
keesokan harinya tepat pukul 09.00 WIB sesuai kesepakatan Biandra dan Ayu sudah berada dikantor TL Groub pusat yang akan bertemu dengan sang CEO untuk mengadakan perjanjian kontrak kerja.
pagi itu kedatangan Biandra dan Ayu sudah ditunggu Lian dan juga Azka yang menunggunya diruangan Lian. sesampainya dikantor Ada karyawan yang mengantar Biandra dan Ayu ke lantai 25, tepatnya ruangan Aulian.
tok tok tok sang karyawan mengetuk pintu ruangan kerja Lian dan membuka pintu setelah mendapat jawaban dari sang pemilik ruangan.
karyawan itu masuk dan memberitahukan kalau tamu yang ditunggunya sudah datang, setelah mendapat respon dari Azka, karyawan tadi keluar dan mempersilahkan Biandra juga Ayu masuk kedalam dan meninggalkan mereka berdua.
"Assalamualaikum" ucap Ayu dan Biandra sambil menganggukkan kepala dan mendekap kan kedua tangannya. Lian dan Azka menjawab salam Biandra dan ayu, lalu Azka mempersilahkan Bindra dan Ayu untuk duduk disofa sedangkan Lian hanya menatap sebentar saat menjawab Salam dan kembali sibuk dengan pena ditangannya
Biandra mengamati setiap sudut ruangan yang menurutnya sangat sederhana tapi elegant dan mencerminkan kepribadian sang pemilik ruangan yang dingin dan tidak neko neko. ruangan sang CEO dengan warna dinding ****** dan dipadu furniture serba warna coklat kayu sangat membuat nyaman orang yang berada didalamnya.
sekilas secara diam diam Lian melirik kearah Biandra yang duduk anggun dengan wajah periang nya dan asyik mengobrol santai dengan Azka dan Ayu. Lian berusaha menutupi kegugupannya, pasalnya baru kali ini Lian merasa gugup saat bertemu perempuan. setelah Lian merasa bisa menetralkan kegugupannya dia langsung menghampiri keberadaan Biandra dan Ayu.
__ADS_1
"selamat pagi" kalimat pertama yang muncul dari mulut Aulian dan dijawab "pagi" oleh Biandra dan Ayu dengan anggukan
Azka yang sudah mendapat kode dari Lian langsung menjelaskan mengenai kontrak kerja diantara mereka, Biandra dan Ayu mendengarkan dengan seksama dan memahaminya dengan baik. disaat Azka menjelaskan dengan Biandra yang fokus memperhatikan Azka, Lian diam diam memperhatikan Biandra yang tak pernah melepaskan senyumannya dan hal itu tidak ada yang tau dan menyadarinya.
"kira kira seperti itulah kontrak kerja kita mb" ucap Azka diakhir presentasinya dan Bindra menganggukkan kepala tanda mengerti lalu Biandra mendata tangani surat kontrak kerja
"untuk rapat pertama kita akan adakan jam 10 ini nanti, mbk Biandra selaku brand ambassadore produk ini, mempunyai kesempatan untuk menuangkan ide" tutur Azka dan dijawab anggukan oleh Biandra. sambil menunggu jam 10 yang akan datang sekitar 15 menitan lagi, mereka menggunakan waktu tersebut untuk ngobrol santai, dan Ayu tidak menyia nyiakan kesempatan. dia langsung kepo tentang tempat wisata yang ada di Semarang. Azka sang rajanya traveling dengan senang hati memberitahukannya dan Lian masih dalam mode dinginnya yang memilih memainkan setan gepeng nya untuk menutupi kegugupannya pada Biandra.
