
dua minggu kemudian Biandra mengunjungi kantor Lian untuk menemui Lian . sudah dua minggu nomor Lian juga Azka tidak bisa dihubungi. Biandra pun nekat pergi ke Semarang berharap bisa bertemu dengan Lian, dan juga mengucapkan terimakasih karena sudah selesainya kontrak kerja sama yang sudah satu tahun terjalin, dengan menjadikan Biandra brand Ambasaddor salah satu produk dari perusahaan Lian.
Biandra memutuskan untuk memilih melanjutkan beasiswa S2 nya di Jepang bersama Nera, sedangkan Ayu memilih tetap di Lampung agar bisa dekat dengan mama dan adiknya.
Siang itu terik matahari sangat panas, Biandra sampai dikantor Lian seorang diri. namun ketika dia bertanya dengan resepsionis, jawabanya Lian sedang berada diluar negri sejak satu minggu yang lalu. Biandra lalu menanyakan Azka. jawaban resepsionis Azka sedang ada tugas diluar kota.
ada rasa sedih dan kecewa dihati Biandra saat ini, Biandra merasa ada yang hilang didalam dirinya, tapi entah apa itu Biandra tak tau, hanya Author yang tau heheheh.
Biandra duduk sejenak di Loby dengan melihat sudut kanan kiri.
"Bunda" teriak sorang anak, Biandra langsung menoleh ke sumber suara.
"Leo" jawab Biandra dengan senyum. Leo pun langsung lari menghampiri Biandra, Biandra langsung berdiri dan menengadahkan tangannya kedepan.
"eh eh Leo Leo mau kemana kok lari lari, awas jatoh sayang" ucap Laudiya. Laudiya pun tak luput memperhatikan arah Leo berlari.
Laudya nampak bahagia dengan apa yang dilihatnya saat ini. seseorang yang selama ini dirindukan oleh cucunya.
"Leo ngapain disini, sama siapa kamu" tanya Biandra.
"Leo sama tante Sayang, kebetulan tante ada perlu dikantor ini" jawab Laudya yang saat ini sudah berdiri di depan Biandra.
"loh tante" ucap Biandra, Laudiya mengangguk. Biandra segera mencium tangan Laudiya.
"kamu sendiri ngapain disini".
"mau ketemu temen tante".
"terus mana temennya".
"katanya lagi ada kerjaan diluar".
"jadinya gak ketemu dong" Biandra menganggukan kepala.
"Bunda, Leo kangen banget sama bunda" ucap Leo yang masih menggenggam tangan Biandra.
"bunda juga kanget sama Leo" jawab Biandra.
"Bi, kita makan siang bareng yuk. dicafe sebrang sana sambil ngobrol ngobrol, Leo kangen banget tuh sama kamu, sering nanyain kamu" ajak Laudiya.
"boleh tante" jawab Biandra.
sesampainya dicafe Leo tidak mau jauh jauh dengan Biandra dia terus menempel pada Biandra. Laudiya yang melihat Leo sangat nyaman didekat Biandra langsung muncul ide untuk menjodohkan Lian dengan Biandra. Laudia sangat tidak tega melihat keadaan Lian dua minggu yang lalu.
Flashback on
__ADS_1
"pa, mama gak tega melihat Lian seperti ini, sudah dua hari anak itu terlihat seperti orang gak mandi setahun, kucel, jelek, brewoknya kemana mana, miris banget pah mama lihatnya" ucap Laudya pada Tama yang memperhatikan Lian dari luar kamarnya yang pintunya terbuka sedikit.
"terus mau mama bagaimana".
"kirim aja keluar negri pa, liburan kek atau biar Lian kuliyah lagi saja pa, yang penting dia bisa move in, bisa kembali seperti dulu".
"terus kantor". tanya Tama dengan ekspresi penuh tanya.
"heheh papa lah". jawab Laudiya sambil meringis.
"nanti mama bantuin deeeeh" .
"papa gak kasian sama anak kita, bener bener sudah seperti kulub urab pa bentukannya".
"mama anak sendiri kok dikatain kulub urab si".
