BIANDRA

BIANDRA
29. Singapura


__ADS_3

Hari ini keberangkatan para mahasiswa mahasiswi kampus Biandra ke Singapore untuk mengikuti olimpiade. sesampainya disana mereka langsung menuju kamarnya masing masing untuk meletakan barang barang bawaan lalu keluar kembali menuju aula hotel untuk mengikuti pembukaan acara. Ayu dan Biandra duduk bersebelahan dan Nera selalu membuntuti Omar.


"Bi Bi liyat tu si Tutik" ucap Ayu pada Biandra sambil nunjuk ke arah Nera.


"Tutik siapa si Ay, emang ada yang namanya Tutik ya" jawab Biandra polos gak tahu siapa tutik.


"itu loh sampingnya bang Omar"


"oh, itu namanya Nera bukan Tutik" jawab Biandra dengan apa adanya.


"sekarang namanya ganti Tutik, karena suka ngebuntutin bang Omar" jawab Ayu yang kesal dengan sikap Nera selalu buntut tin Omar, yang terlihat banget Omar risih tidak nyaman diikutin Nera.


"hahaha bisa ae lo Ay" Biandra langsung ketawa mendengar penjelasan Ayu.


"kok kesel ya liyat Nera buntutin bang Omar terus" batin Biandra yang masih memandangi arah Omar dan Nera.


selesai pembukaan semua tim berkumpul untuk menyiapkan lomba pertama yang mereka ikuti.


kini semua peserta sudah berada di tempat nya masing masing dan dewan juri juga sudah menempati tempat duduknya masing masing.


deg


hati dua manusia saling kaget dengan mata saling memandang, tak menyangka akan bertemu kembali disini.


"Biandra" ucap Lian dalam hati dengan hati yang berdebar debar.


"pak Lian, dia disini" batin Biandra yang juga kaget tidak menyangka kalau Lian bakalan menjadi dewan juri disini.


"oiya, pak Lian kan pengusaha muda sukses bahkan bisnisnya sudah Go Internasional. wajarlah kalau beliau jadi juri disini" batin Biandra yang mengingat siapa jati diri Aulian.


"Bi itu yang tengah bukannya pak Aulian ya" bisik Ayu ditelinga Biandra yang juga kaget dengan kehadiran Aulian di olimpiade ini. Biandra hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ayu.


"hebat ya beliau masih muda sudah sukses Go Internasional, pasti bukan sembarang orang yang bisa jadi juri di olimpiade ini" tutur Ayu yang kagum dengan sosok Aulian.


"tapi bukannya pak Aulian itu sibuk ya Bi, kok bisa si meluangkan waktunya menjadi juri olimpiade ini" Ayu jadi penasaran dengan sosok Aulian. mereka berdua tidak tau kalau Aulian adalah salah satu penggerak Olimpiade Internasional ini, dulu dia juga mengikuti Olimpiade ini. karena kecerdasannya maka dia rekrut menjadi penggerak Kegiatan Olimpiade Ekonomi Bisnis tingkat Internasional yang diselenggarakan setiap tahunnya.


"gue juga gatau Lah Ay, tapi yang gue tau pak Lian itu pemuda yang cerdas, banyak prestasi yang beliau raih dimasa kuliyahnya dulu dan pastinya beliau bukan orang sembarangan" jawab Biandra sesuai yang dia ketahui.

__ADS_1


"eh eh udah yuk Bi fokus" ajak Ayu dan mereka kembali Fokus.


lomba babak pertama dimulai dan seluruh peserta fokus untuk menjawab segala pertanyaan lomba babak pertama ini adalah lomba debat mengenai dunia bisnis. Biandra menjadi juru bicara pada timnya.


"Hebat, cerdas, cantik" tiga kata yang keluar dari mulut Aulian.


"lagi muji siapa pak" tanya Tofa juri dari negara Turky dengan menggunakan bahasa inggris.


Lian baru sadar kalau dia melamun dan memuji Biandra hingga didengar orang disampingnya


"Gadis yang berjilbab Pink ya" tanya Tofa Aulian hanya tersenyum.


