
dua bulan telah berlalu Biandra dan Nera benar benar disibukan dengan dunia perkuliyahan dan menulis. semejak dari Disneysea dia belum pernah lagi keluar untuk berlibur.
"Ner, stok bahan makanan habis, gue kesupermarket depan dulu ya". pamit Biandra.
"iya Bi, maaf ya gue gak bisa nemenin" jawab Nera sambil mendekapkan kedua tangannya.
"iya gak gk papa, santai saja".
sesampainya di supermarket Biandra melihat sosok anak anak yang mirip dengan Leo sedang memilih milih mainan Biandra mendekat mencoba memastikan.
"Leo" ucap Biandra sambil memegang lengan Leo. Leo segera menoleh sangat terkejut namun bahagia melihat orang yang ada didepannya.
"Bunda" Biandra mengangguk mereka langsung berpelukan.
"Leo kok bisa disini".
"iya bunda Leo dan oma opa kesini mengunjungi uncle".
"terus sekarang mana oma opa dan Unclenya"
",itu Oma" tunjuk Leo pada seorang wanita yang tengah sibuk memilih pakaian.
"kalau opa sama uncle gak ikut".
"Leo mainnya jangan jauh jauh deri omanya, bahaya anak kecil sendirian ditempat ramai".
"iya bunda, bunda kok ada disini juga".
"bunda sekolah disini sayang".
"wah sama dong dengan uncle Leo, Uncle juga sekolah disini mangkanya kita mengunjunginya".
"loh Bi. ada kamu disini" sapa Laudya.
"iya Tante" Bia menganggukan kepala lalu mencium punggung tangan Laudya.
"mungkin ini kesempatanku buat ngenalin Biandra dengan Lian" batin Laudiya.
💌sayang jemput mama disupermarker sekarang.
Laudia buru buru mengirim pesan ke Lian dan mengajak Biandra duduk di cafe .
"kamu apa kabar Bi?". Laudya menatap Biandra lekat lekat dengan rasa bahagia.
"Alhamdulillah sehat tante".
"nambah ramping badannya. banyak fikiran ya".
"ah enggak kok tante emang lagi ngurangin porsi makan saja".
tidak lama kemudian Lian sampai disupermarket dan menelphon Laudia.
"mama dimana Lian sudah diparkiran".
"mama dicafe ff sini dulu" Lian berjalan ke cafe ff melihat mamanya melambaikan tangan.
"Sini" teriak Laudiya.
"sudah belanjanya" ucap Lian.
deg
"suara itu, seperti suara____" Biandra langsung menoleh kebelakang.
deg
langkah Lian terhenti saat melihat Gadis yang sudah mencabik cabik hatinya.
__ADS_1
"Biandra" batin Lian bersamaa juga dengan Biandra yang membatin nama Leo.
"sini sayang duduk sini".
"sini uncle, uncle ini bunda Leo".
deg
lagi lagi Lian terkejut
"bunda Leo, jadi selama ini wanita yang disebut sebut bunda oleh Leo itu Biandra" batin Aulian.
"jadi pak Aulian anaknya bu Laudiya, unclenya Leo" batin Biandra yang tak kalah kaget dengan Lian.
"Lian kenalin ini Biandra".
"Biandra kenalin ini anak tante Aulian" Biandra menganggukan kepala.
"dunia ternyata sempit seperti daun kelor" batin Biandra.
"Lian, Biandra juga kuliyah disini loh, dikampus apa Bi" tanya Laudya.
"WBS tante".
"loh Lian juga kuliyah di WBS lo Bi, kok kalian gak kenal. kalian ikut perkumpulan para mahasiswa Indonesia kan".
Lian dan Biandra mengangguk bersamaan.
"kok bisa gak kenal" tanya Laudiya.
"Bia kurang aktif tante karena ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggal".
"tunggu tunggu, kata pk dosen Hermawan Omar memilih ambil beasiswa didalam negri bersama istrinya, tapi kok Biandra kuliyah disini, apa jangan jangan istri Omar bukan Biandra" batin Aulian yang tadinya canngung dan merasa perih melihat Biandra kini sedikit lega dan merasa masih memiliki harapan.
"oiya kalian kan sekarang udah kenal nih, kalian sering sering saja berkomunikasi tukar nomor handphon, berlibur bersama nanti kalau pulang ke Indonesia juga bersama, syukur syukur kalian nanti bisa hidup bersama". goda Laudiya.
Biandra kesedak wajahnya merona.
