
siang itu Laudya mengetahui jika Biandra dirawaat yang kamar rawatnya bersebelahan dengan kamarnya. dengan rasa hawatir Laudya meminta Tama untuk mengantarkan Laudya melihat kondisi Biandra, awalnya Tama menolak karena tidak ingin Laudya banyak gerak terlebih dahulu.
Laudya makin merajuk hingga akhirnya Tama bertanya pada dokter setelah dokter menyatakan kondisi Laudya sudah membaik dan tidak apa apa jika ingin ke ruang rawat sebelahnya Tama langsung membawa Laudya menemui Biandra.
ceklek.
suara pintu terbuka, terlihat Laudya duduk dikursi roda yang di dorong Tama. terlihat dari raut wajahnya Tama dan Laudya sangat hawatir.
"Sayang, Bia kamu kenapa nak, mana yang sakit".
ucap Laudya hawatir sambil memegang lengan Biandra.
"kamu kenapa Bi bisa tiba tiba pingsan". Tama bertanya karena juga hawatir dengan kondisi Biandra yang terlihat pucat dan lemas.
"gak papa tante om, Bia hanya kecapean saja. iyakan kak Lian".
jawab Biandra menatap Lian seolah meminta Lian untuk mengiyakan ucapannya.
"iya ma pa, Bia hanya kecapean saja kok, gak usah hawatir".
Lian berucap, yang tadinya berdiri dibawah kaki Biandra kini dia pindah duduk disofa karena air matanya sudah ingin keluar melihat kondisi Biandra yang menprihatinkan tetapi Biandra tidak mau orang lain mengetahui hal itu. Biandra selalu bersikap kuat dihadapan orang lain.
"ya Allah sayang maaf ya gara gara mama koma kamu harus mengurus Leo sambil kuliyah belum lagi urusan kamu yang lain sampai kamu kecapean dan sakit seperti ini" Laudya merasa bersalah seketika air matanya keluar.
"tante ngomong apa, Bia gak papa Bi seneng mengurus Leo sama sekali tidak merasa direpoti lagian juga ada Nera dan Bryan tante yang ikut menjaga Leo, tante udah ya jangan Nangis "
Biandra yang tidak tega melihat Laudya nangis langsung menggenggam tangan Laudya memberi isyarat dirinya baik baik saja tidak perlu ada yang dihawatirkan dan tidak perlu Laudya merasa bersalah juga tidak enak dengan kondisinya saat ini.
"bi kamu jangan panggil tante ya, panggil mama saja sama seperti Lian".
Biandra membulatkan matanya.
"kamu kan calon menantu mama, jadi harus panggil mama juga".
"iy __ iya ma" jawab Biandra pelan.
"panggil papa juga ya Bi" ucap Tama Biandra mengangguk senyum. Biandra merasa memiliki orangtua baru, orangtua yang selalu hangat dengan anak anaknya sama dengan yang Biandra rasakan kehangatan sebuah keluarga daari kedua orangtuanya.
"yaudah kamu istirahat ya. mama kembali kekamar dulu," pamit Laudya untuk kembali kekamarnya.
iya ma makasih ya ma sudah mau repot repot nengokin Bia kemari".
"Lian Leo jaga bunda Bia ya sayang".
Lian dan Leo yang merasa namanya terpanggil langsung menoleh ke arah Laudya setelah Laudya selesia bicara mereka membentuk jari kanannya huruf O.
_________
pukul 13.00 WIB
__ADS_1
dikediaman Mirza dan Miranda.
"yah, perasaan bunda kok gak tenang ya dari tadi pagi kefikiran Bia. coba yah telfon Bia bunda takut Bia kenapa kenapa yah, bunda telfon gak diangkat yah, coba Ayah yang nelfhon siapa tau diangkat".
Mirza yang baru saja pulang Mengajar disekolah mendengar ucapan istrinya yang sama dengan yang dia rasakan langsung menuruti keinginan Istrinya untuk menelfhon putri semata wayangnya yang berada jauh darinya.
tuuuut tuuuut tuuuut
panggilan pertama dan kedua tidak diangkat.
tutttt
"Assalamualaikum ayah".
ucap Biandra menerima panggilan video call dari ayahnya.
"Waalaikumussalam nak kamu apa kabar".
"Alhamdulillah Biandra baik kok yah".
"kamu lagi ada dimana, ayah sama bunda hawatir sama kamu. kamu lagi ada dimana kok seperti dirumah sakit.
