
Azka benar benar kefikiran dengan ekspresi wajah Ayu yang terlihat sendu tidak ada kebahagiaan dari raut wajahnya, sudah tidak lagi terpancar Ayunya yang bar bar. Azka teringat dengan Handphon lamanya yang dia simpan di lemari Azka sengaja mematikan hendphon itu dan berganti nomor dan handphon yang baru agar bisa move on dari Ayu.
sesampainya di Apartemen Azka langsung mencari Handphone lamanya dan menghidupkan kembali terlihat pesan masuk dan panggilan tak terjawab sangat banyak dari Ayu.
Ayu bar bar π Bang Azka tolongin Ayu, Ayu gak mau dijodohin.
Ayu bar bar π tolong bawa ayu pergiπ
Ayu bar bar π Bang Azka tolong
dan masih banyak pesan masuk Ayu yang isinya meminta pertolongan agar tidak jadi dinikahkan dengan pilihan papanya.
"hik hik hik bodoh bodoh kau sangat bodoh Azka bodoh, andai waktu itu elo gak langsung pergi dari rumah sakit andai waktu itu loe gak buru buru off in HP loe pasti saat ini Ayu belum menikah dan hamil dengan orang lain" ucap Azka menyeselai sikapnya yang terlalu buru buru bertindak menjauhi Ayu.
Azka semakin terisak dalam tangisannya menyesali sikapnya.
"Ayu, Ayu gue harus perjuangin elo gue harus buat loe bahagia bersama gue" Azka langsung mengambil setan gepengnya dan menghubungi seseorang.
ditempat Lian saat ini sedang berada dikamar melakukan Vidio call dengan Biandra.
"Assalamualaikum sayang" ucap Lian.
"Waalaikumussalam, kok panggil sayang si" jawab Biandra.
"ya kan emang sayang nya aku".
"gak ya, sebelum halal gak boleh panggil panggil sayang".
"lah kenapa kan calonnya boleh dong"
"Astaghfirullah hal aldzim mual aku, seorang Azam Aulian Putra pria dingin seperti beruang kutub kaku seperti tembok cina sekarang menjadi pria Alay bin Lebay wal gomballay" ucap Biandra sambil memasang wajah tidak suka dengan Lian.
"hahaha lucu kamu kalau lagi kesel cemberut".
"gimana gimana udah ketemu Ayah bunda belum" tanya Biandra mengalihkan pembicaraan.
"belum kata tetangga kamu ayah bundamu pergi ke luar kota, mereka kemana Bi".
"Astaghfirullah iya aku lupa ayah bunda ada diSemarang lagi ngurus cabang toko bunda yang ada disanna".
"astaga kenapa kamu gak bilang si Bi".
"heheh maaf aku lupa".
"yaudah kirimin nomor ayah biar aku bisa janjian untuk ketemu".
"kak kamu serius mau nemuin mereka" Lian mengangguk.
"kamu serius mau meminangku" Lian kembali mengangguk.
"diluar sana banyak loh wanita yang lebih baik dari aku"..
__ADS_1
"Biandra Putri kamu meragukan aku? aku kalau sudah punya keinginan harus terpenuhi dan tidak akan mudah goyah. aku menginginkanmu maka harus secepatnya mendapatkanmu" jawab Lian tegas dengan wajah datar.
"kenapa kembali arogan lagi, padahal kan gue cuma becanda" batin Biandra.
"yasudah istirahatlah salam buat Leo" pamit Lian mengakhiri obrolan video call nya.
"kesambet setan apa ya kak Lian bisa Alay gitu tadi dan tiba tiba kembali arogan lagi hiii" Biandra mengangkat kedua bahunya tanda takut lalu merebahkan tubuhnya hanyut dalam mimpi.
______________________
"selamat pagi pak bos" sapa Azka pada Lian saat menjemput Lian.
"kenapa loe senyam senyum ceria banget hari ini" Azka tak menjawab langsung membukakan pintu mobil untuk Lian.
"gak usah lebay sejak kapan loe jadi kacung gue bukain pintu segala".
