BIANDRA

BIANDRA
56. Pergi


__ADS_3

*Se**lamat pagi readers setiaku*.


***Author mohon maaf ya sudah menghilang beberapa waktu heheheh. 🙏🙏🙏🙏


kita lanjut ya cerita tentang BIANDRA***.


______________________________________________


Tama pun pamit mewakili keluarganya untuk pulang dengan hati yang kecewa namun setibanya di halaman sewaktu akan menaiki mobil terdengar suara orang minta tolong dari rumah Ayu. Azka yang mendengarnya juga langsung memberhentikan langkah kakinya dan menatap rumah Ayu.


"tolong tolong ampun bang ampun sakit bang sakit huhuhuhu tolong". suara Ayu terdengar jelas meminta pertolongan.


braakkk pyaarrr plak plak.


"ada apa itu Nak" ucap Laudya pada Lian. Lian hanya diam memperhatikan rumah Ayu lalu menatap Azka yang terlihat emosi dengan mengepalkan tangannya seoalah tau duduk masalah yang tengah terjadi didalam rumah Ayu. Mirza yang mendengar orang meminta pertolongan juga langsung menghampiri rumah Ayu.


dor dor dor


"Ayu buka kamu kenapa nak, ini ayah Ay".


dor dor dor


"Omar kamu apakan Ayu". teriak Mirza dari luar.


"ayah tolong Ayu yah" teriak Ayu merintih dari dalam dengan suara isakan tangis. Omar menghajar Ayu seperti orang kesurupan wajah Ayu sudah lebam berwarna keunguin dan darah segar sudah mengalir dari sudut bibirnya.


"diam kamu diam, atau kamu mau mama dan adikmu mati sekarang juga". bisik Omar mengancam Ayu , Ayu langsung diam dengan derai air mata membasahi pipinya, badanya terasa lemas remuk redam dan perih akibat pukulan Omar yang sangat kuat.


Suasana diluar rumah Ayu nampak tegang dan panik, Mirza benar benar khawatir akan terjadi sesuatu pada Ayu.


"Om biar saya dobrak pintunya om" ucap Azka yang sudah tersulut emosi mendengar suara Ayu yang pasti sedang terjadi sesuatu, Mirza langsung minggir memberikan ruang untuk Azka mendobrak pintu.


Brak Brak Brak


huh huh huh suara nafas Azka.


"Ka gue bantu" ucap Lian Azka mengangguk mereka berdua bersama mendobrak pintu rumah Ayu.


Brak Brak bruakk


pintu rumah Ayu terbuka, terlihat Ayu sudah terkapar dilantai dan Omar menjambak rambut Ayu. kondisi rumah sudah berantakan seperti yang terjadi tempo hari.


Mirza yang melihat itu langsung berlari menghampiri Ayu dan melepaskan genggaman tangan Omar dari rambut Ayu.


"Astaghfirullah hal adzim Ayu, Omar apa apaan kamu, kurang ajar kamu Omar, apa yang sudsh kamu lakukan pada Ayu" ucap Mirza emosi.


Azka dan Lian ikut masuk dan langsung menyeret Omar keluar rumah lalu menghajarnya akhirnya perkelahian sengit terjadi diantara Azka dan Omar.

__ADS_1


bugh bugh bugh keduanya saling baku hantam.


"bund itu kenapa diluar kok terdengarnya ada suara kegaduhan" ucap Biandra.


"bunda juga tidak tau nak. ayok kita lihat" jawab Miranda.


Biandra dan Miranda yang mendengar keributan di luar langsung keluar untuk melihat.


"ya Allah bund mereka kenapa" tanya Biandra tak lama kemudian Biandra melihat Mirza menggendong Ayu yang sudah pingsan.


"bund Ayu bun Ayu" Biandra dan Miranda segera berlari menghampiri Mirza yang membawa Ayu masuk kedalam mobil Tama.


"yah Ayu kenapa yah" tanya Miranda panik.


",sudah nanti saja ayah ceritakan sekarang kita harus buru buru bawa Ayu kerumah sakit" Tama dan Mirza berada disatu mobil bersama Ayu. sedangkan yang lain menyusul dengan mengendarai taksi online.


"kak ini ada apa" Biandra bertanya pada Lian untuk mendapat penjelasan.


"aku tidak tau, tapi yang jelas Omar sudah melakukan KDRT pada Ayu" jawab Lian.


