BIANDRA

BIANDRA
46. Pertemuan Azka dan Ayu


__ADS_3

"oke gue atur, tapi gue gak ikut ya bos". jawab Azka dengan lesu.


"kenapa, takut bertemu Ayu lagi. belum bisa move on loe" Azka mengangguk.


"Ka, gue paham perasaan loe, gue gak maksa loe, oke gak masalah jika loe gak mau menemani gue, gaji loe gue potong". ucap Lian singkat padat jelas.


"ancamanan macam apa itu, bisa bisanya pria dingin yang temboknya sudah roboh ini mengancam gue" batin Azka yang kesal dengan Lian.


"gue gak bisa bayangin bagaimana nanti kalau gue ketemu Ayu lagi, sanggupkah gue bisa biasa biasa saja, huffft" Azka membuang nafas dengan kasar dan masih berbicara didalam batinnya Azka yang sedang malas berbicara memilih diam dan berbicara dalam hati.


"udah loe santai aja, gue yakin loe pasti bisa " ucap Lian sambil menepuk bahu Azka. sementara Azka masih diam membisu sibuk dengan fikirannya sendiri yang tidak yakin akan perasaanya sendiri sanggup atau tidak jika bertemu dengan Ayu dan suaminya.


"ka ini kue beli dimana rasanya enak" ucapa Lian menikmati kue didepanya.


"toko baru deket kantor"


"acara kantor minggu depan pakai kue dari toko ini saja ka, enak gue suka" Azka hanya mengangguk tanpa menjawab.


"bentar deh disini bosnya siapa si gue apa elo" tanya Lian yang heran dengan sikap Azka saat ini.


"elo" jawab Azka


"yang biasa ngomong irit siapa".


"elo" jawab Azka lagi.


"yang dingin seperti kutub utara siapa"


"elo " jawab Azka lagi.


"yang biasanya kaku sama cwe siapa"


"elo" jawab Azka lagi


"terus kenapa sekarang kebalik" pertanyaa Lian membuat Azka dan Lian saling menatap dan seperdetik kemudian mereka tertawa bersama.


"memang ya perempuan itu racun dunia, dia bisa mengubah pria kaku menjadi lenbut pria dingin menjadi hangat pria pendiam menjadi cerewet begitu juga sebaliknya" tutur Azka.


"perempuan benar benar membingungkan" ucap Lian.

__ADS_1


hari yang ditunggu tiba saat ini Azka dan Lian sudah sampai di komplek perumahan Biandra mencari alamat rumah kedua orangtuanya.


tidak terlalu sulit untuk menemukan rumah Biandra karena masih dalam kota.


"kayaknya ini Bos rumahnya" ucap Lian menunjuk sebuah rumah berwarna putih Lian mengangguk dan langsung menghampiri rumah tersebut.


"Assalamualaikum" ucap Lian


tok tok tok


"Assalamualaikum pak bu" ucap Azka


"kayaknya gak ada orang Ka, sepi"


"cari siapa mz" ibu ibu paruh baya keluar dari dalam rumahnya mendengar ada orang yang mengucapkan salam dirumah Mirza langsung menghampiri.


"mencari pak Mirza dan ibu Miranda, mereka kira kira kemana ya bu" jawab Azka.


"oh mereka sudah satu minggu pergi keluar kota mz".


"kota mana bu" tanya Lian.


"ada keperluan saja bu" jawab Lian lagi.


"ma, ngobrol sama siapa ma" ucap seorang wanita yang baru keluar dari rumah suara yang sangat familiar ditelinga Azka.


deg


mata Azka menatap mata Ayu terasa senang melihat wanitanya namun juga sakit ketika menyadari wanita itu sudah milik orang lain.


dunia terasa berhenti saat Ayu dan Azka saling menatap tidak ada yang menyapa dan bersusra keduanya terdiam hanyut dalam fikiran masing masing.


"ini, mereka mencari Mirza dan Miranda" jawab ibu Ayu. ucapan ibu Ayu menyadarkan tatapan Azka dan Ayu Ayu yang menyadari keberadaan Azka langsung kembali masuk didalam rumah dikamar Ayu menangis sejadi jadinya.