"perjuangkan jangan sampai diambil orang, segera halalin" bisik Tofa menggoda Lian membuat Aulian canggung.


hari demi hari olimpiade sudah terlewati, kini hari terakhir untuk mereka ada di Singapura. siang ini semua peserta juri dan panitia berjalan jalan di sekitar Merlion Park dan dilanjut acara penutup nanti malam pengumuman pemenang olimpiade dan pesta ditaman hotel.


siang itu Biandra dan Ayu menikmati suasana di Merlion Park dan bergantian memfoto, ini merupakan pertama kalinya untuk Biandra dan Ayu ke Negara Patung Singa.



dari kejauhan Lian diam diam memperhatikan Biandra, ingin menghampiri Biandra namun selalu dikelilingi rekan rekannya disana. menurut Lian Biandra sangat cantik tidak hanya cantik luarnya saja tapi juga dalamnya. ketulusan dari dalam hati terpancar melalui raut wajah nya. senyum yang selalu menghiasai wajahnya menambah kecantikan yang alami. sejak pertama melihat Biandra Lian selalu melihat senyum dibibir Biandra.


setelah acara pengumuman selesai Biandra dan Ayu memilih ketempat yang rada sepi untuk memotret beberapa gambar. Biandra kurang nyaman dengan suasana pesta seperti ini, tapi mau tidak mau dia tetap harus mengikuti.


"Bi loe nyaman gak si ditempat beginian" tanya Ayu Biandra menggelengkan kepala.


"minggir kesana yuk" tunjuk Ayu kearah ujung


"ayuk" mereka berdua menuju tempat yang dimaksud. di sebuah kursi panjang dengan hiasan lampu taman dan bunga bunga taman.


,"akhirnya jauh dari keramaian ya Bi". Ayu yang melihat pemandangan dan suasana disini nampak bahagia dan nyaman begitu juga dengan Biandra.


"Ay habis dari sini kita harus segera menyelesaikan skripsi kita. pokoknya semester depan harus bisa wisuda". Biandra mengatakan dengan penuh semangat.


"siapa bosqu" jawab Ayu sambil memberi tanda hormat pada tangannya.


dari kejauhan diam diam Lian memperhatikan Biandra, ketika dia ingin melangkah menghampiri Biandra seketika langkahnya terhenti karena keduluan Omar yang menghampuri Lian.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Omar yang datang menghampiri Biandra dan Ayu.


"Waalaikumussalam bang" jawab Biandra dan Ayu serempak.


"selamat ya buat kalian, segera selesaikan skripsinya dan gunakan sebaik mungkin beasiswa S2 nya nanti" ucap Omar lalu pamit meninggalkan Biandda dan Ayu. seperginya Omar Biandra terus memandangi punggung Omar dengan senyum senyum.


"hayoo lo Bi, ngapain loe senyum senyum ngeliyat bang Omar, naksir kan loe" goda Ayu.


"apaan si Ay" jawab Biandra malu malu dengan wajah yang sudah memerah.


"tukan wajah nya merah, terkesima ya Bi melihat pesona bang Omar" lagi lagi kata kata menggoda dari Ayu membuat pipi Biandra semakin merona.


tanpa Mereka berdua sadari ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi.


plak plak plak suara kaki melangkah menghampiri Biandra dan Ayu.


"Assalamualaikum" ucap Lian menghampiri.


"Waalaikumussalam pk" jawab Biandra dan Ayu serempak.


"kalian ngapain disini, gak gabung dengan yang lain" tanya Lian dengan wajah datar, sebenarnya dia gugup namun pandai menyembunyikan, dia sadar dia harus berjuang, memperjuangkan Biandra, gadis yang sudah berhasil meruntuhkan benteng pertahanan hatinya.


"lagi gak mood aja pk disana, lebih nyaman disini" jawab Biandra.


drettt dreeetttr (suara telphon).


"ada telphon" ucap Ayu lirih.


"Bia pak Lian saya angkat telphon dulu ya dari papa" ucap Ayu lalu berjalan agak jauh dari keberadaan Biandra dan Lian.


kini tinggalah Biandra dan Lian berdua asyik mengobrol, tiba tiba rintikan hujan terjatuh. Biandra pun segera pergi dati tempatnya yang terbuka itu untuk mencari tempat berteduh.


Brukk


Biandra terpeleset dan akan terjatuh namun segera ditangkap oleh Lian. tak lama kemudian Biandra pingsan dan Lian segera mengendongnya.


"Ayu yu, Biandra pingsan ayok bawa kekamarnya" teriak Lian pada Ayu yang sedang bertelponan.

__ADS_1


diam diam ada sepasang mata yang memperhatikan Biandra dan Lian, hal itu membuatnya mengambil kesempatan untuk memotret Biandra dan Lian yang terlihat seperti orang yang sedang berpelukan, ciuman dan dalam gendongan Lian.


malam luur, kalau kalian suka dengan cerita novel ini, tolong like, favorit dan komen ya luuur😁😁


__ADS_2