
waktu sudah menjelang maghrib mereka bertiga memutuskan untuk pulang dengan suasana hati yang bahagia. fikiran terasa lebih segar karena sudah berhasil melepaskan semua beban fikiran hari ini.
"huah rasanya fikiran gue plong, hilang semua kepenatan tentang skripsi dan kerjaan" ucap Bianda.
"sama gue juga" ucap Ayu .
"gue juga plong banget rasanya" jawab Nera sambil fokus mengemudi.
"waktu sebulan kedepan kita habisin buat ngapain ya" tanya Ayu.
"Traveling dong, Ner loe mau ikutan kita gak traveling traveling" ajak Biandra.
"mauk lah suka gue traveling" jawab Nera.
"kita manjat gunung bromo yuk" ajak Nera.
"wah boleh tuh, kuy kuy" jawab Biandra.
ditempat Lian saat ini dirinya sedang menikmati angin malam dipinggir kolam renang rumahnya ditemani bulan yang terang benderang, seolah tau dengan susanan hatinya yang sedang bahagia. lalu dimainkan HP nya untuk membuka sosial media.
"hmmm sebulan lagi dia wisuda" batin Lian yang melihat postingan Biandra.
"cepet juga tu anak kuliyahnya gak sampai empat tahun" batin Lian lagi sambil senyum senyum menambah kekagumannya pada Biandra.
"sepertinya anak bujang papa ini beneran sudah gila ya" ucap Tama/papa Lian yang kebetulan lewat dan melihat Lian senyum senyum sendiri langsung sifat keponya membara.
"eh papa ngagetin aja" jawab Lian.
"kenapa kamu senyum senyum sendiri ahh papa tau virus cinta iya" ucap papa Lian sambil menepuk pundak Lian dan senyum. Lian berusaha menutupi.
"masih sama dengan gadis yang waktu itu".
"i-iyaa pa" jawab Lian datar.
"papa baru pertama kali melihat kamu jatuh cinta dan untuk pertama kalinya kamu gila karena cinta".
"apaan si pa".
"Lian, papa sudah sering ingetin kamu. kalau kamu sudah kenal baik dan cinta sama seorang gadis segeralah pinang dia, jangan ditunda tunda nanti didahuluin orang".
"dia sudah wisuda?".
"sebulan lagi pa".
"apa rencana kamu" Lian terdiam.
"kamu dulu bilang ke papa gak mau ganggu fokus kuliyah dia kan. dan kamu mau menunggu dia sampai selesai kuliyah?" Lian mengangguk.
"datanglah dihari wisudanya dan lamarlah dia".
"pa kok main lamar aja si pa, kalau ditolak bagaimana".
"itu resiko yang harus kamu terima, kamu pilih mencoba atau tidak sama sekali, kalau papa sebagai lelaki sejati tentunya memilih mencoba dulu urusan hasil diterima atau tidak itu belakangan. pikirkanlah baik baik".
"iya pa" Tama menepuk pundak Lian lalu meninggalkannya sendiri.
Lian mencerna semua omongan Tama dan mengingat semua kenanganya bersama Biandra dari pertama kali mereka bertemu. Lian senyum senyum sendiri dan meyakini kalau dia memang sudah jatuh cinta dengan Biandra.
dengan perasaan bahagia Lian menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk santai di sofa sambil menemani Leo bermain.
brukkk. Lian duduk ditengah tengah orangtuanya.
"ih uncle uncle ngapain si duduk deket oma opa, ini oma opa aku uncle" celoteh Leo yang merasa cemburu dengan Lian.
"hey, kamu lupa ya, ini orangtua aku week" jawab Lian.
__ADS_1
bugh bugh Leo memukul Lian.
"Leo sayang gak boleh mukul nak" ucap Laudiya.
"uncle jahat oma, masak duduk ditengah tengah oma opa"
"yee bocah cemburuan, jangan cemburu dong, uncle pinjem oma opa sebentar ya, besok uncle ajak main timezone deh" bujuk rayu Lian.
"bener uncle" Lian mengangguk.
"yeyeyey" Leo lompat lompat.
"yaudah sana pinjem oma opa aku yang lama. tapi besok main timezonnya juga yang lama ya".
"iyaa bawel" jawab Lian.
"kenapa nih bujang mama, pasti kalau udah duduk ditengah tengah dan bergelendotan gini pasti ada maunya" ucap Laudya Lian nyengir.
"mah ajarin aku nembak cwe" bisik Aulian ditelinga Laudiya. Laudiya pasang ekspresi kaget.
"kenapa ma" tanya Tama yang penasaran melihat ekspresi Laudiya.
"anakmu minta ajarin nembak cewe pa" ucap Laudia lirih sambil menutupi bibirnya dengan tangan dari samping.
