BIANDRA

BIANDRA
14. Hujan bersama Biandra


__ADS_3

"pak, suka banget sama sate ya, sampe habis banyak gitu" ucap Biandra goda Lian sambil ketawa, Lian pun langsung memasang ekspresi malu karena baru menyadari dia sudah banyak memakan sate, sampe tidak terhitung lagi berapa tusuk sangking asyiknya makan sambil ngobrol dengan Biandra.


"au" ucap Biandra yang tiba tiba memegang kepalanya, seperti merasakan nyeri


"kenapa Bi" tanya Lian yang hawatir dengan Biandra karena tiba tiba merintih kesakitan, Biandra yang menyadari Lian hawatir langsung menjahili Lian


"aduh pak sakit banget" ucap Biandra yang makin merintih kesakitan dan Lian pun panik


"minum dulu Bi minum" Lian menyodorkan minuman ke Biandra tapi Biandra hanya diam


"Bi, minum Bi, kok malah diam si, Bi Bi" ucap Lian sambil memegang pundak Biandra dan tiba tiba Biandra menjatuhkan badannya kekursi, Lian pun semakin panik dan bingung mau ngapain


"Ya Allah Bi, loe kenapa" disaat situasi sudah tegang dan Lian semakin panik tiba tiba Biandra mengagetkan Lian


"Baaaa, hahahahahah, panik ya panik ya, panik lah masak enggak" ucap Biandra sambil ketawa dan bangun dari posisi tidurnya, Lian yang kesal menyadari sedang dijahili Biandra langsung diam dan menunjukan ekspresi kesal nya.


"Ya Allah Bi, gue hawatir banget liyat loe tiba tiba merintih kesakitan dan pingsan, ternyata cuma pura pura" batin Lian , Biandra pun terus menggoda Lian dengan berkali kali meminta maaf, Lian pun tak tega melihat Biandra terus terusan meminta maaf


"jangan diulangi lagi" ucap Lian dan dijawab anggukan lalu tanda hormat oleh Biandra


"siap bos".. Lian yang menyadari wajah lelah diwajah Biandra dan Biandra yang mulai merangkul tubuhnya sendiri menyadari kalau Biandra sedang kedinginan


"kita pulang sekarang Bi" ajak Lian sambil berdiri, Biandra pun langsung ikut berdiri dan berjalan disamping Lian menuju keberadaan Ayu dan Azka.


"meong meong meong" kok ada suara kucing ya pk


"hah kucing" seketika Lian merasa takut dan wajahnya berubah menjadi merah dan mengeluarkan keringat


Biandra yang belum menyadari wajah Lian langsung mencari keberadaan sang kucing, ternyata kucingnya kecepit dan Biandra pun segera menolong dan menggendongnya. ketika berbalik badan dengan posisi kucing digendong, Biandra kaget melihat raut wajah Lian yang sudah merah dan banyak keringat

__ADS_1


"pak kenapa" tanya Biandra dengan polosnya yang belum menyadari Lian phobia Kucing


"kucingmu Bi, Hi" ucap Lian, Biandra pun menyadari alasan berubahnya ekspresi Lian, dan langsung buru buru menurunkan kucingnya.


"maaf ya pak, saya lupa kalau bapak phobia kucing" Lian pun langsung mengusap keringatnya dan terduduk di tepi jalan taman dengan nafas yang sudah tidak teratur


Biandra nampak sekali merasa bersalah, Lian yang menyadari itu merasa tidak tega dan kasian dengan Biandra, ingin sekali Lian menceritakan kronologinya bisa phobia dengan kucing, tpi karena Lian pria yang kaku dan gengsian jadi dia tidak mau orang lain terutama perempuan tau tentang masalahnya.


