BIANDRA

BIANDRA
59. Biandra Pingsan


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Biandra yang sedang duduk ditepi ranjang menghadap setan gepengnya dengan merk aple kroak berwarna hitam.


"Waalaikumussalam warahmatullah sayang" balas Lian dalam vidio call. nampak Lian sedang rebahan dengan bertumpu pada satu tangannya dan memakai kaos oblong berwarna putih yang memancarkan ketampanannya.


"ada apa kk" tanya Biandra.


"kangen" jawab Lian yang tak berkedip menatap wajah ayu Biandra dibalik jilbab pasmina berwarna mocca. sedangkan yang ditatap hanya membalas dengan senyum manis.


"Masya Allah senyumu manis sekali sayang, bikin kakak takut" ucap Lian yang tiba tiba memasang wajah sedihnya.


"takut kenapa kak" tanya Biandra yang mendadak hawatir melihat ekspresi Lian yang juga mendadak berubah.


"takut kakak kena diabetes karena sangking manisnya melihat senyumu" jawab Lian cekikikan.


"dih kakak" Biandra balik memasang wajah sedih.


"kamu kenapa Bi, kok malah sedih. kakak becanda lhooo" ucap Lian yang balik hawatir dengan perubahan ekspresi Biandra.


"kata kata kamu kak" Biandra mencoba menahan air matanya yang keluar.


"kenapa dengan kata kata kakak Bi, kakak cuma becanda, biasanya juga kamu biasanya saja kalau kakak gombalin" jawab Lian yang makin takut.


"kata kata kakak bikin jantung Bia jedag jedug kayak bunyi disko, eaaaaa" Biandra menjawab diiringi ketawa.


"hahahah, Tsa ae maemunah" jawab Lian.


"bikin kakak spot jantung tau gak" imbuh Lian sambil mengusap dadanya.


"emang cuma kakak aja yang bisa bikin orang spot jantung, weeek" timpal Biandra dengan menjulurkan lidahnya mengejek, Lian hanya membalas dengan tawa.


"kamu gak kangen kakak Bi".


"kangen dong kak". jawab Biandra yang memang merindukan pujaan hatinya yang sudah satu bulan lebih tidak berjumpa.


"sini Bi pulang, temuin kakak" bujuk Lian.


"yeee enak aja, kebalik lah. kakak yang kesini temuin Bia" jawab Bia.


"dua minggu lagi kakak ke Jepang ada meeting disana, tunggu kakak ya"

__ADS_1


"siap bosque" jawab Biandra dengan memberikan tanda hormat.


"gimana tesisnya, udah mulai digarap belum" tanya Lian yang selalu kepo dengan kegiatan Biandra.


"sudah kak, kemaren Bia habis ngajuin judul dan Alhamdulillah langsung di Acc. tanpa terasa satu jam Biandra dan Lian mengobrol membahasa seputar kuliyah Biandra dan pekerjaan Lian yang bikin pusing. mereka berdua sepakat apapun masalah yang sedang dialami pasangannyalah tempat berbagi keluh kesan. baik itu masalah kuliyah, pekerjaan, pribadi, keluarga dan sebagainya. karena dengan menjaga komunikasi dan saling terbuka satu sama lain akan menguatkan sebuah pondasi hubungan.


"Bi, doain ya semoga orangtua kita segera berdamai dan mau merestui kita" Lian berucap dengan ekspresi penuh harap.


"Bia selalu berdoa begitu kak" Lian belum menceritakan perihal tentang dirinya meminta bantuan abah Labib untuk mendamaikan kedua orangtua mereka kepada Biandra. karena momentnya belum tepat menurut Lian.


"yasudah selamat istirhat sayang, jangan lupa mimpiin aku sayang Assalamualaikum" pamit Lian.


Setelah mendapat telfhon dari Lian, Biandra langsung bergegas memejamkan mata karena sudah pukul 22.00 waktu Jepang. selisih waktu antara Jepang dan Indonesia sekitar 2 jaman.


keesokan paginya Biandra sedang bersiap siap untuk berangkat ke kampus, terdengar ribut ribut diluar, membuatnya penasaran dan langsung keluar untuk mengecek apa yang terjadi.


terlihat Nera dan Briyan sedang adu mulut.


"kalian kenapa lagi pagi pagi sudah ribut, kebiasaan seperti anjing dan kucing" lerai Biandra.


