BIANDRA

BIANDRA
52. Biandra sakit


__ADS_3

pagi harinya Biandra yang akan bersiap siap mengantar Leo kerumah sakit sekalian berangkat kuliyah merasakan pusing yang luar biasa dikepalanya. berbeda dengan biasanya yang hanya sekilas saja terasa pusing. sudah sejak dua tahun belakangan ini Bia merasa tiba tiba pusing tapi itu dianggap sebagai pusing biasa bagi Biandra karena suka datang dan hilang tiba tiba.


Biandra terlihat pucat duduk dimeja makan sambil memijat pelipisnya. Nera yang akan berjalan kedapur melihat Biandra duduk sambil memijat pelipisnya dan wajahnya terlihat pucat merasa hawatir.


"Bia, lu kenapa. lu sakit?.


"hanya pusing sedikit Ner".


jawab Biandra dengan senyum yang selalu dia perlihatkan. Biandra wanita periang yang selalu terlihat ceria sebanyak apapun masalahnya sesakit apapun badanya seberat apapun bebannya Biandra tidak pernah mengeluh dan menunjukan itu semua ke orang lain, Bia selalu menunjukan senyum bahagia yang mengartikan dirinya baik baik saja.


Nera berjalan kekamarnya mengambil obat.


"nih diminum dulu obatnya Bi".


Nera memberika obat dan segelas air putih.


"terimakasih ya Nera".


ucap Biandra dengan senyum dan menahan sakit. sungguh Buandra tidak mau Nera menghawatirkan dirinya.


"Bi loe kenapa, apa kita perlu ke dokter wajah loe sangat pucat".


ucapan Nera menunjukan kehawatiranya.


"gak perlu Ner gue gak kenapa kenapa".


"gue hawatir sama elu, elu istirahat saja ya, biar Leo gue yang nganter sekalian nanti kuliyah elo gue izinin".


",gak usah Nera, gue gak papa jangan hawatir".


"gue siap siap dulu ya mau jalan".


Biandra berjalan lima langkah tubuhnya sempoyongan Nera yang mihat itu langsung menangkap tubuh Biandra dan mendudukannya kembali di kursi.


"loe jalan aja sempoyongan Bi, udah lah elo istirahat aja biar Leo gue yang urus atau gak biar dijemput pak Lian."


Biandra menggeleng kepalanya dan menhana Nera yang akan menghubungi Lian.


"jangan Ner, gue gak papa"


ucap Biandea lalu meminum air putih setelah merasa lebih baik Biandra segera bangkit daei tempat duduknya menepis rasa sakit dikepalanya, Biandra terlihat lebih kuat berjalan.


"ayolah Bi, elo istirahat saja ya".


Nera mulai memaksa merengek seperti anak kecil minta mainan ke ibunya.


"enggak Nera, gue gak papa I'am ok" .


Biandra menjawab dengan mengankat jarinya membentuk huruf O dan mengedipkan sebelah matanya.


"keras kepala banget si Bi".


Nera mendengus kesal, menghentakan kakinya dilantai tanda kesal dengan sikap Biandra yang menurutnya keras kepala.


Biandra hanya tertawa melihat tingkah Nera.


"yaudah gue berangkat dulu ya Ner".

__ADS_1


pamit Biandra sembari berjalan menghampiri Leo yang masih ada didalam kamar.


"loe yakin mau berangkat".


sekali lagi Nera bertanya untuk meyakinkan keputusan Biandra.


"yakin Ner. dah ya gue otw Assalamualaikum"


pamit Biandra yang keluar dari kamarnya bersama Leo lalu pergi kerumah sakit.


"dada aunty Nera, Assalamualaikum"


"Leo jagain bundamu ya Waalaikumussalam"


teriak Nera pada Leo.


"ok" balas Leo dengan teriak.


dalam perjalanan Biandra sesekali menanggapi ucapan Leo yang mengajaknya ngobrol dengan menahan sakit yang sangat teramat dikepalanya wajahnya yang terlihat pucat membuat Leo panik dan berkali kali menanyakan kondisi Biandra.


"bunda kenapa wajah bunda pucat".


"bunda gak papa sayang". Jawab Biandra sambil mengusap kepala Leo. namun Leo merasa hawatir dengan wajah Biandra yang semakin pucat sesekali meringiskan sakit sambil memegang kepalanya, Leo meminta supir taxi menambah kecepatan agar segera sampai dirumah sakit.