"Ya Allah Ayu" ucap Biandra yang tidak meyangka sahabatnya akan mengalami hal tragis sperti ini didalam rumah tangganya.


"bund memang mamanya Ayu dan Alex kemana bund"


"mereka sedang pulang kampung Bi" jawab Miranda.


"ada orang jahat sayang" jawab Laudya..


sesampainya di rumah sakit Ayu langsung dibawa ke ruang ICU selain pingsan Ayu juga mengalami pendarahan. semua orang kini sudah berkumpul diluar ruangan ICU menunggu Ayu yang belum sadar dalam penanganan dokter.


empat puluh menit kemudian...........


ceklek


keluar seorang dokter bersama perawat yang menangani Ayu.


"maaf apa saya bisa bicara dengan keluarga pasien" ucap sang dokter, Mirza langsung berdiri dan menghampiri dokter.


"ya dokter bisa dengan saya, saya keluarganya ada apa dok" ucap Mirza.


"pasien mengalami pendarahan akibat benturan sangat keras yang dialami pasien. dengan kondisi pasien yang seperti ini mau tidak mau kita harus mengoperasinya untuk menyelamatkan janin di dalam kandunganya dan jika tidak segera dikeluarkan janin bisa meninggal didalam meski nanti lahir prematur tapi_____" ucapan dokter terhenti dan aura wajahnya terlihat agak berat untuk mengucapkan kalimat selanjutnya.


"tapi apa dok" tanya Mirza.


"tapi pasien akan mengalami koma yang agak lama minimal tiga bulan baru akan sadar atau kemungkinan lain pasien akan meninggal mengingat pendarahan yang dia alami" ucap sang dokter.


"berapa persen kemungkinan pasien dan janinnya selamat" imbuh Mirza.

__ADS_1


"40% pak" hati Mirza nampak hancur meski Ayu bukan anak kandungnya tapi Mirza sudah mengangap Ayu anaknya sendiri.


Mirza nampak berfikir sejenak sambil melipatkan kedua tangannya.


Tama yang melihat Mirza nampak bimbang langsung berdiri dan menepung pundak Mirza. Mirza menoleh kearah Tama.


"berikan keputusan yang baik. aku yakin kamu sangat bijak dan cermat dalam memutuskan sebuah perkara, serahkan semuanya pada Allah dan kita percayakan pada dokter" ucap Tama, Mirza masih dengan ekspresi datar.


"bund, coba hubungi mamanya Ayu dulu" ucap Mirza pada Miranda.


"pak kita sudah tidak punya banyak waktu lagi" timpal sang dokter.


Mirza menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya pelan pelan.


"lakukan yang terbaik dok, saya menyetujui operasi ini" jawab Mirza sang dokter mengangguk.


"baik kalau begitu silahkan anda tanda tangani persetujuan operasinya, mari ikut saya" Mirza mengikuti dokter keruanganya.


"bang Azka, sebenarnya apa yang terjadi sama Ayu" tanya Biandra.


hemmm


Azka mengambil nafas dalam dalam lalu membuangnya.


"Omar melalukan KDRT sama Ayu" jawab Azka


"kok bisa" jawab Biandra.


"alasannya kenapa nanti kamu tanyakan langsung pada Ayu" jawab Azka yang terlihat lemas. Lian yang duduk disamping Azka menepuk bahu Azka menguatkan Azka. yang Lian tau Azka masih sangat mencintai Ayu.


Biandra dibuat semakin penasar dengan masalah rumah tangga Ayu dan Biandra sangat hawatir dengan kondisi Ayu.


seperginya Mirza ke ruang dokter kini dia sudah kembali ke tempat semua orang berkumpul menunggu Ayu.


"kalian pergilah dari sini, dan terimakasih atas bantuanya" ucap Mirza pada Tama dan Laudya.


Tama dan Laudya saling menatap, Laudya mengangguk.


"saya berharap suatu saat kamu mengetahui kebenaranya Za" bisik Tama pada Mirza lalu pergi meninggalkan Mirza.


"kalian berdua juga pergilah dari sini" ucap Mirza pada Azka dan Lian.


"dan buat kamu, jangan lagi dekati anak saya" ucapa Mirza menunjuk Lian."


"yah" ucap Biandra.


"pergiiii" ucap Mirza dengan tegas pada Lian.

__ADS_1


__ADS_2