BIANDRA

BIANDRA
43. Mengetahui kenyataan


__ADS_3

"Bi, bukannya elo dah nikah ya" tanya Azka.


"haha kata siapa bang, Hoax".


"ya denger aja, katanya temen lu siapa itu yang tinggi putih punya lesung pipi katanya ngelamar elu".


deg


"jadi bang Azka belum tau kalau Ayu sudah menikah dengan bang Omar dan malah menyangkanya bang Omar sama gue" Biandra berucap dalam hati, Biandra merasa bimbang antara ingin menceritakan tentang Ayu dan Omar atau diam saja menyimpannya. karena Biandra tau dulu Ayu dan Azka diam diam saling memendam rasa, tapi karena perjodohan itu mereka harus terpisah dan mengubur dalam dalam rasa itu.


"oh enggak kok bang, bang Omar nikah sama___


dreet dreet dreet


panggilan telphon Biandra menghentikan ucapannya,


"bentar ya pak Lian Bang Azka" Biandra menunjukan ada panggilan telphon Biandra menerima panggilan video calla dari Ayu.


"Assalamualaikum Bi".


deg


Azka sangat mengenali suara disebrang itu, suara yang dulu pernah mengisi hatinya, dan juga suara yang sudah mencabik cabik hatinya.


"Waalaikumussalam Ay".


"lagi dimana Bi".


"lagi di supermarket".


"Bi, gue mau ngasih kejutan ke elo".


"Apa Ay".


"Taraaaaaa guee hamil" Ayu menunjukan tespeck garis dua.


seketika raut wajah Azka berubah dan Lian menyadari itu.


"loe kenapa kok tiba tiba pucet" bisik Lian.


"gak gue gak kenapa kenapa, gue duluan ya gue leper mau makan " ucap Azka langsung berlalu.


"aneh tu anak, tiba tiba pucet. semoga tidam terjadi apa apa dengannya" batin Lian.


"Alhamdulillah selamat Ay, bang Omar emang topcare ya, gercep jadi" ucap Biandra bahagia.


"hah, Omar, Ayu, Hamil" batin Lian.


"jadi Ayu nikah sama Omar dan sekarang hamil, kok bisa si, bukanya Ayu gak suka Omar dan Ayu kan sahabat Biandra tentunya tau donga kalau Omar dan Biandra dulu saling menyukai" batin Lian lagi yang tidak paham dengan situasi ini.


"iya Bi terimakasih" jawab Ayu diseberang sana.


"ekheem" Lian berdehem.

__ADS_1


"oiya Ay udah dulu ya, nanti gue telphon lagi kalau udah di rumah" Biandra buru buru menyudahi telponya karena merasa tidak enak sudah mengabaikan Lian.


"ma maaf pak" Lian mengangguk.


"Bi, lu bisa gak, gak panggil gue bapak, panggil mz kk abang atau apalah selain bapak. berasa udah bapak bapak gue" gerutu Lian Biandra terkekeh.


"emang udah bapak bapak geh, udah tua". Lian memajukan bibirnya.


"udah yuk". ajak Biandra sambil terkekeh melihat ekspresi Lian.


"udah segini aja belanjanya" tanya Lian yang memperhatikan isi troli.


"iya".


"pak, ehh bang apa ya enaknya" Biandra gugup.


"kak aja".


"oke, kak" .


"hem".


"kakak sekarang banyak omong ya, dulu irit omong, dingin seperti kutub utara dan terkesan galak".


"gimana gue mau irit ngomong Bi tembok pertahan gue sudah lu robohin" batin Lian.


"kalau banyak omong dan sering senyum ternyata pak Lian makin cakep juga" batin Biandra.


"ya dulu kan gue seorang CEO ya harus jaga wibawa, kalau sekarang gue kan cuma mahasiswa biasa" ucap Lian alasan.


"aduh Bi, masak gue harus jujur kalau ini semua gara gara loe" batin Lian nampak kesel dengan pertanyaan Biandra.


