BIANDRA

BIANDRA
32 . Luapan emosi Ayu


__ADS_3

"Assalamualaikum bang Omar" sapa Biandra saat berpapasan dengan Omar didepan ruangan dekan. namun Omar hanya membalas salam Biandra lirih dan cuek, tidak seperti biasanya yang ramah dan murah senyum tiap kali bertemu Biandra bahkan keseringan Omar duluan yang menyapa dan menghampiri Biandra.


"bang Omar kenapa ya Ay, gak seperti biasanya" Biandra bertanya pada Ayu yang heran dengan sikap Omar saat ini.


"gatau, dah lah biarin aja Bi gak penting. ingat ya Bi, tidak semua orang menyukai kita, tapi tidak semua orang juga penting buat kita, gue paham dengan model model bang Omar kayak gitu, dia hanya mau baik dan enaknya doang gak mau buruk dan susahnya, harusnya ya Bi kalau emang dia temen elo atau dia itu suka sama elo seharusnya dia bisa nerima keadaan loe apa adanya, bukannya malah acuh seperti itu disaat loe sedang terjatuh. udahlah lebih baik sekarang kita fokus ngebersihin nama elo dan gak usah tanggepin si kutu kupret itu buang buang jauh tu rasa kagum loe yang diam diam loe simpen buat si kutu kupret itu, jangan loe pikir gue gatau ya"


Ayu nyerocos meluap luapkan emosinya yang sudah jengah dengan sikap Omar, sebenernya Ayu tau kalau Omar manaruh hati pada Biandra dan Ayu juga tau kalau Biandra mengagumi Omar, cuma Ayu pura pura gak tau menunggu Biandra cerita sendiri meskipun itu mustahil. Ayu kesal saat nama Biandra buruk Omar langsung bersikap acuh, beda dengan dulu saat nama baik Biandra masih anteng, Omar selalu cari cari kesempatan untuk diam diam memandangi Biandra dan menyapanya dengan senyum palsu menurut Ayu tiap ketemu Biandra.


"kok loe jadi emosi si Ay" jawab Biandra sambil ketawa yang heran dengan sikap Ayu. namun Ayu hanya diam menetralisir emosinya dan tidak menjawab ucapan Biandra.


"jugaan siapa yang bilang kalau bang Omar suka sama gue" tambah Biandra sambil ketawa melihat ekpresi Ayu saat ini yang menurutnya lucu sambil merangkul pundak Ayu.


"hy Biandra Putri gue ini sahabat lo dari kecil ya, gue tau loe dan gue tau cow cow yang diam diam suka sama loe. mata gue masih normal ya gue bisa bedain tatapan buaya putih sama buaya hitam" Ayu semakin kesal dibuatnya.


"hahaha sabar baby, muachh" ucap Biandra terkekeh sambil mencium Ayu.


"dah ah jangan marah marah, ntar cepet tuak loh, jelek" goda Biandra dengan terkekeh melihat sikap Ayu yang terlihat sangat menyayanginya. yah seenggaknya hal itu bisa membuat Biandra sedikit rileks karena mendapat hiburan dari ocehan Ayu.


"yaudah gue masuk dulu ya anak manis, loe tungguin sini" Ayu mengangguk seperti seorang anak yang disuruh mamanya diam ditempat untuk menunggunya.


"Assalamualaikum" ucap Biandra ketika masuk keruangan dekan, Ayu anteng menunggu diluar dengan mengotak atik setan gepengnya.


"Waalaikumussalam, silahkan duduk Bi" ucap sang dekan.


"bisa kamu jelaskan Bi, tentang berita ini" ucap dekan dengan tatapan tajam dengan menyerahkan sebuah ponsel yang berisi screenshootnya berita tentang Biandra.


"itu semua murni kecelakaan pk, kebetulan saya kepeleset lalu pingsan dan ditolongi oleh pk Lian yang kebetulan malam itu ada disana juga" jawab Biandra dengan tenang dan santai.

__ADS_1


"tapi kenapa sampai ciuman dan berpeluk pelukan seperti ini" jawab Dekan dengan sedikit menaikan nada bicaranya.


