
"enak pak?" tanya Biandra sambil menahan tawa pada Lian. Lian menjawab dengan anggukan kepala.
"mau nambah lagi?" Lian menggelengkan kepala.
"kenyang Bi" jawab Lian lalu mengusap bibirnya dengan tisu.
"yaudah yuk pulang!" ajak Biandra dan mereka bergegas pulang ke apartemen.
"pak, pak Lian suka traveling juga kan" tanya Biandra berusaha menyairkan suasana, lagi lagi Lian menjawab dengan anggukan kepala.
"di Semarang mana lagi pak tempat yang bagus, jujur aku belum puas menjajahi tempat tempat di kota ini" ucap Biandra sambil menatap jalan didepan.
"besok padat gak kegiatanya" tanya Lian."
"padat pak, tapi sepertinya Lusa selow" jawab Biandra dengan semangat.
"kerjalah gak usah mikirin traveling" jawab Lian datar.
"dih, kirain nanya padat gak kegiatanya mau ngajak jalan jalan taunya suruh kerja hmmmm" gerutu Biandra dalam hati dengan ekpresi kesal. Lian yang melirik ekpresi Biandra hanya bisa ketawa dalam hati.
"Alhamdulillah makasih ya pak sudah dianterin dan ditlaktir makan" ucap Biandra sesampainya di apartemen.
"ya" jawab Lian singkat.
"dih orang ini kayak bunglon, tiba tiba irit ngomong tiba tiba boros ngomong, gak jelas" batin Biandra lalu masuk kedalam apartemen.
ceklek (suara hendel pintu).
"Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam, ya Allah bi loe dari mana aja si, gue sampai apartemen loe gak ada, gue telfonin hp loe gak aktif, bikin cemas tau gak Bi" ucap Ayu yang sudah menyerbu pertanyaan tanda hawatir pada Biandra.
"panjang ceritanya Ay, gue mandi dulu" jawab Biandra lalu masuk kamar mandi.
"ya Allah ni anak ya, dihawatirin malah dicuekin, yasudah sana mandi kalau sudah selesai cerita ya" teriak Ayu yang kesal dengan Biandra tapi juga bahagia melihat sahabatnya baik baik saja pulang dengan selamat.
lima belas menit kemudian Biandra sudah selesai mandi, dilihatnya Ayu sedang nontom TV.
"Hay Ayu chant" ucap Biandra sambil menghamburkan tubuhnya pada tubuh Ayu.
"Bia, rambutmu masih basah, jangan nempel nempel" gerutu Ayu yang risih dengan rambut Biandra yang masih basah.
__ADS_1
"Bi jawab tadi kamu dari mana saja" Ayu mulai ingat dengan kekepoannya.
"makan pecel lele sama pak Lian" jawab Biandra datar.
"what, pak Lian" Ayu kaget langsung menyampingkan tubuhnya menghadap Biandra penuh selidik. Biandra menjawab dengan anggukan.
"kok bisa" Ayu bicara dengan teriak membuat telinga Biandra berdengung.
"Astaghfirullah Ayu, bisa gak si gak usah teriak teriak gue gak budek" ucap Biandra sambil mengusap telinganya.
"maaf maaf habisnya loe ngagetin gue sih"
"udahlah gue ngantuk besok lagi aja ceritanya, Bye" Biandra langsung masuk kamar sedangkan Ayu masih ngedumel dengan sikap Biandra yang ceritanya setengah setengah.
keesokam harinya Biandra dan Ayu masih disibukan dengan shoot iklan dan membuat mereka pulang malam lagi dan mereka selalu diantar Azka, karena hawatir dengan kejadian yang dulu menimpa mereka, Azka tidak lagi membiarkan mereka berdua pulang sendiri.
tibalah hari terakhir mereka di Semarang kali ini Biandra dan Ayu ingin menghabiskan waktunya untuk menjajahi tempat tempat yang belum sempat mereka jajahi di kota Semarang.
"bos, loe ikut gak, gue mau nemenin Biandra dan Ayu traveling" ucap Azka dibalik telphonya.
"ikut, jemput gue" ucap Lian dan langsung mematikan telphonya.
