Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Namanya Bening Dewi


__ADS_3

Sebuah pesan mampir ke gadget milik Abi, dewi mengabarkan jika di hendak pulang terlebih dahulu karena merasa tak enak badan. Tidak biasanya Dewi bersikap seperti itu. Dia mengernyitkan dahinya itu tidak luput dari pengamatan Wirya.


"Apa ada yang tidak beres tuan Abi?" tanya Wirya


"Tidak apa apa semuanya baik baik saja.'' jawab Abi. Namun wajahnya mengatakan lain. Jika sebelumnya dia tidak mengetahui identitas Bening dan terkesan tidak peduli. Berbeda ketika dia mulai merasakan cinta dihatinya, dia menyuruh orang untuk menyelidiki identitasnya sebelum mereka pulang kembali ke Indonesia. Dia sudah tahu jika kliennya itu adalah suami dari Bening. Dia hendak melihat reaksi Bening ketika menemui suaminya. Namun apa yang direncanakannya tidak sesuai yang diharapkan.


"Bisakah kita meneruskan pertemuan kita, atau kita pending dulu? Nampaknya tuan Abi sedang dalam keadaan tidak baik.' kata Wirya.


"Tidak apa apa bukan masalah besar,'' Abi mencoba bersikap normal seperti biasanya.


Mereka kembali meneruskan pertemuan tentang kerja sama  perpanjangan kontrak yang akan mereka lakukan. Beberapa hal yang dirasa kurang dari surat perjanjian itu mereka bahas dan perbaiki lagi. Tanpa terasa waktu  makan siang hampir tiba, Abi akan mengajak makan siang Wirya tatkala seorang anak kecil masuk dengan suaranya yang terdengar cempreng.


''Ngeng...ngeng...Daddy lihatlah nenek memberikanku sebuah pesawat terbang baru. Ini replika dari pesawat yang kita pernah tumpangi itu,'' kata Bayu. Abi yang melihat kedatangan anaknya langsung berjongkok memeluknya.


"Kau menyukainya, Boy,"


"Yeah,i like it dad,'' jawab Bayu sembari tetap memainkan pesawatnya. Ibu Abi Tasya yang datang bersama bayu hanya tersenyum melihat tingkah Bayu.


"Abi, daddymu masih ada tamu, lihatlah ada om ganteng didekatmu.'' kata Tasya pada Bayu.


"Tidak apa apa bu, lagian kita sudah pernah bertemu sebelumnya khan, Boy?" Kata Wirya mendekat ke arah Bayu. Tapi anak itu langsung menyingkir memegangi dua pipinya, takut jika pipinya dicubit lagi oleh Wirya.

__ADS_1


"Daddy tolong katakan agar dia tidak mencubit pipiku lagi,'' Perkataan dan ekspresi ketakutan Bayu yang lucu membuat semua yang berada di ruangan ini tertawa.


"Oh, kau itu sangat lucu dan menggemaskan om jadi ingin menciumnya. Bolehkah om menciummu'' kata Wirya yang membuat semua orang terdiam melihat reaksi dari Bayu. Anak itu bukanlah tipikal anak yang langsung mau dekat dengan orang yang baru dikenalnya.


Bayu terlihat berfikir, matanya menatap ke atas untuk sesaat,"Boleh, tapi hanya sebentar saja dan tidak boleh mencubit pipiku lagi. Itu sakit."


Bayu mendekat ke arah Wirya dan pria matang itu mencium dua pipi Bayu. Wajah Tasya memucat seketika, tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dua generasi ini terlihat sangat mirip, bukan mirip lagi tapi Bayu lebih terlihat seperti duplikat Wirya, seorang pengusaha muda yang sedang bersinar. Atau jangan jangan pria itu?


Berbeda dengan ibunya yang terlihat gelisah, Abi malah ikut terharu melihat kebersamaan anak dan ayah itu. Namun dia tidak memiliki wewenang untuk mengatakan semua ini, itu kembali pada diri Bening. Apakah wanita itu mau kembali ke masa lalunya dan menghadapinya.


"Kau harus main ke rumah om, disana om punya beberapa replika pesawat dari seluruh negara. Om juga suka mengoleksinya sama seperti dirimu, kau boleh meminta manapun yang kau mau."


"Om bahkan punya yang asli bukan sekedar mainan saja tapi itu dibuat khusus bagi para pengkoleksinya."


"Daddy besok kita main ke rumah om ganteng ya...?'' bujuk Bayu pada Abi. Abi lalu menganggukkan kepalanya,


''Tapi jika daddy libur dan om gantengmu sedang punya waktu lebih,'' jawab Abi.


"Dimana Dewi, Bi? Ibu belum melihatnya dari tadi."


"Dewi pulang katanya sedang tidak enak badan,''

__ADS_1


''Aneh...tadi dia terlihat baik baik saja."


Abi hanya tersenyum menangggapi perkataan ibunya.


''Bukankah anda tuan Wirya dari keluarga Malik yang namanya sering disebut berbagai surat kabar karena pernah dekat dengan para bidadari layar televisi.''


Wirya tertawa mendengar gurauan dari ibu Abi.


"Ibu bisa saja, itu dulu sebelum saya menikah''


"Rupanya anda sudah menikah aku bahkan tidak diberi undangan pernikahanmu."


"Belum tidak ada resepsi pernikahan, istriku pergi stelah aku mengalami kecelakaan dan aku tidak tahu dimana kini dia berada?''


"Bagaimana itu bisa terjadi, saya juga kurang tahu...saya mengalami amnesia dan baru diberitahu jika saya mempunyai seorang istri. saya hanya khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya?''


"Siapa nama istrimu barangkali kami ikut bisa mencarinya, atau barang kali dia bekerja di perusahaan ini,'' kata Tasya dengan tawanya yang hambar.


"Ya anda benar bu, bisa saja dia bekerja diperusahaan ini, namanya Bening Dewi,''


''

__ADS_1


__ADS_2