"oh tentunya kalian harus mengunjunginya, kalau tidak keberatan kami berdua bisa menemani traveling kalian, yakan bos" jawab Azka dan menanyakan ke Lian kesediaan waktunya untuk menemani Biandra dan Ayu
"bos" panggil Azka lagi "emm kenapa" jawab Lian "kita bisa kan menemani mereka traveling selama disini" ucap Azka dan Lian langsung menolak "loe aja, gue sibuk" jawab Lian dengan tatapan tajam ke Azka dan membuat Azka bete karena sebel dengan Lian yang menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dengan Biandra, Azka yang sangat peka dengan keadaan disekitarnya tentu paham kalau bosnya yang kaku ini diam diam memperhatikan Biandra, karena selama kurang lebih 20 tahun Azka mengenal Lian, dan selama itu Lian belum pernah pacaran dan selalu cuek dengan wanita, pernah Lian didekati seorang gadis anak rekan bisnisnya yang sangat cantik smart, banyak laki laki yang mengidolakannya, tapi Lian sama sekali tidak melirik, Azka juga paham kalau bosnya sangat kaku dengan wanita dan selalu bersikap dingin, dan bersikap cuek dengan wanita manapun, dan memiliki prinsip tidak akan pacaran. tapi semenjak bertemu Biandra Lian sedikit beda, alias mendadak gugup setiap bertemu Biandra dan tidak sengaja tadi pagi Azka mempergoki Lian melihat akun sosial media Biandra.
Biandra dan Ayu yang melihat respon Lian hanya tertawa, mereka memahami kalau Lian sangat sibuk dan tidak mungkin bisa menemani perjalanan mereka berdua selama di Semarang.
__ADS_1
"tidak usah repot - repot pak Azka, dan sebelumnya terimakasih, tapi kami rasa kami bisa pergi sendiri, sepertinya juga pak Lian sedang sangat sibuk" tutur Biandra sambil memandangi wajah Lian, Lian yang merasa dirinya dipandangi Biandra mendadak jadi salah tingkah, tapi hal itu tak dipahami oleh Biandra dan Ayu
waktu tiba pukul 09.55 WIB dan mereka berempat bergegas keruangan meeting yang ada dilantai 10, mereka menggunakan lift untuk turun kelantai 10. dengan posisi Azka dan Ayu berada di depan dan Biandra dan Lian berada dibelakang, Lift yang mereka gunakan ini Lift khusus yang hanya digunakan orang tertentu tidak semua karyawan bisa memakainya. suasana di lift itu sangat menegangkan bagi Lian tapi tidak bagi Azka, Azka dan Ayu sepanjang perjalanan keluar dari ruangan Lian sampai Lift asyik mengobrol tentang tempat tempat yang pernah mereka kunjungi, yah wajar kalau Azka dan Ayu nampak akrab, karena mereka sering komunikasi disosial media juga. Biandra yang mendengarkan Obrolan Ayu dan Azka hanya mendengarkan dengan mengeluarkan senyumannya tapi sesekali ikut nimbrung, Lian dengan mode dinginnya diam diam memperhatikan senyum Biandra.
"haduuuh ini lift kenapa lama banget si, sungguh sial tidak mengenakan sekali situasi seperti ini" batin Lian yang merasa kesal dengan suasana dilift. ingin sekali sebenarnya Lian ikut nimbrung ngobrol tapi karena kaku, bingung mau memulainya dari mana dan juga gengsi akhirnya Lian memilih diam tanpa suara sampai lift terbuka dan mereka berjalan keruang meeting.
saat meeting berlangsung Biandra diminta menyampaikan ide dan saran, dan dengan sigap Biandra menyampaikan ide dan sarannya. ide dan saran Biandra ternyata tak jauh beda dengan apa yang ada diotak Lian, malah ide Biandra terkesan lebih menarik. Lian yang memperhatikan Biandra sampai tak sadar Azka memanggilnya
"bagaimana pak," ucap kalimat terakhir Azka pada Lian, dan karena tidak ada respon Azka memanggil lagi dan menyenggol tangan Lian, dan Lian barulah sadar, sedikit malu sebenarnya dia kepergok melamun namun Lian sangat pandai menutupi dan mengalihkan perhatian orang orang yang diruangan itu.
"yah bagus, bisa kita pakai ide yang disampaikan Biandra" jawab Lian dengan tegas dan ekspresi wajah.
"kufikir Ideku bakal tertolak ternyata diterima, Alhamdulillah" batin Biandra tersenyum sambil memandangi wajah Aulian yang datar dan dingin seperti es batu.
__ADS_1