
lima bulan telah berlalu selama lima bulan kebelakang Lian belum pernah bertemu Biandra dan keluarganya hanya via Handphone mereka berkomunikasi.
hari ini Lian akan menemui Biandra juga keluarga Lian di Jepang seorang diri tanpa Azka. semenjak malam pertemuan Lian dengan orangtua Biandra Azka tinggal bersama Lian. dan hubungan Lian dengan orangtua Biandra juga semakin dekat meski hanya berkomunikasi lewat handphone.
siang itu Lian sudah sampai di negara Jepang, tempat pertama yang dituju adalah rumah sakit disana Lian sudah ditunggu keluarganya dan juga Biandra. Langkah kaki Lian berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat Laudya di kamar VIP berharap Laudya sudah bangun dari komanya dan Lian akan bercerita tentang rencananya untuk menikahi Biandra.
sesampainya didepan pintu rawat Laudya Lian berhenti sejenak mengambil nafas mengucap Bismillahirohmanirrohim.
ceklek
Lian membuka pintu dengan hati masih penuh harap Laudya sudah bangun.
"Assalamualaikum"
ucap Lian menampakan senyum pada penghuni ruangan.
"Waalaikumussalam"
ucap penghuni ruangan bersamaan. Tama, Biandra, Leo, Nera dan Bryan yang sedang duduk di sofa ruang rawat Laudya.
"pa"
ucap Lian menghampiri Tama lalu mencium tangan Tama. Tama memeluk Lian dengan senyum hangat menandakan senang atas kedatangan Lian.
"Bi"
sapa Lian yang terlihat bahagia melihat kekasihnya yang sudah lama dirindukan. Biandra membalas senyum Lian.
"uncle"
teriak Leo yang langsung berlari menghampiri dan memeluk Lian.
"hay jagoan uncle makin besar dan berat saja sekarang"
Lian berkata sembari menggendong Leo serta mengusap kepala Leo.
"iya dong sekarang aku sudah gede"
Leo menjawab sembari memukul dadanya menandakan iniloh dirinya.
"Hallo Bry, Ner thanks ya kalian udah ikut jagain Leo selama ini"
Nera dan Bryan mengangguk senyum.
"santai Bro kita bersahabat"
jawab Bryan sambil menepuk lengan Lian dengan memberi senyum hangat.
__ADS_1
Lian menurunkan Leo dari gendongannya lalu menghampiri ranjang Laudya duduk disamping mamanya sembari menggenggam tangan Laudya. terlihat raut wajah Lian yang sendu mata berkaca kaca hatinya ikut sakit melihat mamanya sudah enam bulan lebih terbaring koma dirumah sakit tubuhnya terlihat semakin kurus dan pucat.
"Assalamualaikum ma, maaf ya ma Lian baru bisa nengokin mama. mama kenapa belum bangun apa mama tidak rindu sama Lian, papa dan Leo. kami sangat merindukan mama. ma Lian tau loh hari itu mama sengaja nyuruh Lian jemput mama sebenernya mama ingin deketin Lian sama Biandra kan.
"mama tau gak gadis yang dulu Lian cintai itu siapa? gadis itu Biandra ma. orangnya sekarang sudah bersama Lian setiap hari dia kesini nengokin mama dan jagain Leo. kedua orangtua Biandra juga sudah memberikan restu untuk kami. mama cepat bangun ma terus temani Lian akad nikah ya. oiya mama hari ini kan ulangtahun, Barrakallah fii umrik ma. mama cepet bangun ya kita kumpul bersama lagi kasian tuh papa badanya makin kurus karena gak ada yang ngurus, brewoknya sudah seperti sarang tawon rambutnya sudah seperti sarang burung".
tangan kanan Lian masih menggenggam tangan kanan Laudiya sedangkan tangan kiri Lian mengusap kepala Laudya.
Lian berucap sambil menahan tangis disamping Laudia pilu hatinya melihat keadaan mamanya.
