
Flashback on
saat Ayu sedang menyiapkan makan untuk Omar handphon Ayu bunyi mendapat pesan dari nomor baru.
"Ay apa kabar, apa kamu baik baik saja. ini aku Azka maaf ya dulu aku pergi begitu saja mengabaikanmu dan tidak menolongmu untuk lepas dari perjodohan itu, aku menyesal Ay sudah pergi begitu saja dari hidupmu. aku tau Ay selama ini kamu tidak bahagia atas pernikahanmu kamu sabar ya aku akan menolongmu."
hati Omar terasa terbakar. satu bagi Omar karena berani beraninya Ayu berhubungan dengan laki laki lain kedua karena Ayu sempat ingin pergi dan enggan menerima perjodohan denganya ketiga Omar menganggap Ayu sudah bercerita dengan orang lain atas apa yang terjadi didalam rumah tangganya.
brakk
Omar menggebrak meja makan.
"Ayu" teriak Omar. Ayu yang merasa Omar memanggilanya dengan teriakan pasti terjadi sesuatu yang tidak disukai Omar.
"iy iya ada apa" ucap Ayu menghampiri Omar.
"dasar wanita ******, berani beraninya kamu bermain dengan laki laki lain dibelakangku". Omar berucap dengan berapi api.
"apa maksudmu, aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun" jawab Ayu. dengan cepat Omar meraih rambut Ayu dan menjambak sekuat tenaga Omar.
"Akhhhh sakit" ucap Ayu lirih.
"ini hukuman buat wanita ****** seperti kamu yang tidak tau diri." Omar semakin mempererat genggamannya.
"hikhikkhkhik lepas bang sakit" ucap Ayu yang sudah berderai air mata.
pyaaarrr pyaar jedar jedar pyaaar
Omar melepas genggamannya dari rambut Ayu lalu membanting semua barang yang ada dimeja makan dan beberapa guci pajangan.
"kamu kenapa selalu kasar selalu menyiksaku kenapa tidak sekalian kamu bunuh aku biar kamu puas" Ayu berucap dengan penuh emosi karena sudah habis kesabarannya menghadapi Omar yang sering melakukan KDRT.
"oh itu tidak akan terjadi, tidak akan pernah aku biarkan kamu dan anakmu mati aku akan buat kalian berdua hidup menderita, karena perjodohan ini kau membuat masa depanku berantakan dan aku tidak bisa memiliki Biandra, kau tak lebih hanya seperti parasit bagiku".
"kau boleh membenciku tapi jangan kau benci anak ini, anak ini anakmu harusnya kau menyayanginya".
"persetan dengan anak, anak yang kamu kandung bukanlah anak yang aku harapkan, bagiku kau tak lebih dari wanita pemuas nafsuku"
"hikhikhik jahat kamu Omar jahat" ucap Ayu yang merasakan hidupnya sangat menderita.
tok tok tok
"Ayu Omar apa kalian ada didalam, apa kalian tidak apa apa. Ayu ini bunda nak kamu kenapa apa terjadi sesuatu denganmu" ucap Miranda yang sudah berada didepan pintu rumah Ayu.
jangan berani beraninya kamu mengadu ke mereka, awas saja kalau kamu sampai berani macam macam, riwayat mama dan adikmu akan habis ditanganku" bisik Omar ditelinga Ayu lalu pergi lewat pintu belakang.
flashback off
__ADS_1
____________
siang itu Nera sedang berada dikampus yang baru mendapat kabar jika Biandra dirawat karena pingsan tanpa banyak acara Nera langsung pergi kerumah sakit.
"ini taxi mana siii kok gak ada yang lewat, duh hawatir gue sama Bia" ucap Nera lirih dengan ekpspresi panik sambil memukul mukul handphonenya dan menoleh kekanan kiri didepan gerpang kampus.
tin tin tin
suara tlaksor dari mobil Bryan. Nera yang sedang panik tidak mendengar bunyi suara tlakson. Bryan dibuat kesal dengan gadis yang berdiri di tengah tengah luar pintu gerbang yang membuatnya tidak bisa lewat ia memutuskan untuk keluar dan menghampiri gadis itu.
ekhem
Bryan berdekhem dibelakang Nera namun Nera tidak menanggapinya.