"bunda jangan buat Leo hawatir bunda" Leo berucap dengan menangis Biandra tidak menjawab hanya senyum dan mengusap kepala Leo. supir taxi yang melihat Leo menangis dan Biandra meringis kesakitan menjadi panik dan hampir saja menabrak trotoar.


"Astaghfirullah Hal Adzim" ucap Supir taxi.


"ha ti ha ti paaak" ucap Biandra terbata bata.


"pak ayok pak, bunda ku sakit pak" ucap Leo yang sudah berlinang air mata melihat Biandra semakin pucat.


sesampainya rumah sakit Biandra berjalan sempoyongan supir taxi ingin menolong namun Biandra menolak. Biandra masih menganggap dirinya baik baik saja jadi tidak perlu ditolong. sulir taxi pun langsung pergi dari area rumah sakit.


saat sudah mendekati kamar Laudya tiba tiba Biandra terjatuh pingsan.


Brukh


"bunda bangun bunda, bunda kenapa bunda" Leo menangis histeris keadaan rumah sakit sepi karena mereka sudah berada diarea kamar VVIP jadi tak banyak orang yang berlalu lalang disana.


Leo yang melihat Lian keluar dari pintu kamar rawat Laudya langsung berdiri berteriak memanggil nama Lian dengan wajah panik.


"uncle uncle Lian Uncle".


Lian yang mebdengar suara Leo langsung berlari menghampiri Leo.


"kenapa Leo hemm mana bunda".


"bunda Uncle".


jawab Leo menunjuk Biandra yang tergeletak tidak jauh dari posisinya.


"astaghfirullah Bi".


Lian melihat ke arah Biandra yang sudah tergeletak dilantai segera menggendong Biandra membawanya ke IGD dengan Leo yang mengekor dibelakang.


"dokter dokter tolong dok".

__ADS_1


ucap Lian panik.


"bapak tunggu diluar ya biar dokter tangani dulu" .


ucap perawat. Lian mengangguk dan mengajak Leo duduk di kursi tunggu.


"apa yang terjadi sama bunda Leo, kenapa bunda pingsan".


"tadi bunda terlihat pucat sambil memegangi kepalanya, terus saat kita berjalan mau ke kamar Oma tiba tiba Bunda pingsan".


",bunda gak kenapa kenapa kan uncle huhuhu".


terlihat Leo sangat menghawatirkan Biandra sambil menangis sesenggukan.


"kita doakan saja ya bunda gak kenapa kenapa, kamu uncle anter ke kamar oma yuk".


"gak mau uncle Leo mau disini saja nungguin bunda".


",yasudah kita tunggu bunda tapi kamu jangan nangis ya, bunda gak suka kalau kamu nangis".


Leo mengangguk dan mengusap air matanya.


Satu jam kemudian Biandra sudah tersadar dan berada diruang rawat yang kamarnya bersebelahan dengan ruang rawat Laudya.


Biandra membuka matanya memperhatikan sekelilingnya, kamar yang dirasanya sangat luas dengan tembok warna putih dan satu set sofa diujung serta botol imfus yang berada diatasnya membuat Biandra sangat bingung.


"Bi sayang kamu sudah bangun".


tanya Lian mendekat ke bankar Biandra


" aku dimana ini kak" ucap Biandra sembari memperhatikan sekelilingnya.


"kamu diruang IGD tadi kamu pingsan sayang".


"kamu kecapean ya mangkanya sampai pingsan" imbuh Lian.


Biandra hanya senyum manatap wajah tampan Lian.


"kenapa kamu pendam sendiri, kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu sedang sakit Bi"


batin Lian dengan melipat tangannya didada memandangi arah Biandra. hati Lian merasa sakit saat melihat kondisi Biandra yang terlihat lemah dan wajah pucat.


"Bunda" panggil Leo yang ada disamping Lian.


"Leo, sayang" .


jawab Biandra yang berusaha menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang. Lian fokus dengan fikirannya sendiri sampai tidak sadar dengan gerakan Biandra yang sudah diposisi duduk.


akhhh


suara kesakitan Biandra membuyarkan lamunan Lian.


"bunda kenapa" ucap Leo haawtir.


"kamu kenapa sayang" ucap Lian.


"gak papa, nyari perhatian kamu saja habis dari tadi malah diam melamun, melamumin apa si hem".

__ADS_1


ucap Biandra berbohong agar Lian tidak menghawatirkan dirinya sebenarnya dia benar benar merasa kepalanya kembali pusing secara tiba tiba.


maaf ya readers setiaku kemaren author gak up. karena benar benar dibuat sibuk dan sudah kelelahan 🙏🙏🙏😁😁


__ADS_2