Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Serangan


__ADS_3

Sudah sedari pagi tadi Wirya mengikuti Bening, dia menunggu saat yang tepat untuk mengetahui kejelasan tentang hubungan mereka. Ada rasa sakit dan tidak terima yang dirasakannya ketika tahu pasangan kita telah direbut oleh seseorang walaupun kita direbut oleh orang lain. Dia menunggu Bening di bassement bawah tanah.


Ini waktu makan siang, Bening dan Abi berjalan beriringan menuju sebuah mobil, sesekali terdengar tawa mereka berdua. Semua nampak biasa saja sampai Wirya merasa ada yang aneh.


Satu orang duduk tepat dihadapan mobil Abi, dengan koran yang menutupinya. Jaraknya hanya sekitar 50 meter. Dua orang lainnya berdiri di samping sebuah mobil dengan jarak sepuluh meteran mata mereka terkadang melihat tajam pada pasangan ini. Dan satu office boy yang melihat ke arah dua pasangan itu sembari berbicara sendiri melalui mikrofon kecil ditelinganya.


Wirya langsung berlari ke arah sekring listrik dan memadamkan listrik, lalu terdengarlah suara tembakan berkali kali dan jeritan seorang wanita.


Dalam waktu yang singkat dan tanpa bisa terlihat, Wiya menembak satu orang yang sedang bersiap menembak Bening, dan satu lagi hendak memukul Wirya tapi Wirya langsung menendang dengan kakinya yang panjang membuat lelaki itu jatuh tersungkur sangat jauh. Satu lagi merasa ragu untuk memukul tapi dia malah mengeluarkan pisaunya Wirya hanya tersenyum sinis, dan memegang hidungnya menantang pria itu. Pisau itu di tujukan ke arah Wirya namun satu tangan Wirya berhasil menepisnya dan dengan cepat dia menendang kepala pria itu.


Akhirnya pria itu jatuh tersungkur tidak sadarkan diri tidak lama seseorang berlari kearah mereka dan lampu mulai nyala kembali, Wirya sudah menghilang di balik pintu. Sekilas Bening melihat bayangan seorang pria yang memakai jaket hoodie dan masker hilang di balik pintu.


Tatapan Bening tertuju pada mayat yang bergelimangan di tempat itu dan juga dua orang lelaki yang jatuh dengan raut wajah yang menahan sakit, pihak keamanan segera datang dan mengamankan dua orang itu. Sedangkan Bening masih berdiri terpaku melihat pemanadangan yang sangat menyeramkan untuknya, darah...banyak darah dan nyawa tak terselamatkan.


Melihat Bening yang shock Abi mendekati wanita itu. Menangkup wajah Bening dan menyadarkannya.


"Dewi apakah kau baik baik saja..." Bening hanya terdiam tidak bisa menjawab apa apa.


"Kalian selesaikan masalah ini sebaik baiknya periksa rekaman cctv dan lihat apa yang terjadi sebenarnya."


Para pegawai Abi menganggukkan kepalanya Abi lalu membawa Bening yang shock kembali ke perusahaan dia tidak mungkin meneruskan acara makan siangnya dengan Bening.


Abi memikirkan lagi siapa sosok yang menolong mereka dari upaya pembunuhan yang ditujukan padannya atau Bening. Dia terlihat sangat lihai mengatasi keadaan ditengah kegelapan.

__ADS_1


Sampai diruangannya Abi memberikan Bening segelas air mineral.


"Kau baik baik saja?" tanya Abi khawatir.


"Aku baik baik saja hanya siapa orang yang menolong kita tadi?" tanya Bening.


"Aku juga tidak tahu...kita akan melihat cctv mungkin kita menemukan sebuah petunjuk."


Bening mengambil tangan Abi.


"Bi jangan katakan ini pada mommi Tasya beliau pasti khawatir jika tahu ada orang yang ingin membunuh kita."


"Jangan khawatir aku tidak akan memberitahunya lagi pula penyakit jantung yang dideritanya akan kambuh jika tahu berita ini."


"Aku sudah tidak nafsu lagi untuk makan...aku takut...kau belum tahu siapa aku..." kata Bening menatap Abi. Abi mendekat pada Bening bersimpuh di hadapannya dan memegang dua tangannya. Dua pasang manik mata itu bertemu.


" Kalau begitu ceritakanlah siapa dirimu sebenarnya dan percayai aku untuk kali ini saja. Aku berjanji akan melindungi kalian dengan nyawaku sendiri."


"Suamiku Wirya Bayu pradana Malik. Karena itulah aku memberi nama anakku, agar aku bisa mengingatnya selalu."


"Aku tahu...ceritakan yang lain..."


"Sejak kapan kau tahu itu..." tanya Bening penasaran.

__ADS_1


"Itu tidak penting yang terpenting aku ingin mendengat ceritamu terlebih dahulu. Siapa kau darimana keluargamu dan semua tentangmu sebelum bertemu denganku."


"Semua tentangku adalah kesedihan kecuali tentang kebersamaanku dengan Wirya itu adalah hal yang paling membahagiakan untukku."


Bening memulai ceritanya dari awal dia lahir hingga kecelakaan yang hampir merebut nyawa suaminya. Air matanya mengalir tiada hentinya.


"Kau sangat mencintainya?" tanya Abi pada Bening.


"Sangat...kau tahu dia yang selama ini menjagaku dan aku tidak bisa membalas semua yang dia lakukan padaku, aku malah meninggalkannya dalam keadaan koma, istri apa aku..." kata Bening lagi.


Abi hanya bisa memeluk Bening memberikan tempat bersandar yang nyaman untuknya.


"Aku kira aku bisa menjadikanmu istriku dan Bayu anakku seutuhnya namun cintamu padanya apakah bisa kutembus sehingga aku bisa masuk ke dalam hatimu walau sedikit,"


Bening menatap tidak percaya terhadap perkataan Abi. Lelaki itu ingin menjadikannya seorang istri..


Hayo...diterima nggak oleh Bening...


Vote


Like


.

__ADS_1


comments...


__ADS_2