'andaikan tidak ada perjodohan ini, andaikan kamu bisa menolongku waktu itu bang' batin Ayu


hiks hiks hiks kamu jahat bang, kamu biarkan aku menderita dalam pernikahan yang tidak aku inginkan ini, aku tidak bahagia menikah dengan Omar bang, dia jahat" ucap Ayu lirih dengan derai Air matanya.


Azka yang menyadari wajah sendu dimata Ayu menyimpan seribu pertanyaan kemana wajah ceria dan sikap bar bar wanita nya dulu kenapa sekarang menjadi sendu dan memperlihatkan raut wajah kesedihan.

__ADS_1


"yasudah bu kalau begitu kami permisi" pamit Lian.


"Ka ayok" Lian menepuk punggung Azka yang masih mematung ditempat menatap arah rumah Ayu.


"gue paham perasaan loe, sabar lah"


,"dua kali gue merasakan mencintai seoarang wanita tapi tak bisa memiliki" ucap Azka dengan nada bicara rendah.


"apa gue tidak pantas dicintai, apa gue tidak pantas disayangi oleh orang yang gue cintai dan gue sayangi boz, mama papa dan dua gadis yang amat gue cintai juga pergi ninggalin gue" ucap Azka lirih ucapan Azka menyayat hati Lian.


"iya gue tau, gue faham perasaan loe dan gue tau elo orang baik Ka elo gak pernah nyakitin wanita dan bermain wanita pasti jodoh loe kelak juga baik buat loe, bukan kah jodoh cerminan diri" Azka mengangguk mengerti.


"sudah sabarlah move on, elo pantes untuk dicintai" ucap Lian sambil menepuk pundak Azka. Azka hanya mengangguk dan enggan bersuara.


"jadi sekarang kita mau kemana"


"pulang aja " jawab Azka dengan hati yang sesak saat ini hanyalah Lian dan keluarganya Lian, Azka bisa merasakan rasanya dicintai disayangi dan dipedulikan. tidak hanya ditinggalkan kedua orangtuanya tapi juga ditinggalkan wanita wanitanya membuat Azka benar benar sakit seharusnya dia bisa kuat karena sering ditinggalkan orang orang yang dicintainya namun nyatanya dia rapuh.


meski tidak bertemu Mirza dan Miranda Lian tidak patah semangat tinggal dia nanya ke Biandra keberadaan orangtuanya sekarang ada dimana.


ditempat Biandra saat ini sedang berada dirumah sakit bersama Leo dan Nera untuk menjenguk Laudiya serta mengantar Leo. Keadaan Laudiya masih tetap sama tidur dibangkar dengan kondisi koma. wajah kekar dan berisi Tama saat ini terlihat lebih kurus dan lesu. Tama merasakan separuh jiwanya ikut sakit melihat istri yang dicintainya terbaring sakit belum sadarkan diri. bayangan tentang anak dan menantunya yang koma akibat kecelakaan lalu meninggal menyisakan luka kenangan dihati Tama, Tama tak ingin nasib Laudiya sama dengan anak dan menantunya.


"opa, opa makan dulu ya, ini Leo bawakan makaanan kesukaaan opa" ucap Leo yang duduk disamping Tama.


"Iya sayang, Leo sudah makan".


"sudah opa".


"makasih ya nak Bia Nera kalian sudah mau jagain dan merawat Leo maaf sudah ngerepotin" ucap Tama.


"tidak apa apa om, kami malah senang ada Leo dirumah suasana menjadi ramai" jawab Bia.


"yasudah om kami pamit kuliyah dulu, nanti kami jemput Leo" pamit Biandra.


setiap hari jika Biandra dan Nera ada jam kuliyah Leo diantar kerumah sakit dan dijemput sepulang Bia dan Nera dari kampus. Bagi Biandra dan Nera hal seperti ini sangat menyenangkan bisa membantu sesama dan bisa bermanfaat untuk sesama.


خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ


Artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya kakak😁🙏🙏🙏


__ADS_2