BIANDRA

BIANDRA
41. Siluet


__ADS_3

satu minggu telah berlalu keberadaan Biandra dan Nera di Jepang. mereka sudah mulai aktif dalam perkuliyahan dengan tugas yang datang setiap harinya.


"Ner, weekend kita jalan yuk". ucap Biandra yang sedang rebahan disofa sambil memainkan setan gepengnya melihat lihat tempat wisata yang bagus di Negara yang dipijaknya saat ini.


"kemana" jawab Nera yang masih aktif dengan laptopnya, memakai kacamata anti radiasi rambut diikat keatas dan duduk dilantai yang beralaskan karpet bulu.


"Disneysea kalau gak Disneland" jawab Biandra sambil mengarahkan layar handphonya ke arah Nera, menunjukan beberapa foto yang memperlihatakan Disneysea dan Disneyland.


"ayok ayok, mau gue kesana kita memang butuh hiburan, baru semingu tapi tugas sudah menggila, ke Disneysea aja ya Bi sepertinya cocok untuk suasana fikiran gue yang saat ini sedang kurang baik" jawab Nera antusias lalu kembali fokus dengan laptopnya.


"oke Disneysea ya mediterranean harbor" jawab Biandra mendapat respon anggukan oleh Nera.


"Bi, gue kemaren dikampus seperti melihat pak Aulian CEO TL Group deh, apa bener dia lagi dinegara ini Bi".


"ya mana gue tau Ner". jawab Biandra.


"apa iya ya itu benar dia, gue juga merasa melihat dia beberapa kali di negara ini" batin Biandra yang mengingat ngingat orang yang mirip dengan Aulian dari belakang.


"bukannya loe deket sama dia ya Bi".


"cuma sebatas rekan kerja saja kok".


"gue fikir waktu dia dateng kekampus buat bersihin nama loe kalian ada hubungan Bi".


"hahahha ngawur". ucap Biandra sambil melempar Nera dengan bantal.


"ya kan jarang loh ada seorang CEO seperti pak Aulian yang super sibuk gitu mau turun tangan nagangin masalah kayak gitu, kalau bukan menyangkut seseorang yang dianggapnya spesial, kalau di drama korea atau novel novel dia pasti nyuruh orang kepercayaanya, dia taunya tinggal beres aja, ya jadinya gue mikir kearah sana lah".


"itukan di drakor sama di novel inikan di dunia nyata Ner, gak semua hal dihandalkan ke orang suruhannya". jawab Bia sambil tertawa.


"iya juga si".


"oiya Bi, waktu kita wisuda gue juga melihat pak Aulian ada disana sambil bawa buket bunga, gue fikir itu buat elo. bukan ya Bi?" Biandra menggeleng.

__ADS_1


"Ner gue kekamar dulu ya mau melanjutkan nulis Novel" Nera mengangguk sambil melambaikan tangannya.


sampai dikamar Biandra nampak tidak tenang entah kenapa semenjak nomor Alulian tidak aktif Biandra merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya, dan mendengar Nera mengatakan Aulian membawa bunga hatinya terasa tidak suka.


"siapa yang pak Aulian temui dikampus, siapa yang dia kasih bunga" batin Biandra menerka nerka.


"ahhhh gue mikirin apa si, sadar diri Bi sadar elo bukan tipe pak Lian" Biandra menonyor kepalanua terus menenangkan hatinya sendiri.


"hahh sudahlah mending gue nulis" ucap Biandra bergegas ke meja belajarnya membuka laptop dan mulai menggerkan jari jemarinya.


selain novel Biandra juga menulis beberapa buku ilmiah yang sudah diterbitkan dan penjualannya sudah tembus sampai luar negri.