"omaaaa sekarang Leo sudah pintar baca lo, sekarang Leo tidak lagi mengeja Leo juga sudah bisa baca Al-Qur'an, Leo sudah sampai juz dua Leo sudah hafal surat yasin juga, bunda Bia setiap hari mengajari Leo ngaji. Oma bangun dong oma dengerin Leo ngaji oma"
ucap Leo yang berdiri disamping Lian menatap wajah Laudiya berharap omanya bangun.
Lian menyeka air matanya lalu pergi kekamar mandi.
"ta tante"
ucap Biandra terbata bata semua orang menoleh kearahnya.
"tante tadi menggerakan jari jarinya".
semua orang langsung menatap jari Laudiya dan menghampiri Laudya.
"panggil dokter".
tak lama kemudian Dokter datang melihat keadaan Laudya.
Lian yang baru keluar dari kamar mandi dibuat bingung karena ada dokter dan perawat disisi Laudya sedangkan orang orang yang ada disana menampakan secercah senyum meskipun sedikit.
Lian mendekati Biandra lalu bertanya .
"ada apa".
Biandra menunjuk ke arah Laudya sambil menahan air mata terlihat Laudya sudah terbangun dari komanya.
"mmmma mama"
ucap Lian yang merasa kaget juga bahagia melihat Laudya sudah duduk bersandar pada tumpukan bantal
"Lian"
ucap Laudya menatap Lian.
"papa Leo"
sambung Laudya.
__ADS_1
"kami disini ma"
ucap Tama dengan perasaan bahagia berada dibelakang dokter.
"Laudya menoleh kearah Tama sambil tersenyum.
Tama Lian dan Leo langsung memeluk Laudya.
malam harinya tinggallah Tama dan Lian yang menemani Laudya dirumah sakit sedangkan yang lain kembali pulang.
Laudya terlihat jauh lebih sehat dan sudah bisa banyak bicara.
"coba ceritakan ke mama, apa saja yang terjadi pada kalian semua selama mama koma"
Laudya menyuruh Tama dan Lian bercerita dengan senang hati Tama bercerita. Tama duduk dikursi samping Laudya sedangkan Lian duduk diranjang bawah Laudya. Tama dan Lian mulai bercerita tak luput Tama menceritakan tentang Lian dan Biandra .
"ma Biandra adalah gadis yang pernah mencabik cabik hati Lian sampai galau dan membuat Lian melarikan diri ke Jepang"
Laudya nampak terkejut matanya menatap Lian sepersekian detik langsung ketawa.
"kalau jodoh gak akan kemana, kemanapun dia pergi pasti kembali ke tempatnya ya pa"
"iya ma, laki kok lemah ya liyat perempuan dilamar pria lain langsung galau seperti ayam habis disembelih. padahal si perempuannya nolak lamaran pria itu, buang buang waktu aja menggalaui hal yang tidak terjadi"
Tama berucap sambil ketawa. Lian yang tersindir hanya senyam senyum kesal mendengar sindiran Tama dan Laudya.
"ah mama papa suka banget ngejekin anaknya"
Lian berucap lalu memeluk mamanya memperlihatkan sikapnya yang manja.
"Lian Lian kamu ini sudah dewasa tapi masih saja mama merasa kamu ini seperti anak anak, masih suka manja sama mama papa kalau tidak ada orang lain"
"la terus kalau Lian gak manja sama mama papa mau manja sama siapa lagi"
"wanitamu lah"
jawab Laudya singkat.
"ya nantilah kalau sudah halal. mangkanya mama cepet sembuh dong terus lamarin Biandra buat Lian terus nikahin kami berdua biar Lian bisa meluk meluk Biandra seperti ini"
Lian berucap merengek seperti anak kecil minta mainan.
"rekan kerja kamu dan gadis gadis yang mengejar ngejar kamu diluar sana kalau liyat kamu manja seperti ini pasti Ilfil Lian"
Lian hanya tertawa mendengar ucapan Tama karena sadar ucapan papanya benar. tapi Lian tidak mempermasalahkan itu, Lian hanya bersikap manja disaat saat tertentu dan tidak diketahui oleh orang lain. bagi Lian manja seperti ini adalah caranya membuat hubungan nya dengan kedua orangtuanya dekat dan harmonis.
mampir yuk ke novel ku yang berjudul CINTA DI SEPERTIGA MALAM
__ADS_1