
Satu bulan telah berlalu, kegiatan KKN sudah selesai hari ini para mahasiswa mahasiswi KKN sudah kembali ke rumah masing masing.
"Assalamualaikum ayah bunda" ucap Biandra saat memasuki rumahnya.
"kok sepi ya, ayah bunda kemana" Biandra nampak celingukan mencari keberadaan ayah bundanya.
"yah, bunda. issh pada kemana sih".
"yaudahlah gue mandi dulu aja" Biandra langsung masuk kamarnya.
ceklek. Bia membuka pintu kamarnya.
"supraiseeee" ucap ayah bunda didalam kamar Biandra sambil membawa sebuah kue tar.
"Barrakallah Fii umrik anak ayah bunda" ucap Bunda Biandra lalu mencium Biandra.
"ayah bunda ih" jawab Biandra yang matanya sudah berkaca kaca.
"Biandra cari cari taunya disini" uhuhuhuhu
"loh kok nangis anak ayah".
"terharu" jawab Biandra lalu memeluk ayah dan bundanya.
"selamat ulang tahun ya anak bunda".
"makasih ya bunda ayah" ayah bundanya mengangguk .
"ihh bauk acem anak gadis bunda, Bia mandi dulu gih, itu air nya sudah bunda siapain di bathup, kalau sudah mandi cepet turun kita makan bersama ya" ucap sang bunda.
"iya bunda, kue nya jangan dihabisin ya bund".
"ya Allah Bi ini bunda bikin kuenya yang besar loh, ya mana habis bunda makan, yang ada gigi bunda ngilu makannya".
"heheh siapa tau bunda sama ayah hilaf".
"yaudah sana buruan mandi".
"siap bos" Biandra menaikan tangannya tanda hormat dan segera masuk kekamar mandi.
didalam kamar mandi Nasha berendam dibathup yang sudah disiapkan bundanya sambil mendengarkan lagu lagu barat favoritnya sambil membuka akun sosial media.
"banyak banget yang DM memberikan ucapan ulang tahun, eh ini kan AAP" Biandra langsung membuka pesan dari akun AAP.
Hari ini usiamu tepat 21 tahun, semoga apapun cita cita mu segera terwujud. Sucikan badan dengan berwudhu, bersihkan jiwa dengan salat, sucikan hati dengan pernak-pernik keikhlasan, sucikan usia dengan kasih sayangmu.
Jadilah sosok gadis yang sama seperti
namamu BIANDRA yang berarti periang. Barrakallah Fii Umrik BIANDRA PUTRI. Bahagialah selalu.
"aduh siapa si ini AAP, anggap saja pengagum rahasia" batin Biandra sambil tertawa lalu segera menyelesaikan ritual mandinya.
Prov Aulian
__ADS_1
Sejak satu minggu yang lalu Lian terus mencari kata kata ucapan ulangtahun, mulai dari browsing sampai membeli buku ucapan.
"aish satu minggu gue nyari kata kata ucapan tapi gak nemu juga yang pas" ucap Lian yang menggerutui dirinya sendiri. Setiap kali mau nulis dia hapus, nulis dia hapus lagi sampai entah berapa kali.
ceklek
"Lian" panggil mama Lian yang masuk kamar Lian.
"mama, ya ma". jawab Lian datar.
"kenapa kamu, kok kusut amat wajahnya".
"gak papa ma, Lian lagi capek aja" jawab Lian sambil mengusap wajahnya.
"ma, kamu disini aku cari cari" ucap Tama pada Laudiya yang baru masuk kekamar Lian.
"eh papa, kenapa pa" Laudiya balik tanya.
"ini kenapa ini bujang papa kok kusut hmmm" tanya Tama penuh menyelidik.
"kalau kamu ada masalah cerita Lian, kami ini orangtua kamu" ucap Laudya sambil mengusap punggung Lian.
"ish apa sih ma. Lian gak papa".
"Lian jangan bikin kami hawatir, kita keluarga nak" ucap Tama.
"iya iya Lian cerita his" .
"sebentar, coba papa tebak" ucap Tama sambil melirik sebuah benda didekat Lian. Lian dan Laudiya langsung menoleh kearah Tama.
"apa si pa enggak" jawab Lian cuek.
