BIANDRA

BIANDRA
55. Hubungan yang tidak direstui


__ADS_3

tidak lama kemudian Lian Keluar dari kamar mandi dan mendapati Bryan dan Nera sudah berada dikamar inap Biandra.


"Bry, Ner, kalian udah dari tadi disini" ucap Lian duduk disofa samping Bryan.


"sepuluh menitan lah, loe ngapain di toilet lama banget tidur loe" jawab Bryan sambil menggoda Lian.


"berak gue sakit perut" Lian menjaawab sambil mengusap perutnya yang dirasanya mules sambil menyenderkan kepalanya disofa.


"oiya Bi minggu depan kampus libur selama seminggu karena ada pertemuan pejabat pejabat kampus gitu, loe pakai buat istirahat ya" ucap Nera pada Biandra. Biandra hanya mengangguk.


terlintas difikiran Lian menggunakan waktu libur Bia untuk membawanya pulang ke Indonesia guna mengadakan lamaran. tidak pakai waktu lama Lian langsung pamit kekamar Laudya dan membicarakanya pada Laudya dan Tama. Keadaan Laudya sudah membaik begitu juga Bia tidak ada yang dihawatirkan jika harus berpergian jauh. Lian juga akan membawa satu perawat untuk berjaga jaga jika Bia atau Laudya mengalami drop.


rencana Lian mendapat dukungan dari Laudya dan Tama. Lian langsung meminta tolong Azka untuk menyiapkan segala keperluan lamarannya.


____


hari yang dinanti tiba hari ini mereka akan pulang ke Indonesia dan langsung menuju ke Lampung. sesampainya sana waktu menunjukan pukul 20.00 WIB. Azka sudah menunggu dihotel dengan keperluan lamaran yang sudah disiapkan sedangkan Biandra langsung pulang ke rumah.


"Assalamualaikum ayah bunda" ucap Salam Biandra didepan pintu rumahnya.


"Waalaikumussalam anak bunda. kamu sehat nak" jawab Miranda memeluk Biandra.


"Alhamdulillah sehat bunda".


",ayok masuk, kamu mandi dulu ya sudah bunda siapkan air hangat".


"iya bund makasih ya. oiya ayah mana bund".


"ayah lagi dirumah Ayu nganter titipan undangan dari pak RT".


",Bia kangen Ayu bund, sekarang Ayu jarang bisa dihubungi kenapa ya".


",nanti saja ceritanya kamu mandi dulu sana bunda siapin makan malam dulu".

__ADS_1


",hehe iya bunda". Biandra segera masuk kedalam kamarnya, kamar yang sudah dia tinggalkan kurang lebih delapana bulanan masih sama dengan saat dia tinggalkan dulu, barang barangnya masih berasa diposisinya hanya sprei saja yang diganti setiap seminggu sekali oleh Miranda.


keesokan paginya tepat pukul 10.00 WIB Lian Tama Laudya Leo dan Azka sampai di halaman rumah Biandra. Miranda dan Bia sedang menyiapkan makanan sedangkan Mirza baru selesai mandi.


tok tok tok


"Assalamualaikum".


"Bia, sepertinya itu mereka sudah datang kamu sambut dulu mereka bunda panggil ayah".


",iya bunda" Biandra langsung berjalan keluar menyambut tamu istimewanya sedangkan Miranda berjalan kekamar untuk memanggil Mirza.


"waalaikumussalam, papa mama sudah dateng, ayok silahkan masuk" mereka semua kini sudah duduk diruang tamu.


teplak teplak teplak suara langkah kaki Mirza dan Miranda.


"Maaf ya calon besan menunggu, saya baru selesai mand___," ucapan Mirza terhenti tatapannya tertuju pada dua orang yang dikenalainya. Tama dan Laudya dibuat kaget dan langsung berdiri.


"Mirza Miranda" ucap Laudya terukir senyum diwajahnya Mirza menatap Lian dengan tatapan tajam tapi yang ditatap tidak merasa malah fokus menatap Biandra.


"Lau sebenarnya aku rindu denganmu, tapi kesalahanmu sulit untuk aku maafkan" ucap Miranda dalam hatinya.


"ekhem Mirza Miranda kalian apa kabar" sapa Tama duluan.


"Alhamdulillah baik". jawab Mirza datar.