"habisnya kusut pa, biasanya anak mama itu ganteng, rapih, licin seperti baju habis disetrika tapi sekarang liyat noh bentukannya" Tama menoleh ke arah Laudiya sebentar lalu menggelengkan kepala.
"yaudah ayok, papa juga gak tega lihat tu anak kusut, rasanya pengen papa setrika".
"ih papa diam diam sadis ya, masak anak sendiri mau disetrika pa" Tama menggandeng Laudia untuk mendekati Lian.
"Lian, pemandangan papa sudah tidak sedap melihat kamu yang seperti ini, come on boy, Lian nya papa itu ganteng, rapi, licin, wangi. gak seperti ini" ucap Tama yang duduk disofa kamar Lian, Lian sedang duduk bersender di pinggiran ranjang.
"kamu tidak bisa terus terusan seperti ini, move on boy, lihat kedepan. masa depan kamu masih panjang, jangan hanya karena wanita kamu korbankan masa depan kamu, kamu hancurkan perasaan mama papa, kami sakit melihat kamu seperti ini nak".
"perempuan masih banyak sayang, jangan hanya karena satu wanita kamu begini". imbuh Laudiya.
"Lian sudah mencoba move on pah mah, tapi belum bisa. sulit" jawab Lian datar.
"pergilah keluar negri, liburan atau kamu lanjutkan lagi kuliyahmu, kalau kamu masih disini pasti kamu akan tetap teringat dengan gadis itu" Lian nampak berfikir.
"iya sayang, kamu keluar negri saja ya. nanti kantor biar papa sama mama yang urus".
"mama papa yakin mau kembali ke perusahaan" Laudiya dan Tama mengangguk.
"hey boy, kami ini masih ingat ya caranya berbisnis, lupa kamu siapa papa mama mu ini" ucap Tama membanggakab diri.
"yasudah Lian mau lanjut kuliyah lagi aja pa, sepertinya cuma belajar yang bisa mengalihkan fikiran Lian saat ini, Lian coba paksakan untuk kerja hasilnya malah tambah kacau" ucap Lian sambil tersenyum.
"nah gitu dong, anak mama, move on, bangkit lagi, semangat lagi, patah hati. ya cari lagi" ucap Laudiya.
lima hari kemudian Lian berangkat keluar negri untuk melanjutkan kuliyahnya juga mengobati patah hatinya. sedangkan Tama dan Laudiaya kembali kekantor untuk menghendel kerjaan Lian selama Lian pergi".
Flashback off
__ADS_1
kembali ke Biandra dan Laudiya yang masih berada di cafe.
"Bi, kamu sudah punya pacar".
"belum tan" jawab Biandra sambil tersenyum.
"oh syukurlah".
"hah kenapa tant".
"oh tidak apa".
"tante boleh minga nomor hanphone kamu Bi?"
"boleh tante" Ludya segera menyerahkan setan gepengnya dan Biandra segera menuliskan nomornya.
"ngomong ngomong kamu dari kapan di Semarang Bi".
"Bia baru sampai tadi pagi tan, ini juga nanti malam Bia langsung pulang lagi ke Lampung, lusa Bia mau ke Jepang tant".
"Jepang?" Biandra mengangguk.
"ngapain, liburan ya".
"enggak tan, Alhamdulillah Bia dapet beasiswa S2 disana".
"waw keren sekali Bi, selamat yah".
"terimaksih tan," ucap Biandra sambil menganggukan kepala.
"bunda, bunda pulang kerumah oma ya, ikut Leo sama oma pulang ya, boleh kan oma?".
"bundanya gak bisa Leo, bunda mau sekolah". jawab Laudiya.
"tapi Leo gak mau jauh dari bunda lagi oma".
"nanti Leo bisa telponan sama bunda, ni oma sudah punya nomornya bunda".
"gak mau oma gak mau".
"waduh bakalan susah nih kalau sudah merajuk" batin Laudiya.
"aduh rewel Bi, angel wes angel" ucap Laudya Biandra hanya tersenyum.
"Leo kita main yuk sekarang. tapi nanti malam Bunda harus pulang kerumah ya, nanti kalau bunda main ke Semarang lagi, bunda mampir kerumah oma Leo".
__ADS_1