"sebenarnya itu tidak ciuman pk, hanya posisinya saja tepat seperti orang ciuman" Biandra menjawab masih dengan santai.


"bisa kamu buktikan ucapan kamu" Dekan sebenarnya ragu dengan berita yang sudah beredar itu mengingat beliau sangat kenal dengan kepribadian Biandra, prestasi juga penghasilannya yang bisa membuatnya traveling kemana mana bahkan sampai keluar negri sang Dekan tau itu dari hasil endorsan nya yang hasilnya lumayan. karena anak beliau juga sama seperti Biandra, seorang Influencere.


"Saya akan buktikan pak, mohon berikan saya waktu untuk mengumpulkan bukti itu"


"baiklah saya akan memberimu waktu seminggu untuk mengumpulkan bukti itu, jika kamu gagal maka dengan tidak hormat kamu di DO dari kampus ini karena sudah mencoreng nama baik kampus" ucap dekan dengan tegas yang masih ragu dengan berita ini.


"baik pak, kalau begitu saya pamit, Assalamualaikum" Biandra beranjak pergi lalu dia buka pintu ruangan dekan.


Deg


matanya bertemu lagi dengan mata Lian. saat ini tampilan Lian baginya seperti putra raja yang sangat tampan dan beribawa dengan menggunakan jaz warna navi dan kaos putih didalamnya.


"pak Lian" ucap Biandra kaget Lian hanya mengangguk dan memasang wajah datar.


"Ay kok itu pak Lian sama bang Azka disini, ngapain ya" tanya Biandra pada Ayu yang masih bingung dan Ayu menjawab dengan mengangkat kedua bahunya dan asyik dengan setan gepengnya.


"sudah yok pergi" ajak Ayu.


"nanti dulu aku mau ngucapin terimakasih sama pak Lian, kemaren belum sempet" tahan Biandra dengan ekspresi memohon.


"ok, duduk" ucap Ayu dengan segera Biandra duduk.


tak lama kemudian Nera dan rektor yang merupakan ayahnya masuk keruangan Dekan. sebelum masuk Nera menatap sinis pada Biandra.

__ADS_1


"lah itu kenapa Nera sama rektor ke ruangan dekan ya Ay, apa ada hubungannya dengan pak Lian" Biandra makin penasaran dibuatnya.


"gatau Biiiii" ucap Ayu sambil mengangkat bahunya.


"tadi gimana sama pk dekan Bi" Ayu mulai mengintrogasi Biandra.


"gue diberi waktu seminggu untuk ngebuktiin kalau gue gk bersalah" jawab Biandra santai.


"terus kalau gagal"


"DO"


"What" Ayu kaget Biandra hanya menanggapinya dengan mengangguk.


"lama banget si pk Lian didalam" ucap Biandra yang mulai jenuh menunggu Luan keluar dari ruangan Dekan.


"apa pk Lian mau kuliyah lagi disini ya Bi" ucap Ayu ceplos.


"hahaha ya gk mungkin lah Ay, dia aja lulusan luar negri masak iya mau kuliyah lagi disini" jawa Biandra.


tak lama kemudian Nera keluar bersama ayahnya dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Bi, gue minta maaf" ucap Nera cuek. Biandra dan Ayu bengong.


"yang bener minta maaf nya" ucap Rektor dengan nada tegas.


"Biandra gue minta maaf" ucap Nera sambil menjulurkan tangannya dengan ekspresi sedikit takut.

__ADS_1


"Maaf kenapa Ner" Biandra masih bingung dengan ucapan Nera yang tiba tiba minta maaf padanya didepan dekan juga ayahnya yaitu pak Rektor. Sementar Ayu sudah bisa menebak arti permintaan maaf dari Nera langsung pasang badan didepan.


"maksud loe apa ngefitnah Biandra kayak gitu, punya salah apa dia sama loe sampe elo tega berbuat kayak gitu hah, jangan mentang mentang elo anak rektor loe bisa berbuat sesuka loe ya Ner, dasar Nera Neraka Jahanam hati lo emang" Ayu emosi dan langsung meluapkan semua unek uneknya. tidak peduli lagi ada dekan dan rektor karena Ayu menganggap perbuatan Nera sudah kelewatan.


__ADS_2