Tama dan Laudiya langsung ketawa. meskipun Lian seorang CEO yang dingin cuek dan irit bicara. tapi hal itu tidak berlaku kalau dengan orangtuanya, Lian lebih nyaman bercerita dan minta nasihat kepada orangtuanya karena Lian bukan tipikal orang yang mudah percaya dengan orang lain, yang dia percayai bisa menjaga rahasia dan aibnya hanyalah kedua orangtuanya.
"Lian Lian kamu ini seorang CEO lulusan luar negri, nembak cewe aja minta ajarin" jawab Tama sambil menggelengkan kepala.
"disekolah dikampus gada materi nembak cewe pa" jawab Lian dengan ekspresi belas kasihan.
"ayolah" rengek Aulian.
"lets go kita kekamar, disini ada Leo" ajak Laudiya sambil menarik tangan Lian.
sesampainya dikamar Lian disuruh berdiri dan Laudiya duduk.
ditempat Azka, Azka juga baru saja melihat postingan Biandra. Azka pun langsung menelfon Ayu untuk memberikan ucapan selamat karena sebentar lagi menjadi sarjana.
"selamat ya, yang sebentar lagi jadi sarjana".
"eh bang Azka tau dari mana".
"ngeramal hahah".
"dih bisa aja ngelawaknya".
"iya tau tadi habis liyat postingan Biandra".
"oh ,iya tadi Bia habis ngepost kaki kita, reseh tu anak ngajakin foto, tapi yang difoto kaki. merasa kalah cantik aku sama kaki" Azka terdengar tertawa.
"oiya Ay, kamu udah ada pacar belum" tanya Azka lirih.
"belum bang".
"sama gue juga Ay".
"maksudnya gimana bang".
"oh enggak Ay, itu ada kucing". jawab Azka asal.
"kucing?". tanya Ayu dengan bingung.
"iya kucing".
"kenapa kucingnya bang".
__ADS_1
"meong meong".
"haah gak jelas banget si bang" jawab Ayu Azka makin kikuk salah tingkah karena salah ngomong.
"bang udah dulu ya, gue capek banget mau istirahat".
"oh iya Ay, good nigt" .
"good nigh bang, Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
💦💦💦💦
Satu bulan telah berlalu hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu Biandra, Ayu dan Nera. meraka akan melaksanakan wisuda bersama dengan menggunakan kebaya yang senada.
"sayang, udah siap" tanya bunda Biandra dimeja makan.
"udah bund".
"MasyaAllah cantik banget si anak ayah"
"ya dong siapa dulu bundanya"
"Anak ayah ini bener bener copyan bunda waktu muda" ucap Ayah Biandra.
"bunda mudanya cantik ya yah?".
"cantik banget, sangat cantik mangkanya ayah kepincut dan cinta mati".
"ooh jadi kalau bunda gak cantik ayah gak kepincut nih, gak cinta nih sama bunda" jawab bunda Bia.
"ya cinta dong bund. cinta banget malah, ayah kan cinta bunda apa adanya".
"gombal mukiyo yah".
"beneran bunda ku sayang" jawab ayah Biandra.
Biandra tertawa melihat orangtuanya, seperti sedang menonton remaja yang sedang jatuh cinta.
"oiya Bi, ayah senang banget kamu akhirnya sudah selesai kuliyahnya".
"nanti S2 nya mau ambil beasiswa yang dimana sayang. pilihannya satu luar negri dua diindonesia kan" tanya bunda.
"iya bund, Bia masih bingung. pengennya yang dijepang itu bund, tapi nanti bagaimana ayah dan bunda kalau Biandra tinggal".
"loh bagus dong kalau kamu tinggal, ayah dan bunda dirumah berdua bisa pacaran dan bikinin kamu adek".
cuit .... bunda Biandra mencubit perut ayah Biandra .
"auk aukh" ayah Biandra mringis kesakitan.
"adek adek, kita ini udah tua, bukan waktunya lagi meminang anak, tapi meminang cucu yah".
uhuk uhuk Biandra kaget dan tersedat.
"pelan pelan sayang" ucap bunda Biandra lalu memberikan air minum.
"ya gak papa to bund" jawab ayah Biandra sambil ketawa.
"Bi, kejarlah cita citamu, jika kamu pengen ambil yang di Jepang, silahkan ambil, untuk masalah pendidikan ayah bunda selalu mendukung tidak akan menghalangi, tidak usah pikiran kami". ucap ayah Biandra.
"iya yah, nanti Biandra pikir pikir lagi, masih ada waktu sebulan untuk Biandra memutuskan".
"iya fikirkanlah dengan mateng nak jangan sampai salaah ambil keputusan".
__ADS_1
"iya yah".
"yasudah yuk habiskan sarapannya, lalu kita berangkat. nanti kesiangan". ucap bunda Biandra.