"Briyan nih dateng ganggu aja" jawab Nera.


"sudah sudah kalian berdua kenapa sih". Biandra merasa pusing mendengar dua orang sering berantem padahal saling sayang.


"Ner, dengerin gue dulu. yg semalem lu liyat itu bukan siapa siapa gue, dia temen kuliyah gue, tolong percaya gue" Briyan mencoba menjelaskan. sambil mengatupkan kedua tangannya kedepan.


"oke jadi kalian ribut karena masalah rumah tangga, gue gak ikut ikutan deh, byee Ner gue harus segera kekampus udah telat" pamit Biandra dan berlalu pergi.


selama perjalanan kekampus, Biandra terus chating dengan Lian yang membahas tentang hubungan mereka, akhirnya pagi tadi Lian menceritakan apa saja yang sudah dia lakuin untuk membuat kedua orangtua mereka berdamai. ada secuil harapan dalam benak Biandra.


cinta memang harus diperjuangkan, begitulah prinsip yang dipegang Biandra dan Lian. mereka yakin suatu saat kedua orangtua Biandra pasti merestui. karena dulu dari awal mereka sudah memberi restu hanya karena ada salah paham antar kedua orangtualah yang membuat orangtua Biandra enggan merestui hubungan mereka.


hari minggu pun tiba, kedua orangtua Biandra juga kedua orang tua Lian datang menemui abah Labib.


"sayang mama papa ke malang dulu beberapa hari untuk bertemu pak kyai papa, mama nitip Leo ya" pamit Laudya pada Lian saat bertolak ke Malang.


"iya mam, mama papa hati hati dijalan. kabarin Lian kalau ada apa apa ya" jawab Lian yang hannya dibalas anggukan oleh Laudya dan Tama.


"Leo dirumah sama embak dan uncle ya, jangan nakal, oma sama opa hanya pergi sebentar" pamit Laudya pada Leo.

__ADS_1


"siap oma, Leo janji gk nakal sama embak dan uncle" jawab Leo semangat.


tinggalah Lian dan Leo diteras rumah yang hanya mengantar Laudya dan Tama sampai depan rumah, karena mereka menolak diantar ke Bandara.


"dada oma opa" ucap Leo sambil melambaikan tangannya. dan dibalas lambaian tangan oleh Laudya dan Tama.


"Uncle uncle, Leo kangen bunda. kita Vidio call bunda yuk" ucap Leo sambil menarik ujung kaos yang dikenakan Lian.


"boleh. yuk masuk kedalam" jawab Lian .


"*yeeeee" Leo bersorak gembira. dan berlari masuk kedalam rumah.


"uncle sini cel" ucap Leo sambil menepuk sofa ruang keluarga yang disampingnya kosong. Lian segera duduk disamping Leo dan melakukan panggilan vidio call.


panggilan pertama dan kedua tidak diangkat hingga akhirnya panggilan ke tiga baru diangkat. nampak Biandra masih mengenakan mukena berwarna putih dengan wajah yang pucat seperti orang sakit.


"Assalamualaikum bunda" ucap Leo.


"waalaiakumussalam sayang" balas Biandra tersenyum menatap wajah imut Leo.


"Bi, sayang.kamu sakit? pucat sekali wajah kamu" tanya Lian yang hawatir dengan Biandra.


"enggak papa kak, hanya kecapean saja akunya" jawab Biandra dengan menahan sakit dikepala.


"kamu yakin hanya kecapean" tanya Lian memastikan dibalas anggukan oleh Biandra.


"Bunda lagi apa, Leo kangen bunda" ucap Leo lagi.


"bunda habis sholat dhuha sayang, bunda juga kangen Leo" ucap Biandra.


brukkkk


tiba tiba Biandra terjatuh.


"Bundaaaaa" teriak Leo yang melihat Biandra ambruk kelantai.


"Le kenapa" tanya Lian yang baru kembali mengambil minum.


"Bunda jatuh kelantai Uncle huwaaa aaaa" uap Leo menunjuk kearah Biandra yang memperlihatkan wajahnya menempel pada lantai.

__ADS_1


"Astaghfirullah, Bia, sayang bangun sayang kamu kenapa pingsan Bi" teriak Lian hawatir dalam telfhon.


__ADS_2