BIANDRA

BIANDRA
45. Rencana Meminang


__ADS_3

selesai makan Lian langsung mengantar Biandra Keapartemen dengan suasana hati yang jauh bahagia. tidak pernah Lian merasakan kebahagiian sebahagia saat ini meski setengah hatinya juga merasakan sedih dan sakit mengingat mamanya sedang terbaring koma dirumah sakit tapi setidaknya disaat saat seperti ini ada sosok Biandra yang mendampinginya, tidak hanya mendampingi akan tetapi kini Biandra juga menjadi miliknya. kehadiran Biandra seakan menjadi penawar sakit dan juga sedih untuk Lian.


"besok pagi aku jemput ya, kita bareng kerumah sakitnya" ucap Lian yang diberi anggukan Biandra.


"oiya kak, apa tidak sebaiknya kita tidak sering berduaan, dan apa tidak sebaiknya kak Lian segera menemui orangtuaku untuk meminangku, jika memang kita sama sama memiliki perasaan yang sama kenapa kita tidak segera menikah saja, aku takut akan terjadi fitnah ataupin Zina dikemudian hari" Lian nampak berfikir.


"aku ingin segera menikahimu, akan tetapi mama masih koma kita tunggu mama sehat dulu ya untuk menikah. tapi aku akan segera menemui orangtuamu untuk meminangmu" jawaban Lian tulus dan membuat Biandra mengangguk, Biandra juga memahami kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mereka segera melangsungkan pernikahan . kini Biandra juga sudah merasa separuh semangatnya yang pernah hilang saat Lian tiba tiba menghilang dihidupnya kini terasa sudah kembali.


"iya kak, itu ide yang baik" jawab Biandra tersenyum.


sesampainya didalam apartemen Nera nampak mondar mandir panik karena menunggu Biandra yang belum ada kabar.


ceklek


Nera langsung lari kearah pintu.


"Bi, Bi ya Allah Bi elo kemana aja si gue hawatir tau gak" ucap Nera yang sudah menangis dan memeluk Biandra. Biandra tidak langsung menjawab malah tertawa.


"malah tertawa, elo dari mana aja" tanya Nera lagi yang terlihat khawatir.


"maaf ya Beib, dah bikin loe hawatir HP gue lowbet mau ngabarin. nanti gue ceritain gue mandi dulu ,lengket semua badan oiya ini bahan belanjaanya tolong elo beresin didapur ya Nera sayang". ucap Biandra sambil menyerahkan dua kantong belanjaan kepada Nera.


"dasar Bia ya suka banget bikin orang hawatir" jawab Nera sambil menerima kantong belanjaan dari Biandra.


keesokan paginya Lian datang menjemput Biandra dengan pakaian casualnya.


"Bia kita cari sarapan dulu ya, sekalian nyariin sarapan buat papa dan Azka" ucap Lian.


"mama gimana, sudah sadar belum?"


"belum" jawab Lian sambil menggelengkan kepala dan wajah lesu karena semalaman tidak tidur menjaga Laudiya dan Leo dirumah sakit.


"sabar ya, kita terus berdo'a untuk kesembuhan mama" Lian mengangguk.


"terimakasih ya Bi sudah ada disampingku" Biandra mengangguk.


sesampainya dirumah sakit Biandra dan Lian masuk keruang rawat Laudiya terlebih dahulu untuk melihat kondisi Laudiya, mengantar sarapan untuk Tama.


"Assalamualaikum pa" ucap Lian bersama Biandra.


"Waalaikumussalam" jawab Tama yang masih fokus dengan Al-Qur'an nya langsung menghentikan aktifitasnya yang dari habis subuh Tama memilih mengaji disamping Laudiya.

__ADS_1


"Bi, sudah disini kamu, om titip Leo ya nak. bantu om menjaga Leo, maaf sudah merepotkanmu karena Leo tidak mau dekat dekat dengan sembarangan orang" ucap Tama penuh harapa pada Biandra.


"Insya Allah om, Bia akan jaga Leo" jawab Biandra tulus.


"om ini Bia bawain sarapan om sarapan dulu ya" Tama mengangguk.


"terimakasih ya, nanti om makan"


"yasudah Bia ke kamar Leo dulu ya om" Tama mengangguk.


