.


"sudhalah pak biarkan saja. saya tidak apa apa ucap Biandra yang kembali lagi terlihat ceria. tapi tidak pada Lian. dia masih terlihat emosi dan akan tetap mencari tau dalang dari berita gosip murahan itu.

__ADS_1


Hay luur, kalau kalian suka dengan cerita novel ini, tolong like, favorit dan komen ya luuur😁😁


__ADS_2