BIANDRA

BIANDRA
48. Buah tangan


__ADS_3

apa gak kuno bos, ketemu calon mertua bawa bawa buah tangan seperti itu".


"oh tidak, biarpun dianggap kuno ini sungguh sangat manis, so sweet" jawab Lian dengan bangga.


"lu dapet ide dari mana sih" Azka dibuat penasaran dengan sikap Lian.


"mbah google" jawab Lian singkat.


"hah mbah google?" Azka nampak kaget.


"Astaga Azzam Aulian Putra".


"kenapa lu Ka" tanya Lian yang heran dengan ekpresi Azka.


Flashback on


seusainya Lian melakukan Video Call dengan Biandra semalam Lian nampak gugup harus bersikap bagaimana didepan orangtua Biandra saat bertemu nanti. Lian yang biasa tampil tenang dan santai ketika bertemu rekan kerja sekarang nampak gugup dan takut untuk bertemu orangtua Biandra. andaikan ada mamanya tentu Lian sudah bercerita dan meminta solusi ke mamanya untuk menghilangkan kegugupan dan menciptakan keberanian bertemu calon mertua. saat itu juga Lian langsung membuka internet bertanya kepada mbah google cara meluluhkan hati calon mertua.


disana tertulis salah satunya disarankan saat bertemu membawa buah tangan diantaranya buah, kue dan barang kesukaan si calon mertua. karena Lian merasa kue ditoko baru itu enak sangat cocok dilidahnya Lian berinisatif untuk membawakan kue itu saja sebagai buah tangan.


flasback off


Azka yang nampak heran dengan sikap Lian hanya geleng geleng kepala sepanjang parkiran sampai keruangannya.


pagi tadi Lian sudah menghubungi ayah Biandra dan nanti malam Lian akan berkunjung ke penginapan Mirza. Biandra juga sudah menceritakan hubunganya dengan Lian begitu juga dengan niat baik Lian untuk bertemu kedua orangtuanya.


hari itu dirasa Lian hari yang sangat panjang dan lambat.


"Ka, lamban banget ya ni jarum jamnya muter" ucap Lian sambil memandangi jarum jam ditangannya.


"memangnya kenapa bos, gak sabar ya berjumpa dengan calon mertua sambil bawain kue" jawab Azak sedikit menggoda Lian. Lian hanya mengangguk tersipu malu sambil senyam senyum.


"yailah pakek pasang ekspresi malu dan senyam senyum segala sok imut loh jibang gue liyatnya" ucap Azka.


"lu gak akan ngerti rasanya jadi gue Ka" jawab Lian sambil menyenderkan kepalanya dikursi Azka hanya tertawa.


Ditempat Biandra saat ini sedang bermain degan Leo dan Nera disebuah taman dekat Apartemen.


"Leo mainnya jangan jauh jauh ya, sekitar sini aja" ucap Biandra.


"iya Bunda" jawab Leo sambil membawa bola.


"Hallo Leo" sapa Bryan yang baru saja menghampiri Leo.


"Hay om Bry" balas Leo.


"Hallo Bi" sapa Bryan ke Biandra.


"Hay Bry" balas Biandra.


"Elo" ucap Bryan kaget saat melihat Nera ada di belakang Biandra.

__ADS_1


"Elo" balas Nera yang tak kalah kejut menatap Bryan.


"mimpi apa semalem gue bisa ketemu lo disini" imbuh Nera.


"harusnya gue yang ngomong gitu" balas Bryan


"bisa dapet sial gue ketemu sama loe" celetuk Bryan.


"dih jauh jauh sana" ucap Nera sambil menghempaskan tangannya ke udara.


"kalian kenapa si berantem berantem, awas loh entar jadi jodoh, kata orang benci dan cinta itu beda tipis" goda Biandra.


"Biiiiiiiii" ucap Nera dan Bryan bersamaan.


"kompak banget si bisa barengan gitu seneng deh liyatnya" imbuh Biandra sambil ketawa. Nera dan Bryan hanya saling tatap dengan ekspresi tidak suka.


"udah gak usah berantem sini aja kalian gue mau angkat telfhon dulu, jagain Leo ya" ucap Biandra lalu berjalan agak jauh dari keberadaanya saat ini.


"Om Bry tante Nera main yuk" ajak Leo dengan masih setia membawa bolanya.


"ayok" jawab Bryan.


"tante Nera ayok" ucap Leo.


