BIANDRA

BIANDRA
15. Perkelahian sengit


__ADS_3

saat ini Azka sudah pergi, Ayu dan Biandra berjalan menuju hotel, tadinya Azka menawarkan untuk mengantar mereka berdua pulang ke hotel, tapi Biandra dan Ayu menolak karena jarak taman ke Hotel sangat dekat, cukup jalan kaki sepuluh menit sudah sampai.


"Bi lo tadi ketemu sama pk Lian " tanya Ayu dan Biandra mengangguk


"kalian ngobrol banyak dong" Biandra mengangguk lagi


"ngobrolin apa" jiwa keponya Ayu keluar


"banyak, kepo ya kepo ya kepolah masak enggak" ejek Biandra


"ya iyalah kepo, jangan sampai enggak" jawab Ayu balik ngejek Biandra dan mereka berdua malah jadi ketawa


"masak si cwo kaku seperti pk Lian mau diajak ngobrol Bi" Ayu makin heran, yang Ayu dan banyak orang ketahui sosok dari Seorang Azzam Aulian Putra adalah pria tampan yang kaku, dingin seperti es kutub utara yang tidak meleleh dan juga gengsinya setinggi langit.


"sebenernya beliau banyak omong, dan asyik juga diajak ngobrol , tapi kitanya duluan yang harus memulai obrolan dan buat dia nyaman"


"berarti pak Lian nyaman dong dengan elu Bi" goda Ayu.


mereka berdua berjalan sambil menikmati udara malam dan sangking asyiknya ngobrol, tanpa mereka sadari ada tiga laki laki berbadan kekar tampang seperti penjahat yang mengikuti mereka berdua. disaat jalanan sepi ketiga laki laki itu segera menghampiri Biandra dan Ayu lalu merebut tas Biandra dan mencoba untuk memperkosa mereka berdua.


"kalian mau apa" Biandra bertanya kepada ketiga pria itu


"hay cantik, malam malam kenapa masih diluar" ucap salah satu pria itu, dan mecoba mendekati Biandra juga ayu, seketika Biandra dan Ayu langsung berteriak meminta tolong


"tolong tolong tolong" ucap mereka berdua sekencang kencangnya tapi tidak ada satu pun orang yang nampak disanan.


"tidak akan ada yang menolong kalian cantik, sudahlah mari kita bersenang senang sekarang hahahah" ucap satu laki lainnya


"enggak, jangan sentuh kami" ucap Biandra yang sudah emosi dengan pria pria itu yang mencoba menyentuh Biandra dan Ayu


"bruk" Ayu menendang salah satu daerah sensitif milik salah satu pria itu karena sudah berani menyentuh tangannya. dan kedua temannya tidak terima mereka langsung menangkap Ayu dan Biandra, Ayu dan Biandra semakin kencang berteriak meminta tolong dan ketakutan

__ADS_1


"bruk," sebuah pukulan menghantam tubuh para lelaki itu hingga merasa kesakitan


"pak Lian" ucap Biandra dan Ayu secara bersamaan. sebenarnya tadi Lian ingin sekali menawarkan Biandra untuk diantar pulang, tapi Lian terlalu gengsi untuk mengatakan hal itu. dalam benak fikiranya kalau dia tidak mengantar Biandra dan Ayu pulang masih ada Azka yang tentunya akan mengantar mereka berdua pulang, tetapi ketika Lian mau mengemudikan mobilnya didapatinya Azka naik mobil sendiri dan tidak mengantar Biandra juga Ayu.


Lian yang merasa perasaannya tidak enak langsung mengikuti Biandra dan Ayu dari kejauhan, dan benar firasatnya terjadi kalau Biandra juga Ayu mengalami bahaya.


hingga terjadilah perkelahian sengit antara Lian dan ketiga pria kurang ajar itu.