"Lian sama Bia dulu pa" Tama kembali mengangguk.


sesampainya dikamar Leo, Leo masih terlelap dalam tidurnya sedangkan Azka nampak sedang sibuk dengan laptopnya.


"ka, yuk sarapan dulu" ucap Lian mengajak Azka sarapan bersama Biandra juga.


"siang ini kita harus pulang, gue sudah urus cuti kuliyah lu" Azka membuka suara.


"ya" jawab Lian.


"Bi, selama aku pulang dan selama mama masih dirawat aku nitip Leo ya. tolong anggap dia adik kamu sendiri. hanya kamu orang lain yang dekat dengan Leo oh iya ini kartu pakailah buat kebutuhan kalian berdua" Biandra mengangguk paham Lian memberikan kartu black cardnya pada Biandra.


"udah jangan natap natap kepunyaan gue loe ni Ka" celetuk Lian membuat Biandra malu.


"udah bener bener roboh temboknya bang" goda Azka menatap Lian.


"kalian berdua udah jadian tapi cuma ngebiliin gue sarapan bubur ayam. wah wah bener bener loe orang dua ya ngakunya CEO kaya raya tapi cuma mampu membelikan sarapan bubur ayam" Azka pura pura masang wajah kecewa dengan menyilangkan kedua tangannya didada.


"la mau nya apa, pecel gado gado seblak? mana ada disini bambang" jawab Lian.


"lo harus traktir gue makan direstaurant terbaru yang baru buka itu" ucap Azka.


"hah sialan kek anak SMA aja lu liyat orang jadian minta tlakter" jawab Lian membuat mereka bertiga terkekeh.


"eh jangan keras keras nanti Leo bangun" ucap Biandra.


"biarin aja bangun udah siang juga" jawab Lian melirik kearah Leo.


satu minggu telah berlalu keadaan Laudiya masih tetap koma, Leo sudah diizinkan pulang sejak empat hari yang lalu dan ikut tinggal bersama Biandra di apartemennya. sedangkan Lian sudah kembali ke Indonesia dan sibuk diperusahaannya.


siang hari itu terik matahari sangat panas Lian dan Azka yang baru saja menyelesaikan meeting disebuah restaurant, Lian melihat seorang wanita seumuran mamanya sedang berteriak teriak minta tolong Lian langsung berlari menghampiri.

__ADS_1


bugh


bugh


bugh


perkelahian itu membuat seorang preman yang menjambret tas Miranda kalah dan langsung kabur dari hadapan Lian.


"tante, ini tas tante" ucap Lian sambil menyerahkan tas milik Miranda.


"iya nak, terimakasih ya" Lian mengangguk.


"bund bunda kenapa" tanya Mirza yang baru saja menghampiri Miranda.


"tadi bunda dijambret yah, tapi ditolongin sama....." Miranda terdiam sambil menoleh kearah Lian.


"Lian tante om" ucap Lian sambbil mrnganggukan kepala.


"terimakasih ya nak Lian" ucap Mirza, Lian mengangguk .


"yasudah saya pamit dulu om tante".


"iya nak, sekali lagi terimakasih ya sudah menolong istri saya" ucap Mirza Lian mengangguk dan pergi dari hadapan Mirza dan Miranda diikuti Azka yang berada di belakangnya.


"kenapa loe senyum senyum sendiri" ucap Lian pada Azka.


"suka aja sama cara berkelahi loe bos, keren" jawab Azka sambil ketawa dan mengangkat kedua jempolnya. Lian hanya tersenyum kecil.


"Ka, atur jadwal untuk kita ke Lampung, gue mau nemuin Orangtua Bia"


"mau ngapain"


"gue berencana meminang Biandra pada kedua orangtuanya, gue gak mau kedepanya terjadi fitnah dan Zina kalau terus terusan membiarkan hubungan tanpa ikatan sah".


"oke gue atur, tapi gue gak ikut ya bos".


"kenapa, takut bertemu Ayu lagi. belum bisa move on loe" Azka mengangguk.


"Ka, gue paham perasaan loe, gue gak maksa loe, oke gak masalah jika loe gak mau menemani gue, gaji loe gue potong".


jangan lupa like komen dan vote nya ya kakak😁🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2