"kaak"


"oih iya itu anu. gue merasa harus banyak belajar lagi dalam dunia bisnis agar lebih pantas menjadi pemimpin karena tanggung jawab seorang pemimpin itu berat" jawab Lian alasan namun tak sepenuhnya berbohong. karena dia merasa banyak hal yang harus dia pelajari agar kokoh tahan banting nantinya menjadi pemimpin perusahaan".


seusainya Belanja mereka langsung pulang awalnya Biandra menolak diantar karena jarak supermarket dan Apartemen Bindra sangat dekat.


namun Lian memaksa dan tidak langsung mengantarakan Biandra pulang melainkan muter muter dulu hanya karena masih ingin bersama dan mengetahui banyak hal tentang Biandra.


Aulian menemikan mobilnya disebuah taman


"kita ngapain kesini kak".


"turun dulu yuk" Biandra nurut.


"sini" ucap Aulian menepuk bangku kosong disebelahnya.


"gue baru tau kalau ada taman secantik ini kak" Biandra nampak memandangi bunga bunga disekeliling taman.


"Bi"


"ya"

__ADS_1


"em am em uhhh"


"kenapa kak"


"anu emmmm" Lian menggaruk kepalanya.


"ya Allah bantu hamba ya Allah mudahkan mulut ini bersuara ya Allah"


"kenapa" tanya Biandra yang masih heran.


Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii” ucap Lian dalam hati sambil memejamkan mata.


yang berarti: Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.


huh Lian membuang nafasnya kasar.


"Bi kapan kapan kita traveling bareng lagi yuk".


"boleh, tapi ajak Nera juga ya kak".


"Nera?" Biandra mengangguk.


"ya Allah kenapa masih kaku aja si, padahal mau bilang Maukah kamu menjadi istriku" batin Lian.


"kalian sekarang bersahabat?" tanya Kian dingin dan sedikit gugup. Biandra mengangguk.


"hati lu terbuat dari apa Bi, gue kira kejadian itu loe cuma maafin doang ternyata lo jadiin dia sahabat, kalau gue sudah gue depak" batin Lian.


"bagaimana kak, gak papa kan ajak Nera".


"iya gak papa, kasian juga dia kalau gak diajak kerasa jadi anak tiri" ucap Lian.


ditempat Azka kini dirinya masih teringat ucapan Ayu yang mengatakan dirinya hamil dengan ekspresi bahagia.


"shiit ah" ucap Azka sambil membuang batang rokok lalu mengusap kasar kepalanya, tanpa terasa air matanya lolos keluar.


"kenapa disaat gue udah bisa lupain dia hadir lagi dengan berita kehamilan, membuat luka hati gue nambah sakit ndengernya" batin Azka.


"tiga bulan gue sengaja nyibukin diri untuk kerja meng offin semua social media demi terhindar dari ingatan gue tentang dia, sekarang dia hamil, berita itu mengusik fikiran dan hati gue lagi, hati gue menolak untuk menerima itu, harus nya gue yang jadi bapak dari anak loe Ay". ucap Azka yang nampak prustasi.


dreet dreeet dreeet


tiba tiba handphon Azka berbunyi ada panggilan dari Tama.


"iya pak".


"baik" Azka yang mendapat telphon dari Tama menyuruhnya untuk segera kembali ke apartemen.


begitu juga Lian yang tiba tiba mendapat telpon dari Tama langsung mengaja Biandra masuk mobil dan menancap gasnya menuju apartemen.


"lohk kita mau kamana lagi kak" tanya Biandra yang bingung.


"loe ikut gue dulu ntar gue antar pulang, kalau mau puter balik nganter lu dulu jauh gak keburu waktunya karena gue buru buru ada hal urgent" ucap Lian dingin nampak wajah dingin dan galaknya keluar.

__ADS_1


"baru juga terlihat adem sekarang sudah seperti monster lagi wajahnya" batin Biandra yang heran dengan kepribadian Lian yang selalu berubah ubah.


Terimakasih untuk semua readers atas dukungannya dan yang masih setia membaca karya ku ini, apalah artinya Author tanpa kalian. semoga kita semua diberi kesehatan kelancaran segala urusan dan keberkahan rizki****♥️♥️♥️♥️♥️🙏🙏🙏


__ADS_2