BIANDRA

BIANDRA
31. Fighting


__ADS_3

"sudahlah pak biarkan saja. saya tidak apa apa ucap Biandra yang kembali lagi terlihat ceria. tapi tidak pada Lian. dia masih terlihat emosi dan akan tetap mencari tau dalang dari berita gosip murahan itu.


"cari tau siapa yang nyebar berita murahan ini" 💌Azka


Lian mengirim pesan kepada Azka untuk mencari tau dalang berita itu tanpa sepengetahuan Biandra.


ting


Pesan masuk di setan gepeng Azka , Azka langsung buru buru membukanya.


"sial berani beraninya ada yang berani menganggu Bos Lian dan kepemilikannya, belum tau dia berurusan dengan siapa" ucap Azka sambil mengepalkan tangannya karena kesal dengan berita yang sudah beredar disosial media tentang Biandra. Tentunta Azka paham siapa laki laki yang bersama Biandra itu.


ditempat Biandra kini sudah keluar dari pesawat, Ayu langsung memeluk Biandra.


"Biiiiii sabar ya" ucap Ayu sambil memeluk Biandra.


"berita itu " tanya Biandra Ayu mengangguk.


"udahlah santai aja, ntar juga hilang sendiri berita nya" jawab Biandra cuek.


"bisa bisanya dia sok gak peduli dengan berita itu, apa dia gk mikir itu bisa membuat reportasi dia jatuh" batin Lian pada Biandra yang memilih cuek dengan pemberitaan miring tentangnya.


semenjak mengetahui berita tentang Biandra membuat Omar cuek dan dingin kepada Biandra, Omar berfikir kalau memang Biandra ada main dengan Lian, karena Omar sempat mengetahui Lian menggendong Biandra. ditambah Nera yang terus terusan memanas manasi Omar sehingga dia percaya Biandra menjual tubuhnya pada Lian untuk bisa menjadi Brand Ambassador TL groub dan membiayai traveling Biandra kemana mana.


dibandara SH kini Lian dan Biandra terpisah, Lian kembali menaiki pesawat ke Semarang dan Biandra ke Lampung.


sesampainya rumah Biandra langsung disambut ayah bundanya dengan senang hati.


"Assalamualaikum ayah bunda" ucap Biandra.


"Waalaikumusalam gadis bunda" jawab bunda Biandra lalu memeluk Biandra, ada rasa rindu juga sedih dari raut wajah sang bunda.


"nak, are you okey" ucap ayah Biandra yang sudah mengetahui berita tentang Biandra.


"I'Am okey yah" jawab Biandra sambil senyum.


"Ayah sama bunda percaya dengan anak gadis ayah ini, ayah harap kamu tidak memikirkan berita itu, jangan sampai kamu stres karena berita gak bener itu, pohon semakin tinggi akan semakin mudah keterpa angin, begitupun kamu yang sekarang ini sedang bagus karirinya, pasti ada yang tidak suka denganmu dan sengaja membuat berita miring seperti itu" Ayah Biandra berkata dengan bijak.

__ADS_1


"ayah tenang saja, Biandra gak akan stres hanya dengan memikirkan berita gak bener itu, Biandra bisa atasi semuanya" jawab Biandra dengan senyum.


"ayah percaya padamu" ucap sang ayah sambil menepuk pundak Biandra.


"yaudah yah bund, Bia mandi dulu ya, bauk kecut nih" ucap Biandra sambil mencium tubuhnya lalu mencium ayah bundanya dan segera pergi kekamar untuk mandi.


"anakmu itu yah, gak pernah sekali terlihat sedih, selalu saja bersikap santai, tenang dan senyum yang selalu dia tampakan pada kita" ucap Bunda Biandra yang kagum dengan sikap dan kepribadian anaknya sendiri.


ayah Biandra langsung mendekatkan posisi duduknya dengan posisi duduk bunda Biandra.


"gak salah kan ayah memberi dia nama Biandra, yang berarti ceria, periang. sesuai harapan kita dulu bund memiliki anak yang ceria dan periang agar menjadi penghibur lara hati kita atas kepergian kakak kakaknya Bia" ucap sang ayah dengan mengingat dua kakak Biandra yang meninggal diusinya yang masih belia.