"hay siapa loe, gak usah ikut campur urusan kita" ucap salah satu pria penjahat itu dan Lian hanya diam dan tersenyum kecut


"karena tidak ada jawaban, ketiga laki laki itu langsung menyerang Lian, bfak bruk brak bruk suara perkelahian


"Ay, Ay kita harus cari bantuan Ay. gue takut Pk Lian kalah dengan mereka, tiga lawan satu Ay," ucap Biandra yang gelisah melihat perkelahian dihadapannya


"iya Bi, ayuk kita cari cara atau sesuatu yang bisa digunakan" jawab Ayu dengan celingukan mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk memukul. dan benar apa yang dikatakan Biandra, Lian mulai kalah


"ya Allah Ay, pak Lian kena pukulan Ay" Biandra makin panik


Ayu yang melihat dua batang kayu lanngsung mengambilnya dan menyerakan satu batang kayu pada Biandra.


bruk bruk bruk bruk pukulan demi pukulan Ayu dan Biandra hantamkan ke punggung dua laki laki yang sedang memukuli Lian hingga tersungkur, Lian yang melihat hal itu langsung mengumpulkan segala tenanganya dan memukul laki laki dibelakangnya menggunakan siku tangannya hingga kesakitan lalu Lian memukulinya hingga pingsan.


ketiga laki laki kurang ajar itu sudah tumbang, dan Lian langsung menghampiri Biandra dan Ayu


"kalian tidak apa apa" tanya Lian dijawab gelengan kepala oleh Biandra dan Ayu


"pak Lian sendiri tidak apa apa kan" tanya Biandra dengan ekspresi hawatir dan dibalas gelengan kepala oleh Lian


"yasudah gue antar kalian pulang" Biandra dan Ayu mengangguk dan mengikuti Lian ke arah mobilnya


"pak, pak Lian berdarah, saya obati dulu ya, kebetulan saya bawa P3K" ucap Biandra Lian menolak karena bisa diobati dirumah, tapi Biandra memaksa dan akhirnya Lian mengizinkannya untuk mengobati luka diwajahnya.

__ADS_1


"sudah pak" ucap Biandra dan langsung membereskan P3K yang dikeluarkannya, Lian mengangguk.


"yasudah ayuk masuk" ajak Lian untuk masuk mobil.


Biandra duduk dikursi depan, disamping Lian dan Ayu duduk dikursi belakang sendirian


"pak terimakasih ya sudah menolong kami" ucap Biandra didalam mobil dengan memandangi wajah Lian yang masih terlihat memar


"sama sama" jawab Lian cuek dan sedikit gugup karena sia sadar kalau Biandra sedang memandanginya


"kami tidak tau apa jadinya kami tadi kalau gak ada bapak" tambah Ayu


"saya juga terimakasih, kalian sudah membantu saya juga tadi" jawab Lian datar


"bapak kok masih ada disekitar sini, bukannya bapak tadi sudah pamit pulang duluan ya" Biandra penasaran dengan keberadaan Lian yang tiba tiba muncul menolongnya, karena setau Biandra, Lian sudah pulang dari tadi.


Lian pun nampak bingung harus menjawab apa. tidak mungkin dong dia berkata jujur.


"seperginya saya tadi, sebelum jalan pulang ada yang saya beli, mangkanya saya baru jalan dan gak sengaja liyat kalian digangguin para preman tadi" jawab Lian yang berbohong, namun Biandra dan Ayu percaya saja dengan yang diucapkan Lian


"lain kali, jangan lagi jalan kaki kalau sudah malam, kalian tidak faham mana daerah yang rawan dan tidak" ucap Lian dengan masih fokus nyetir pandangannya kedepan, Biandra dan Ayu hanya mengangguk tanda mengerti


"sudah sampai" kata Ayu


"pak sekali lagi terimakasih ya" ucap Biandra dijawab anggukan oleh Lian tanpa senyum alias ekspresi datar


"makasih pak" ucap Ayu dan lagi lagi Lian hanya mengangguk dengan ekspresi datar.


Biandra dan Ayu pun segera turun dan Lian langsung melajukan mobilnya.


dalam perjalanan pulang Lian semakin tidak mengerti dengan perasaannya

__ADS_1


"ini perasaan apa, kenapa setiap didekat Biandra gue deg degan, apa ini yang dinamakan jatuh cinta" batin Lian dengan terbayang wajah Biandra dengan berbagai ekspresi.


selamat hari raya idul adha Lur🙏🙏


__ADS_2