"gue lagi baik hati aja pak bos, tidak ada penolakan silahkan masuk dan duduk yang anteng".
"bangsat, loe kira gue anak bayi". ucap Lian kesal namun tertawa.
"bayi tuak" Azka terkekeh.
"woy woy ka lo kenapa nih sepertinya Azka gue sudah kembali lagi".
"yoi pak bos, Azka lo yang dulu sudah kembali"
"loe hutang cerita sama gue, ntar loe cerita kenapa lo secepat ini kembali sekarang gue mau mriksa bahan buat meeting dulu"
"yoi pak bos, kita jalan sekarang lets go" Lian hanya menggeleng bahagia melihat Azka yang dulu sudah kembali.
"bos untuk acara kantor besok udah gue hendel untuk kue yang loe mau gue udah pesen sesuai yang loe minta ditoko itu, tapi sayangnya gue gak ketemu sama pemiliknya bisa kali ya dapet diskon kalau belinya langsung sama yang punyaa lumayan kan tuh diskonannya bisa buat beli rokok".
plak
Lian memukul punggung Azka dengan berkasnya.
"aw. kenapa siii bos"
"suka banget sama diskonan kayak emak emak" Azka hanya tertawa Pandangan Lian mengarah keluar jendela.
"Ka toko kuenya apa yang itu". tunjuk Lian ke sebrang jalan.
"iya bos ,yang itu".
"belok Ka gue mau jajan".
"lah entar biar gue aja yang beliin".
"gue pengen lihat ada kue apa aja disana".
"yaudah iya kita belok".
__ADS_1
"tumben amat ni orang mau beli keperluaanya sendiri" batin Lian.
Lian langsung masuk dan melihat jenis jenis kue yang ada ditoko itu dan dia memilih beberapa kue yang membuatnya selera.
"Ka" tunjuk Lian pada kue Brownis pandan.
"Ka" tunjuk Lian lagi ke Kue Brownis caramel.
Lian hanya tunjuk tunjuk Azka yang menyuruh karyawan Toko untuk mengambilnya.
"Nak Lian" ucap pemilik toko menghampiri Lian.
"loh ibu, pagi bu" sapa Lian.
"cari kue juga bu"
"tidak nak, toko kue ini milik ibu"
"jadi toko ini milik ibu"
"iya ini toko ibu"
"wah kebetulan sekali ya bu, saya sangat suka dengan kue kue ibu sangat cocok dilidah saya"
"yah alhamdulillah kalau cocok, ayo mari silahkan diambil mana yang disuka, ibu gratiskan untuk nak Lian, anggap saja sebagai ucapan terimakasih ibu karena tempo hari sudah menolong" ucap Miranda ramah.
"buk buk saya mau minta tolong boleh"
"tentu, minta tolong apa"
"jadi saya ingin menemui orangtua kekasih saya, kira kira kue yang mana ya yang cocok untuk buah tangan" Miranda nampak tersenyum.
"kau benar benar Pria yang baik dan manis nak" ucap Miranda.
"ibu bisa saja"
"mari ibu antar ke kue yang kamu maksud" mereka berjalan ke kue yang letaknya tidak jauh dari tempatnya saat ini.
"nah ini nak kuenya, ada Delapan varian rasa, kira kira mau yang rasa apa?"
"semuanya rasa saja bu" Miranda nampak melongo.
"kamu yakin nak" Tanya Miranda memastikan.
"yakin bu" jawab Lian tegas.
"saya tidak tau mereka suka rasa apa buk" Miranda nampak senyum begitupun Azka yang hanya geleng geleng kepala dengan sikap Aulian yang tidak berubah.
Miranda langsung menyuruh salah satu karyawannya untuk membungkus kue yang Lian mau. Lian nampak puas dengan kue yang didapatnya yang akan dibawanya menemui orangtua Biandra.
"apa gak kuno bos, ketemu calon mertua bawa bawa buah tangan seperti itu".
__ADS_1
"oh tidak, biarpun dianggap kuno ini sungguh sangat manis, so sweet" jawab Lian.
Jangan lupa like komen dan votenya ya kakak ππππ