"hiks hiks hiks" bunda Biandra menangis.


"loh loh Bund, kok nangis" Ayah Biandra memeluk Bunda.


"terharu, jadi kangen sama kakak kakaknya Bia yah" ucap Bunda sambil nangis, Ayah Bia langsung mempererat pelukannya dan mengusap kepala bunda Bia dengan kasih sayang membuat Bunda Bia nyaman, lalu sang ayah berbisik.


"Le bay" tepat ditelinga bunda Bia dengan suara Lirih, membuat bunda Bia kesal dengan sikap suaminya. lagi melow malah dikerjain. ayah Bia malah tertawa kekeh telah berhasil menggoda sang istri.


didalam kamar kini Biandra sedang merenung sebernya dia kepikiran dengan berita itu, tapi sebisa mungkin dia bersikap cuek dan kuat dihadapan orang orang.


"hemmm siapa ya yang udah tega memfitnah gue" batin Biandra rebahan dikasur sambil menggerak gerakan setan gepenngnya. hingga trtidur.


ditempat Lian Kini dia sudah sampai rumah yang disambut hangat oleh kedua orangtuanya dan keponakannya, Leo.


"Lian, sini nak" ucap Tama atau papa Lian dan menepuk sofa disampingnya yang kosong. tanda agar Lian duduk disitu.


"kenapa pa" ucap Lian saat sudah duduk diaamping Tama.


"bagaimana progres gadis pujaan hatimu, apa perlu papa sama mama turun tangan" ucap sang papa.


"iya Lian, mama ini sudah gak sabar pengen mantu" imbuh sang mama.


"apaan si pa ma, masih proses" jawab Lian datar dan menyandar kepalanya di kepala sofa.


"lambat" imbuh Tama.

__ADS_1


"kalau lambat lambat keburu diambil orang lo ya, kayak mama dulu" jawab Laudiya sambil ketawa, kata kata Lian membuat Lian langsung menoleh kearah Laudya.


"eh Lian, kalau gak kamu mama jododih aja sama anak temen mama papa ya, dijamin kamu pasti suka" cerocos Laudya.


"gak ma, Lian hanya mau dia" ucap Lian yang mulai kesal dengan kata perjodohan dari mamanya.


"yaudah deh iya, tapi nanti kalau kamu gagal dapetin dia, kamu mau ya mama jodohin" Laudya kembali merayu Lian.


"hmmm" jawab Lian singkat.


"dah lah Lian mau mandi, dan istirahat" pamit Lian menuju kamarnya.


"good luck sayang" teriak Laudya seperginya Lian .


"anakmu itu bener bener copyan kamu pa, gemes deh mama" timpal Laudya dan mendapat tatapan tajam dari Tama.


keesokan harinya Biandra dan Ayu kekampus, sesampainya kampus banyak yang berbisik bisik membicarakan berita tentang Biandra.


"gak nyangka ya gue, kelihatanya aja polos alim, ternyata rela menjual tubuhnya hanya untuk sebuah popularitas".


"dih jijik banget lihatnya".


"gak pantes dia pakek jilbab"


kurang lebih seperti itu bisik bisik orang orang dikampus tentang Biandra.


"sabar ya Bi" ucap Ayu sambil memeluk Biandra dari samping.


"iya Ay, aku gak papa, aku pasti akan buktikan kalau aku tidak seperti itu" jawab Biandra santai sambil senyum.


"fighting, kita akan ungkap sebuah kebenaran" ucap Ayu semangat.


"Fighting" jawab Biandra yang tak kalah semangat.


"Bi, dipanggil dekan tuh" ucap salah satu mahasiswa yang menghampiri Keberadaan Biandra.


Biandra nampak santai cuek dan masih ceria meski kini dirinya sudah dicap buruk oleh semua orang di kampus atau mungkin bahkan se Indonesia sudah tau tentang berita itu dan menganggapnya juga buruk.

__ADS_1


__ADS_2