"iya yah sebenernya Bia sedang dirawat dirumah sakit tadi Bia pingsan karena kecapean. tapi Ayah bunda tidak usah hawatir ya Bia tidak kenapa kenapa disini juga ada kak Lian yang menjaga Bia".
"apa nak, Lian ada disana".
"iya bund, ini". Biandra mengarahkan layar telphonya ke wajah Lian.
"Waalaikumussalam Lian".
"kamu kapan sampai Jepang".
"kemaren yah".
"nak Lian apa Biandra benar tidak apa apa" .
"iya bunda Bia tidak apa apa bunda tidak usah hawatir".
",syukurlah jika tidak apa apa, bunda nitip Bia ya nak, firasat bunda tidak enak dari tadi pagi".
"iya bunda Lian akan jagain Bia".
"bagaimana keadaan mamamu nak".
"Alhamdulillah mama sudah sadar kemaren bund" jawab Lian
"Alahmdulillah bunda ikut bahagia. salam ya buat mama papamu"
"iya bund"
__ADS_1
"yasudah bunda tutup telfhonya Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam warahmatullahi wa barrakatuh".
setelah panggilan video terputus Mirza dan Miranda mendengar suara seperti orang sedang membanting perabot rumah dirumah Ayu.
pyaaarrr pyaar jedar jedar pyaaar
"Astaghfirullah itu suara apa yah".
"kita lihat bund".
Mirza dan Miranda langsung keluar mendatangi rumah Ayu.
tok tok tok
"Ayu Omar apa kalian ada didalam, apa kalian tidak apa apa. Ayu ini bunda nak kamu kenapa apa terjadi sesuatu denganmu" ucap Miranda yang sudah berada didepan pintu rumah Ayu.
"jangan berani beraninya kamu mengadu ke mereka, awas saja kalau kamu sampai berani macam macam, riwayat mama dan adikmu akan habis ditanganku" bisik Omar ditelinga Ayu lalu pergi lewat pintu belakang.
brakk
karena merasa hawatir dan tidak beres didalam rumah Ayu, Mirza memutuskan untuk mendobrak pintu rumah Ayu. betapa terkejutnya Mirza dan Miranda melihat kondisi rumah Ayu yang berantakan barang barang terjatuh berceceran dilantai dan posisi Ayu duduk dilantai, untungnya Ayu segera merapikan penampilannya saat terdengar suara Miranda memanggil manggil namanya, jadi Mirza dan Miranda tidak menyadari kalau dirinya habis dipukuli Omar.
"Astaghfirullah hal adzim Ayu kamu kenapa nak".
teriak Miranda yang sudah panik melihat kondisi Ayu dan rumahnya.
"Ayu gak papa bunda, Ayu hanya pusing saja tadi berjalan sempoyongan mangkanya sampai tidak sadar menabrak barang barang ini hingga terjatuh semua".
"dimana Omar" tanya Mirza yang curiga ini ada hubungannya dengan Omar.
"bang Omar ada dibengkel yah dari pagi"
"ayo ayah antar kamu kerumah sakit".
"tidak usah yah Ayu sudah enakan sekarang, Ayu istirahat saja dirumah yah".
Mirza dan Miranda langsung membawa Ayu kekamar, dikamar Miranda menemani Ayu mengusap kepala Ayu, Miranda menyayangi Ayu seperti anaknya sendiri. sedangkan Mirza merapikan kembali keadaan rumah.
_____
seusainya sambungan telphon terputus Biandra terlihat diam..
"kamu kenapa yang hmm" tanya Lian yang paham kalau Biandra sedang memikirkan sesuatu.
"aku kefikiran Ayah sama bunda kak, aku tidak mau sampai mereka tau kalau aku ____"
ucapan Biandra segera dipotong oleh Lian.
__ADS_1
"Bi, mungkin kamu bisa menutupinya dari semua orang. tapi kamu tidak akan bisa menutupi masalah ini dari orangtuamu karena diantara kalian ada ikatan batin. darah lebih kental dari air Bi. Firasat orangtua sangat kuat jika keadaanmu sedang tidak baik baik mereka akan bisa merasakan. contohnya tadi, tiba tiba ayah bunda menelfhonmu karena hawatir terjadi sesuatu padamu, pada kenyataanya firasat mereka benar kan kamu sedang tidak baik baik disini.
Biandra terdiam mencerna ucapan Lian.