Hari minggu telah tiba Biandra dan Nera berada di Disneysea menggunakan pakaian casual dan topi lebar karena sedang musim panas.


dihari weekend pengunjung sangat ramai yang datang hingga berdesak desakan dan antri untuk menikmati wahana . meski harus antri tidak membuat Biandra dan Nera melewatkan satupun wahana yang ada disana.


ditempat Aulian. saat ini dirinya sedang duduk santai diSofa sambil membaca novel, bagi Lian Novel ini adalah novel terbaik yang pernah dia baca. halaman per halaman Lian baca tanpa melewatkan satu kata. kalimat yang ditulis membuat pembaca hanyut mengikuti alur cerita.


Lian mengulang ulang kalimat yang ada dinovel itu nampak berfikir untuk mengingat sesuatu.


"kalimat ini pernah gue denger dari Biandra, yah Biandra mengatakan ini ketika kita disingapore sebelum Biandra terjatuh pingsan malam itu. shiiit ahhh kenapa gue masih mikirin istri orang sih sial" umpat Lian kesal sambil melempar novel kearah sampingnya, Aulian benar benar belum bisa move on dari sosok Biandra.


Lian segera menggapai setan gepengnya yang ada dimeja untuk menelphon seseorang teman.


"hallo".


"dimana".


"yok temenin gue keluar".


karena setiap sendirian membuat Lian selalu keingat Biandra dia memutuskan untuk pergi ke salah satu wahana bersama Briyan teman Kuliyah Lian yang sama sama dari Indonesia. menurutnya sendirian terlalu lama bisa membuatnya gila karena terus terusan kefikiran istri orang.


awalnya Lian mengajak ke Disneyland tapi Briyan menolak dengan tegas karena menganggap Disneyland lebih cocok untuk anak anak maka mereka memutuskan pergi ke Disnesea yang wahananya lebih cocok untuk orang dewasa. seperti di mediterranean harbor yang akan membawa mereka melihat bangunan bangunan klasik di jepang.

__ADS_1


Lian menggunakan pakaian casual dan kcamata hitam, mengalungkan Kamera menambah nilai ketampanannya menjadi sempurna.


"Bro, lain waktu kita perlu atur jadwal mendaki gunung fuji" ucap Lian.


"serius lo" jawab Briyan Lian mengangguk.


"yah itu jauh lebih baik dari pada ke wahana anak anak, gue merasa jadi baby siter" Ucap Briyan sambil menggelengkan kepalanya..


"Hot baby siter" jawab Lian Briyan menonyor pundak Briyan.


"kalau gue kesana rasanya kumenangiis membayangkan" Briyan bernyanyo sambil membuka tangannya lebar lebar kesamping.


"hahahah napa loe malah nyanyi" ucap Lian.


"bermain ke wahana anak anak untuk pria cool seperti kita itu sangat menyedihkan" bisik Briyan Aulian terkekeh lalu melempar pandanganya kesembarang tempat .


deggggg


hati Lian berdetak saat melihat gadis memakai pakaian casual dan hijab mirip dengan Biandra.


"astaga gue udah ditempat keramaian seperti ini masih aja mikirin Bia, inget Lian dia sudah menikah, dia sudah menjadi istri orang, move on boy move on" batin Lian yang kesal sendiri karena terus terus ada Bia difikirannya


Lian mengetahui Omar sudah menikah dari salah satu dosen kampus Omar dan Biandra , dosen itu menyampaikan jika Omar memilih mengambil beasiswa bersama istrinya didalam negri karena sudah menikah dan istrinya yang juga salah satu penerima beasiswa itu.


Lian tidak membaca berkas pengajuan pemilihan tempat para penerima beasiswa dan Sang dosen juga hanya menceritakan tentang Omar, karena rasa cemburu dan patah hati yang mendalam membuat Lian selaku pihak yang menjembatani beasiswa itu langsung memberikan tanda tanganinya.


"move on boy, itu pasti hanya siluet Biandra yang hadir dalam bayang bayang fikiran gue" batin Lian.


"bro nape loe, malah diem. awas kesambet" ucap Briyan sambil menepuk bahu Lian.


"enggak, yok lah naik" ajak Lian mereka berdua menaiki perahu yang akan membawa mereka berkeliling.


__ADS_1


__ADS_2