Sesekali Biandra mengusap usap pundak Lian yang bertujuan agar Lian segera rileks kembali, dan saat tangan Biandra mengusap pundak Lian, Lian merasakan jantungnya berdebar kencang aliran darahnya mengalir deras rasanya dia seperti kesetrum, dan Tak lama keadaan Lian sudah membaik tak sadar rintikan hujan turun dan mereka berdua langsung berlari mencari tempat berteduh


"hujan pak, ayok neduh" ucap Biandra dan berlari diikuti Lian menuju gazebo taman. sesampainya di gazebo Biandra berhenti diluar gazebo dan bermain air hujan, Biandra sangat menyukai sekali air hujan


"Bi, jangan hujan hujanan, ini sudah malam nanti loe sakit" ucap Lian yang menghawatirkan Biandra.


"Bisa hawatir juga tu cowo kaku sama orang lain" batin Biandra yang masih asyik bermain air hujan, Lian yang merasa kesal karena omongannya tidak didengar Biandra, Lian pun langsung menarik Biandra agar meneduh


"nanti sakit" sambil menarik tangan Biandra dan menyuruhnya duduk.


"sialan" umpat Lian dalam batinnya


"pasti mantan mantan bapak pada klepek klepek dulunya sama bapak" celetuk Biandra lagi dengan ketawanya


"gue gak punya mantan" jawaban Lian membuat Biandra kaget


"masak si pak, cowo seperti bapak gak ada mantan, bohong nih pasti. ya kan pk" Biandra terkesan banyak bicara ditelinga Lian


"Biandra pacaran itu dilarang dalam agama


dalam surat al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi

__ADS_1


وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا


menerangkan "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”


Hal ini sangat singkron dengan hadits Rasulullah saw yang seolah menjelaskan model tindakan yang dapat mendekatkan seseorang dalam perzinahan.


Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta  ada mahramnya” (muttafaq alaihi) Rasulullah saw secara tidak langsung telah memberikan rambu-rambu kepada umatnya mengenai model hubungan laki-laki dan perempuan yang terlarang yaitu pacaran.


Biandra sebenarnya sudah paham dengan ayat dan hadist ini, tapi dia tidak menyangka kalau Lian si cowo kaku ini paham juga dengan hal itu


"kenapa bengong" ucap Lian cuek


"oh enggak pak indah saja mendengar ucapan bapak" Biandra memang nampak terkejut dan terpesona dengan ucapan Lian, bener bener tidak sesuai fikirannya selama ini.


"kaget ya kenapa gue tahu ayat dan hadist itu, kaget ya kenapa gue ngamalin ayat dan hadist itu" Biandra mengangguk tapi Lian enggan meneruskan ceritanya dan hanya diam sambil tersenyum tipis


"pak kok diem sih, lanjut geh ceritanya. kenapa bapak bisa ngamalin ayat dan hadist itu" rengek Biandra tidak ngaruh untuk Lian dan karena hujan sudah reda Lian langsung mengajak Biandra segera pulang, tapi tidak dengan sebuah kalimat ajakan, melainkan dengan tiba tiba Lian berdiri dan berjalan keluar gazebo


"loh loh pak kok pergi, belum cerita lo" Biandra segera bangkit dan mengejar Lian


"kapan kapan lagi aja gue critanya, sudah malam cepet pulang, itu Azka dan Ayu ada disana tolong bilang ke Azka gue pulang duluan" tanpa menunggu jawaban Biandra Lian langsung pergi meninggalkan Biandra


"dasar cowo kaku" batin Biandra dan langsung berjalan menuju keberadaan Azka dan Ayu


"hay gays udah belum ngobrolnya, sumringah amat wajah wajah anda" ucap Biandra menggoda Ayu dan Azka dengan ketawa mengejeknya.


"dari mana aja lo Bi" Ayu sebenernya kesal dengan Biandra karena ketoilet lama sekali pasti habis ketoilet dia menikmati jajanan sendiri


"dari sana bang. tadi gue ketemu pk Lain dia bilang katanya pulang duluan"

__ADS_1


"yah kok gue ditinggalin si" umpat Azka yang kesal dengan Lian


"gak usah kesel gitu lah, kan ada obatnya" ucap Bjandra sambil menekankan kalimat obatnya dan mengangkat alisnya dan mengarahkan pandangannya ke Ayu dengan senyum tipis. Azka pun salah tingkah dibuatnya


__ADS_2