"anak kamu ma, pria dewasa tapi ogeb banget masalah perempuan".
"papa, kok anak mama dikatain ogeb si" jawab Laudiya yang memasang wajah kesal dan tidak terima .
"noh liyat, cuma mau ngucapin ulangtahun ke cewe aja sampai beli buku dan kusut gini" ucap Tama sambil nunjuk buku disamping Lian,. Laudiya langsung tertawa kekeh.
"astaga Lian" ucap Laudya sambil geleng geleng kepala..
"sayang anaknya mama, sini mama bantuin" ucap Laudiya sambil nahan tawa.
"apa si ma, udah ah, sana kalian keluar, ganggu Lian aja"
"coba ceritain dulu karakter gadis itu secara gamblang jangan setengah setengah kaya kemaren" ucap Laudya dan Kepakasa Lian menceritkan karakter sosok Biandra karena gada pilihan lain selain nurutin mamanya, lagian Dia juga sudah buntu. Tidak perlu memakan waktu lama kalimat ucapan pun jadi dan langsung Lian kirim dan nambahin nama Biandra ditulisanya.
"Kamu ini lucu, sama seperti papamu dulu Lian".
"hah yang bner ma" respon Lian kaget. Laudiya mengangguk.
"ma, mama kok malah dibuka si ahh, sebenernya itu kan karena papa tidak mau pacaran, jadi malues mau ngeluarin kata kata manis buat mama" ucap Tama membanggakan diri, Laudya dan Lian hanya ketawa terkekeh.
"oma opa uncle" Ucap Leo yang baru datang dengan memasang wajah sedih.
__ADS_1
"kenapa cucu oma hmmm kok cemberut" ucap Laudiya sambil mengusap kepala Leo yang duduk dipangkuannya.
"Leo kangen bunda oma, Bunda Bia" jawab Leo.
"kita cari bunda dimana sayang" jawab Laudiya sambil menantap Tama dan Lian dengan ekspresi bingung.
"eh jagoan uncle kita jalan jalan yuk". ajak Lian untuk mengalihkan perhatian Leo.
"gak ah uncle, Leo mau ketemu bunda". ucap Le sambil memanyunkan bibirnya.
"kalau kita jalan jalan naik motor gede, gimana? mau gak?" bujuk Lian.
"mau uncle mau" jawab Leo, Lian tersenyum.
"horeee naik motor gede" ucap Leo girang.
"oke lets go".
semenjak bertemu Biandra Leo sudah mulai banyak omong lagi dan mau ketawa lagi, dulu semenjak orangtua nya meninggal Leo hanya banyak diam dan menyendiri.
"ahh mama merasa anak bujang mama jadi sugar dady" ucap Laudya terkekeh ketawa.
"mama apa ih" jawab Lian cuek.
"pa Lian jalan dulu" Tama mengangguk sambil senyum.
"Lian jalan dulu sama bocil ya mam, muachh" ucap Lian menyium Laudya dan pergi.
"hati hati ya" ucap Laudiya .
"yuk ma" ajak Tama.
"kemana" jawab Laudiya.
"bikin uncle baru buat Leo".
"Astaghfirullah inget umur pa" jawab Laudiya .
satu jam kemudian Biandra sudah selesai mandi, diapun langsung keluar mencari keberadaan ayah bundanya.
teplak teplak teplak. (anggap saja suara kaki melangkah).
"Supriseee" ucap Ayu dan mama papanya.
"Ya Allah Ay, om tante". Biandra kaget merasa haru bahagia.
"selamat ulang tahun Bi". ucap Ayu dengan membawa kue tar.
"makasih Ay" Ayu memeluk Biandra.
"jahat lu Ay ndiemin gue seminggu".
"salah siapa ulangtahun, jarang jarang kan gue ngambek sama loe" ucap Ayu sambil menaik turunkan Alisnya.
__ADS_1
"guu gajelas lu Ay" balas Biandra.
Sore itu suasana dirumah Biandra nampak ramai meski hanya tujuh orang. orangtua Biandra, Baindra, Ayu, orangtua Ayu dan adik Ayu. Dua keluarga bertetangga ini sama sama biang ribut dan gak bisa diem, apa aja diomong, tapi gk ngegibah ya gaes.