Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Menikahi pengangguran


__ADS_3

Setiap kali melihat wajah Bayu, Bening menjadi ingin muntah. Bagaimana bisa kakek menikahkannya dengan seorang pengangguran seperti dirinya.


Tampangnya saja lecek tak ada ketampanan yang terlihat, hanya tubuhnya saja yang terlihat kekar walau tertutup kemeja lusuh.


"Aku sudah menyiapkan susu dan roti bakar untukmu aku juga sudah mengelap sepatu yang akan kau gunakan untuk menjadi alas kaki indahmu."


Bening jijik dengan kata kata yang diucapkan oleh Bayu. Lelaki ini membawakannya highheels dan memakaikannya di kaki mulus halus dan cantik milik Bening.


Sudah dua bulan ini Bayu menjadi suaminya. Bening pikir Bayu dikirim untuk menjadi pembantunya. Tapi kakeknya malah mengirimnya bersama para petugas KUA untuk segera menikahkannya dan Bayu, jika dia menolak maka semua warisan akan kakeknya berikan pada sepupunya.


Bayu adalah seorang pengangguran dan dia tidak punya ijazah sama sekali tidak mungkin pula dia akan mempekerjakannya di kantor itu sama saja membuka aibnya karena menikah dengan seorang biasa seperti Bayu.


Jadi selama dua bulan ini Bayu menjadi pembantunya. Semua pelayan dirumah inipun dia pecat agar tugas itu diserahkan semua pada Bayu. Dia juga memberi upah Bayu sebesar tiga juta perbulan untuk pekerjaan ini. Hanya satpam saja dan seorang sopir yang masih menemani Bayu bekerja dirumah ini.

__ADS_1


"Aku ada pertemuan dengan rekan bisnis hari ini jadi aku pulang agak terlambat. Kau bersihkan semua sudut rumah dengan bersih dan aku tidak mau melihat kesalahan sedikitpun. Satu lagi aku tidak akan makan dirumah kau bisa tidur setelahnya tidak usah menungguku pulang."


"Baiklah sayang aku akan menunggumu pulang."


Rasa mual mulai menggelitik perutnya yang langsing. "Panggil aku direktur Bening dan ingat kita menikah diatas kertas aku tidak menganggapmu sebagai suamiku sama sekali."


Bening mengambil tasnya dan berjalan keluar.


"Kau tidak makan sarapanmu...?"


Sepeninggal Bening, Bayu tersenyum senang.Bukan karena uang yang diterimanya tapi dia bisa menyentuh kaki cantik bening setiap kali dia memakaikannya sepatu.


Bening melangkahkan kaki menuju ke kantornya. Kantornya berada di atas sebuah Mall terbesar di kota ini. Dia adalah anak pemilik dari Mall Anggrek. Disini dia bertugas menjadi direktur utama.

__ADS_1


Tak...tak...tak...


Suara highheelsnya seolah bel yang akan membuat karyawannya segera berlari ke bilik mereka dan melakukan tugas mereka dengan baik.


Rambutnya yang berwarna cokelat dan panjang sebahu dibiarkannya melambai mengikuti gerakan pada tubuhnya. Pandangan matanya lurus kedepan tapi dia masih bisa melihat kesalahan yang dibuat pegawainya.


"Hei...kau lihatlah ..sampah di bawah kursimu...ini bukan ruang makan dan membuatmu bebas makan apa saja dan membuang sampahmu disembarang tempat." kata Bening sambil menunjukkan sampah di lantai.


Karyawan yang lain langsung melirik tanpa berani melihat apa yang telah terjadi pada sahabatnya.


"Kerjalah yang bagus kami menggajimu untuk memberikan dedikasimu terbaik bagi perusahaan ini bukan untuk mengisi mulutmu dengan makanan terus menerus."


"Maafkan saya bu...." kata karyawan itu sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Untuk kali ini tidak ada kesalahan kedua."


Bening berjalan lagi melewati beberapa karyawan yang lain. Setelah bening memasuki ruangannya. Mereka semua bernafas lega seolah malaikat pencabut nyawa telah menghilang dari hadapan mereka.


__ADS_2