",eh Bi" ucap Laudiya kaget
"minum dulu bunda" Leo menyodorkan minuman Biandra.
"oiya Bi, kamu masih mau belanja atau sudah selesai".
"baru mau belanja tante".
"tante sudah selesai. Lian kamu temenin Biandra belanja dulu ya".
"gak usah tante Bia bisa sendiri kok".
"no no kali ini tante tidak mau deitolak".
"Lian kamu temenin Bia ya mama sama Leo pulang naik taksi" Laudia lalu membisikan sesuatu ke telinga Leo.
"bunda uncle Leo pulang dulu ya sama oma kalian bersenang senenglah".
Laudiya menahan tawa lalu pamit dari Hadapan Biandra dan Lian.
"mmm Bi".
"mmm pak" ucap mereka bersamaan.
"kamu duluan".
"bapak duluan" lagi lagi berucapa bersmaaan.
"kamu apa kabar Bi".
__ADS_1
"Alhamdulillah baik, bapak sendiri".
"baik juga"
"Omar sudah menikah ya" Biandra mengangguk.
"kamu istrinya?"
"oh bukan pak ".
Lian lega mendengarnya, sampai sini cukup dy tau Biandra belum menikah, Lian tidak peduli Biandra saat ini sudah memilili kekasih atau belum bagi Lian saat ini selagi Biandra belum menikah dia akan kejar tidak akan lagi Lian biarkan Biandra lepas dari genggamannya karena sudah berhasil mencabik cabik perasaan Lian sampai sejauh ini.
"Kamu udah makan" Biandra menggeleng.
"kita makan dulu ya baru kita belanja kebutuhan kamu" suasana makan siang itu masih terasa canggung diantara Lian dan Biandra.
selesai makan mereka langsung menuju ke tempat kebutuhan pokok. Biandra memilih kebutuhannya dan Lian mendorong troli .
"rasanya hatiku jauh lebih baik dari kamaren, suasana seperti ini jangan cepat berakhir tuhan" batin Lian.
"Hay bos" ucap Azka yang tiba tiba muncul dihadapan Lian.
"astaga ngagetin aja si Az" .
"haha sejak kapan lu bawa bawa troli kek emak emak".
"diem ah minggir, pulang sana, sekarang loe kerja sama papa bukan sama gue" Lian berjalan mendekat Biandra.
"iyak betul sekarang gue kerja sama papa tapi apa lu lupa kalau gue masih temen lu, sohib lo dikala susah dan seneng".
"dua bulan gak jumpa tega ya lu lupain gue".
"siapa suruh lu sibuk sama papa dan gak ada waktu buat gue".
"hey ciiiin yei cemburu ya sama papa yei sendiri" goda Azka sambil mengusap dada Lian dan membelolan suaranya.
"Bangsat li Az, geli gue hiiii" Azka tertawa melihat ekspresi Lian.
"eh Bambang, tu perusahaan lu tinggal gue kelabakan karena papa kan gak sepenuhnya tau seluk beluk permasalahan yang sedang ada disana , jadi mau gak mau gue yang harus terjun tangan juga, jangan kan buat kencan online sama lue buat tidur aja gue sambil lari lari" Lian terkekeh.
"gayak lu". ucap Lian sambil mendorong troli mengenai kaki Azka.
"ih sialan lu".
"heh tapi loe seneng kan sekarang gue ngunjungin lo kesini".
"loe tu gak sengaja ngunjungin gue, tapi lo cuma mampir karena emang lu ada kerjaan disini Paiman" jawab Lian.
"sekali mendayung dua pulau terlewati bro"
tap tap tap suara langkah kaki Biandra.
"bang Azka" Azka menoleh.
"biandra, loe ada disini" Biandra mengangguk.
"astaga Bi lo tu hampir saja membuat gila anak orang tau gak" Biandra bingung Lian segera menyubit lengan Azka.
"maksudnya," tanya Biandra.
"oh itu. maksud gue. gue kaget ngeliyat loe ada disini". jawab Azka gelagapan karena hampir keceplosan tentang Lian.
"oh, gue juga keget liyat abang disini".
"gue ada kerjaan disini, ngerjain kerjaanya si Bambang ini yang tiba tiba pergi gitu aja" Azka menonyor lengan Lian.
"sialan lu sakit tau gak" ucap Lian Bia masih terkekeh melihat tingkah dua orang didepannya, kadang manis layaknya orang pacaran, kadang menakutkan layaknya bos dan anak buah kadang bertengkar layaknua kucing dan tikus.
__ADS_1
"