"gue pakek baju mana ya" ucap Lian yang tengah kebingungan dengan penampilananya. akhirnya dia memilih pakaian casual kaos berwarna putih dengan kemeja polos berwarna navi dipadukan celana levis berwarna moca dan sepatu berwarna putih.
"Assalamualaikum tante om" ucap Azka yang baru sampai untuk menjemput Lian.
"ma pa Lian jalan dulu sama Azka, Assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
"kebiasaan anakmu itu pa, langsung aja nyelonong gak jelas" ucap Laudiya.
"kalau jelek aja anak papa. kalau bagus anak mama" jawab Tama sewot.
tiga puluh menit kemudian mobil Azka sudah sampai didepan apartemen yang diinapi Biandra.
hari ini mereka berempat menghabiskan waktu bersama untuk jalan jalan di kota Semarang.
"Assalamualaikum" ucap Biandra dan Ayu ketika masuk kedalam mobil Azka.
"Waalaikumussalam nona nona" jawab Azka dan Lian hanya menjawab Lirih.
__ADS_1
"siap" tanya Azka.
"siap, lets go" jawab Ayu. Biandra hanya ketawa melihat tingkah Ayu yang sudah seperti superman mau terbang.
"bang Azka kita mau kemana dulu nih" tanya Ayu.
"kemana bos" tanya Azka pada Lian.
"kemana Bi" tanya Lian pada Biandra.
"kemana Ay" tanya Biandra pada Ayu.
"kalian apa apaan si, kok malah muter muter nananya" Ayu merasa kesal dengan sikap orang orang didalam mobil ini, berasa diprank.
"eh tunggu tunggu, tumben pak Lian senyum, ganteng tau pak kalau senyum" celetuk Ayu seketika Lian mengalihkan pendangannya dan membuang senyumnya.
"iya kan Bi, pak Lian ganteng kan kalau senyum" tanya Ayu dan dijawab anggukan oleh Biandra. Biandra sudah tidak kaget dengan senyum Lian karena sudah beberapa kali melihatnya.
"memang ganteng, tapi sayang pelit senyum" batin Biandra dengan memandangi wajah Lian dari belakaang.
akhirnya kini mereka berempat sampai ke tujuan pertama mereka yaitu ke Benteng Pandem atau Benteng Fort Willem I.
Tempat ini merupakan bangunan tua peninggalan Belanda. Benteng dengan arsitektur Belanda yang instagramable ini terletak di Bugisari. selanjutnya mereka ke Brown Canyon dan terakhir ke Bukit Gombel.
"Masya Allah bagus banget ya pemandangan ya dari sini kalau malam hari" ucap Biandra . tanpa Biandra sadari kini hanya ada Aulian didekatnya, sedangkan Azka dan Ayu sedang berjalan agak jauh dari posisi Biandra dan Lian saat ini untuk mencari makan.
"loh, pk Lian, yang lain mana" Biandra merasa agak kikuk tapi bisa ditutupi.
"tuh" tunjuk Lian kearah Ayu dan Azka .
"makasih ya pak sudah mengajak Bia jalan jalan hari ini" Lian mengangguk.
"tempat mana yang ingin kamu kunjungi Bi"
"korea, Bia pengen banget ke Korea" jawaban Biandra dengan ekspresi bahagia dan penuh harap.
"bapak sudah pernah ke korea" lagi lagi Lian hanya mengangguk dan Biandra sudah terbiasa dengan hal itu. ya begitulah Aulian pemuda tampan seorang CEO yang dikagumi banyak kaum hawa tapi kaku dingin dan irit ngomong, tapi hanya Biandra perempuan yang bisa membuay Aulian gugup dan sering tersenyum selain mamanya.
semakin hari hubungan Aulian dan Biandra semakin membaik dan Aulian juga sudah banyak bicara pada Biandra meski tak sebanyak Azka yang otaknya kadang gesrek hehehehh. hari itu benar benar membuat Biandra bahagia entah karena bisa mengunjungi banyak tempat atau bahagia karena bisa traveling bareng bersama Aulian. begitu juga dengan Aulian hari itu benar benar membuatnya bahagia dan menghilangkan kepenatan kerja.
jangan lupa tinggakkan jejak ya lur😂
__ADS_1