"ya Allah Bia gue hawatir sama loe, ni taxi mana si ah" gerutu Nera lirih yang masih didengar Bryan.
sreeeet
Bryan menarik tangan Nera membawa masuk ke mobilnya. Nera kaget dengan tangan kekar yang menariknya.
"eh sialan banget si lo main tarik tarik aja. lepasin".
Bryan hanya diam langsung mendudukan Nera dimobilnya Bryan duduk dikursi pengemudi dan melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi.
"gila aja si lo bawa mobilnya kenceng banget gue belum mau mati Bryan gue masih pengen hidup gue belum nikah, seenggaknya gue nikah dulu baru mati" ucap Nera sambil memejamkan matanya.
Bryan menepikan mobilnya. pelan pelan Nera membuka matanya.
"kok berhenti" cicit Nera menoleh ke arah Bryan.
",loe belum mau mati kan karena loe belum nikah, yaudah yuk kita nikah" ucap Bryan lirih.
"ma maksud lo nikah apa Bry" ucap Nera lirih dengan ekspresi bingung.
plak
Bryan menyentil dahi Nera sambil tertawa.
"Aw, sakit tau".
"hahah loe nya jangan pasang ekspresi kek gitu si, bikin gue cepet cepet ingin nikahin loe"
bughh
Nera memukul lenggan Bryan.
"udah gak usah becanda buruan anter gue kerumah sakit Bia dirawat".
__ADS_1
",gue gak becanda Ner, gue serius dengan ucapan gue" Bryan menatap Nera dengan penuh ketulusan.
"gu gue, gue gue emmm". Nera nampak gugup.
"gue akan sabar menunggu jawaban loe, yang hanya perlu loe tau, gue gak main main dengan ucapan gue tadi gue serius ingin menikah dengan loe" Nera hanya terdiam pandangannya lurus kedepan Bryan kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
sesampainya dirumah sakit Nera berjalan mendahului Bryan. Bryan hanya menggelengkan kepala mengikuti Nera dari belakang.
"dasar wanita" ucap Bryan lirih sambil senyum tipis.
"Biaaa lo kenapa Bi" ucap Nera yang menghamburkan pelukan pada Bianddra dan menghawatirkannya.
"gue gak papa Ner gak usah hawatir".
"loe ini ya selalu bilang gak papa selalu bilang gak usah hawatir. mana bisa aku begitu Bi".
"ya gue sekarang udah gak papa".
"loe si keras kepala udah dibilang istirahat aja dirumah".
Biandra hanya tertawa.
"eh ada Bryan, kalian kesini bareng" tanya Biandra Bryan hanya mengangguk.
"gimana keadaan loe Bi".
"udah enakan Bry"
"Lian mana".
"lagi ke toilet"
"Om Bry sini" panggil Leo yang sedang duduk di sofa asyik bermain mobil mobilan.
"Hallo Leo mainan apa kamu hemm"
"mobil ini om" Leo menjawab sambil memperlihatkan mobilanya.
"Ner, gue kok kefikiran Ayu terus ya" ucap Biandra.
"sama Bi gue juga, apalagi semenjak dia susah dihubungi, gue benar benar ngerasa kehilangan Ayu".
"sama gue juga, apalagi gue Ner yang dari kecil sudah terbiasa bareng dia, tiba tiba sekarang dia susah dihubungi rasanya aneh kek ada yang hilang" .
"kita doakan saja semoga Ayu baik baik saja. lagi pula ada Omar dia pasti akan menjaga Ayu" Biandra mengangguk.
meskipun hanya sahabat firasat Biandra terkadang benar jika Ayu sedang tidak baik baik saja, tapi kali ini dia menepisnya karena Biandra berfikir Ayu sudah punya suami dan sedang mengandung buah cinta mereka sudah pasti Omar akan menjaganya.
__ADS_1
jangan lupa like komen votenya gais heh, Haply reading🙏😁