"saya minta ma'af atas kejadian dulu izinkan saya menjelaskannya".


"sudahlah tidak ada lagi yang perlu dibahas dan mohon maaf saya tidak bisa menerima lamaran dari putramu, Azam Aulian Putra"


jeduaaaarrr


Lian yang tadinya fokus menatap Biandra tiba tiba mendengar kalimat yang menyayat hatinya begitu juga dengan Biandra. selama ini mereka sudah sangat dekat dengan kedua orangtua masing masing dan sudah mendapat restu, akan tetapi Mirza Tiba tiba menolak lamaran Lian.

__ADS_1


"ada apa ini apa yang terjadi" batin Lian.


"yah, ayah kenap yah kenapa ayah menolak lamaran kak Lian bukankah ayah dan Bunda sudah merestui kami" Miranda yang melihat kekecewaan dari Biandra langsung menggenggam tangan Biandra dan mengusap punggungnya Miranda merasakan apa yang dirasakan Biandra. kepahitan Hubungan yang tidak direstui dari ayah Biandra sendiri.


"itu sebelum ayah tau siapa orangtua Lian, sekarang ayah sudah tau siapa orangtua Lian jadi ayah tidak memberi restu dan untuk kamu menikah dengan Lian". Mirza berkata dengan lantang.


hati Biandra terasa tersayat sayat derai air mata Biandra sudah tidak terbendung begitu juga dengan Lian. sesuatu hal yang sudah nyata didepan mata akan diraihnya tiba tiba terhempas dengan keputusan yang dibuat oleh ayahnya entah apa masalahnya.


"pasti ada sesuatu yang tidak beres" batin Lian lagi.


"yah, ayah kenapa tiba tiba menolak lamaran Lian, bukankah ayah sudah mengizinkan dan memberi restu kepada Lian dan Bia. jika ayah ada masalah dengan orangtua Lian silahkan kalian selesaikan jangan bawa bawa kami yah kami tidak tau apa apa, kami saling mencintai" ucap Lian dengan sorot matanya yang tak lepas dari wajah Mirza.


"Mirza kamu dengarkan penjelasan kami dulu, kamu salah faham dengan apa yang dulu terjadi, tolong izinkan kami memberi penjelasan Za kasian anak anak kita yang harus menanggung akibat dari kesalah fahaman ini" ucap Tama memohon.


"maaf, keputusan saya sudah bulat, silahkan kalian keluar dari rumah saya" ucap Mirza sambil mengarahkan telapan tangannya ke arah pintu.


"ayah kenapa seperti ini yah, bund, bunda tolong bujuk ayah bund ayah ada apa sampai segininya sama orang, ayah seperti bukan ayah yang selama ini Bia kenal, ayah yang selalu memafkan oranglain dan bersikap bijak" Miranda hanya diam dan memeluk Biandra menenangkan putri semata wayangnya.


"sudah Bia kamu masuk kamar" ucap Mirza dengan nada tinggi membuat Biandra sedikit takut.


"tapi yah"


"sudah sayang ayok masuk jangan buat ayahmu marah" Miranda membawa Biandra masuk kekamarnya.


sedangkan Lian masih memohon pada Mirza agar merestui hubungannya dengan Biandra yang kini sudah tersimpuh dikaki Mirza.


"yah Lian mohon yah Lian mohon restui hubungan Lian dan Bia seperti kemaren yah"


"Lian silahkan kamu pulang dan ajak kedua orangtuamu pergi dari sini jangan pernah kalian menginjakan kaki lagi dirumah saya" Lian tak bergeming masih dengan posisinya dengan derai airmata.


"Lian sudah kita pulang dulu nak" ucap Laudya sambil menarik tangan Lian.


"Mirza saya harap suatu hari nanti kamu mau mendengarkan penjelasan kami dan mau merestui hubungan anak anak kita,, kami permisi dulu Assalamualaikum"

__ADS_1


Tama pun pamit untuk pulang dengan hati yang kecewa namun sesampainya halaman sewaktu akan menaiki mobil terdengat suara orang minta tolong dari rumah Ayu. Azka yang mendengarnya juga langsung memberhentikan langkah kakinya dan menatapa rumah Ayu.


Hallo readers setiaku apalah arti Author tanpa kalian, terimakasih buat kalian semua yang sudah menyuport karya Author ini semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat yaaaa


__ADS_2