"tante Nera nya gak usah diajak Leo, biarin aja" ucap Briyan cuek dengan tatapan sinis ke Nera.


"mainnya harus bertiga om biar seru" jawab Leo Briyan mendengus kesal.


"oh iya iya" Nera berjalan menghampiri Leo dengan perasaan kesal pada Bryan.


"awas aja si kutu kupret ini gue kerjain tau rasa loe" Nera bergumam dalam hati.


Leo mulai menendang bolanya sebagai kiper dan menyuruh Bryan sama Nera menjadi pemain. Nera dan Bryan berebut bola dengan kaki nya.


"hayo lo hayo mau kemana ni bola"


"awas aja loe ya berani ngerebut bola gue"


"gak akan semudah itu nona loe ngambil bola gue"


" om tante gawangnya disini" teriak Leo pada Nera dan Bryan yang menggiring bola kearah jauh berlawananan dengan keberadaan Leo.


Nera dan Briyan tersadar ucapan Leo langsung berbebut menggiring bola kearah Leo. saat Nera menggiring bola kegawang Nera kesandung kaki kirinya .


"Aww" badan Nera sempoyong akan jatuh Bryan segera menangkap tubuh mungil Nera.


deg


jantung Nera dan Bryan berdetak bersamaan. Leo yang melihat Bryan dan Nera seperti orang pelukan langsung menutup matanya.


"om Bry tante Nera kalau mau pacaran jangan disini dong, kan mata Leo jadi ternodai" teriakan Leo berhasil membuyarkan tatapan Bryan dan Nera. Nera langsung mengambil kesempatan menggiring menendang bola kegawang.

__ADS_1


"GOOOOOOOL" Teriak Nera girang lalu meluncurkan lidahnya ngejek Bryan.


"hah sial" gerutu Bryan.


waktu Indinesia bagian barat saat ini sudah menunjukan pulul 19.00. Lian sudah berada dipenginapan Mirza dan Miranda.


"Asssaalamualaikun" ucap Lian


"Waalaikumussalam"


ceklek


Mirza membuka pintu.


"loh nak Aulian, ada apa ya ayo ayo masuk dulu"


Lian senyum tampak canggung dan keget.


"kalau om Mirza ini penghuni penginapan ini berarti dia ayah Bia dan berarti dia suami,,,,,,,, astaga jadi gue beli kue ditempat orang yang mau gue kasih kue" batin Lian yang nampak prustasi.


"ma malam pak" sapa Lian dengan canggung dengan raut wajah yang sudah tidak bisa diartikan.


"iya malam, ada apa nak Lian" Ayah Biandra kaget dengan kedatangan Lian dengan membawa delapan boks kue dari tokonya, Mirza berfikir Kedatangan Lian untuk komplen mungkin kuenya basi atau apa itu yang muncul difikifan Mirza. belum menyadari kalau Lian adalah pria yang dimaksud Biandra.


"buuund" panggil Mirza


"iya yah ada apa" Mirza hanya memberi kode lewat anggukan kepala.


"loh nak Lian ada apa kesini" .


"loh ini kenapa kue kue nya dibawa kesini, kue nya basi ya atau gak enak atau gimana" Miranda nampak panik dia sepemikiran dengan Mirza. Lian nampak bingung mau menjawab bagaimana.


"bund bund duduk dulu sini" ucap Mirza menepuk sofa disampingnya.


"dengarkan dulu nak Lian mau ngomong"


"ehem" Lian berdehem untuk menetralisirkan kegugupannya.


"Sa saya Azzam Aulian Putra datang kemari ingin bertemu bapk dan ibu selaku kedua orangtua dari Biandra Putri pertama ingin silaturahim yang kedua saya mohon izin untuk meminang putri bapak dan ibu". ucap Azka dengan lantang.


"loh loh jadi yang dibilang Biandra ada yang mau datang kemari itu kamu" tanya Miranda Lian mengangguk.


"jadi kue kue tadi yang kamu bilang buat calon mertua itu buat kami" Lain mengangguk dengan wajah malu.


Miranda tak kuat nahan tawa


"ha ha ha ha jadi kita dapet buah tangan dari toko kita yah" ucap Miranda.


"inimah judulnya dari kita, oleh kita, dan untuk kita bund" ucap Mirza membuat Miranda tertawa dan Lian semakin kikuk.


pagi kakak jangan lupa like komen dan votenya yahhh 😁🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2