Billionary Married Scandal

Billionary Married Scandal
Kebenaran


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam tapi Wirya masih tetap tak bergeming dari sebuah makam yang katanya Sang Sekretarisnya itu adalah makam istrinya.


Alleeyah bin Salim. Nama yang tertera di nisan itu, tapi Wirya masih terasa asing dengan nama itu.


"Aku tidak mengingat tentangmu barang sedikitpun tapi aku berdoa semoga kau hidup tenang di alam sana. Terima kasih karena telah menemaniku hingga akhir hidupmu." kata Wirya mengakhiri doanya. Kevin Xu sendiri masih setia berdiri di belakang tuannya itu.


Wirya kembali mamakai kaca matanya dan beranjak pergi, sejenak dia melihat lagi kebelakang merasa ada kejanggalan di sini. Tapi apa dia tidak tahu...dia harus menyelidiki kebenaran ini sendiri.


"Jika sampai kau berbohong padaku maka nyawamu yang akan jadi taruhannya. Aku tidak segan segan akan memberikan tubuhmu pada peliharaan buaya kak Edo," kata Wirya berlalu pergi meninggalkan Kevin yang tertegun dengan perkataan Wirya.


"Okey...makanan buaya... oh...tidak...kakak beradik ini benar benar ingin membunuhku. Jika aku berkata jujur Tuan besar Edo yang akan membunuhku dan jika aku ketahuan berbohong tuan Wirya akan menjadikanku santapan buaya. Apa sebaiknya aku mengundurkan diri dari pekerjaan yang sangat berisiko ini?" gumam Kevin Xu.


Perjalanan yang mereka lalui kini terasa sangat mencekam untuk Kevin. Dia melihat sisi gelap tuannya yang sudah lama tidak terlihat. Tuannya hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Kakinya bertumpu pada kaki yang lainnya dan bersandar di pintu mobil dengan tangan yang terlipat rapih. Tatapannya tajam dan rahangnya berkali kali terlihat mengkeras. Ini adalah sebuah siksaan bagi Kevin berada disituasi tidak menyenangkan ini. Dia lebih baik bekerja dengan setumpuk file dan dokumen dari pada melihat sikap diam dan marah milik Wirya.


"Kapan aku menikah, Vin?" tanya Wirya mengusik kesunyian.


Kevin menelan salivanya dalam dalam. Dia sudah mengira akan diinterogasi oleh WIRYA secepatnya. Tapi tidak mengira akan secepat ini. Dia belum mempersiapkan materi tentang pernikahan palsu Wirya. Tuan Edo kau harus bertanggung jawab atas masalah yang kau buat kali ini.


"Tanggal Lima bulan Mei sekitar tiga tahun kemarin tuan," jawab Kevin jujur untuk masalah ini.


"Okey..." Wirya mulai berfikir.


"Apakah aku menikahinya karena cinta?"


"Mungkin tuan.... karena tuan rela melakukan apapun asal dia bahagia," jawab Kevin teringat keadaan bosnya yang rela menjadi pelayan dirumah istrinya.


"Alasan yang bagus untuk sebuah pernikahan, tapi seingatku aku tidak pernah betul betul mencintai seorang wanita."


"Dia berbeda...nyonya sangat membenci tuan pada awalnya tapi seiring waktu berlalu dia mau menerima tuan, entah karena tuan kaya atau juga karena dia mencintai tuan."


"Mengapa kau berfikir seperti itu, coba ceritakan padaku tentang kami berdua." kata Wirya.


Opss...bodoh bodoh...kenapa aku malah ikut terjebak masuk ke dalam perangkap tuannya. rutuk Kevin dalam hati.


"Tuan kita hampir sampai," kata Kevin mengalihkan pembicaraan. Pria itu bernafas lega karena bisa bebas dari introgasi mantan polisi.

__ADS_1


Mobil memasuki halaman rumah. Kevin bergegas keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil Wirya.


Wirya berdiri dan membenarkan jasnya lalu beranjak pergi.


"Kev kau ikut aku terlebih dahulu kita harus bicara." kata Wirya sebelum memasuki rumah.


Kevin menghela nafasnya yang mulai terasa berat. Dadanya sudah tidak karuan karena ketakutan yang menderanya. Tuan Wirya bukanlah orang yang mau berbaik hati pada orang yang telah mengkhianatinya.


Kevin secepat kilat mengirimkan notifikasi pesan pada Edo.


Tuan besar, tuan Wirya ingin agar aku berkata jujur padanya. Kau tahu jika beliau tidak bisa dibohongi. Tolong aku, mungkin nyawaku akan pergi dari tubuhku tidak lama lagi jika kau tidak hadir disini secepatnya.


Bunyi notifikasi pesan pada tuan besarnya. Berharap pria itu mau menolongnya dari situasi pelik ini.


Dengan langkah ragu dan gemetar Kevin membuka ruang kerja milik Wirya. Lelaki itu duduk dengan sebuah pistol yang dia bersihkan di tangannya.


"Duduklah dihadapanku saat ini Kevin Xu," kata Wirya lirih namun dengan suara yang ditekankan. Matanya tidak menatap ke arahnya tapi keberadaan tuan Wirya terasa mendominasi ruangan ini.


Kevin duduk dihadapan Wirya mencoba bersikap rileks dan seperti biasanya.


"Hampir sepuluh tahun," jawan Kevin.


"Kau pasti sangat mengenal diriku dan karakterku selama ini." kata Wirya.


"Ya...tuan aku lebih mengenal anda dari pada aku mengenal diriku sendiri."


"Bagus jika kau sudah tahu jika aku paling benci di bohongi," kata Wirya meletakkan pistol itu dihadapannya dan ujungnya mengarah tepat ke Kevin Xu.


"Okey...buka laptopnya kau itu adalah ahli It juga khan. Sekarang cari data tentang pernikahanku di kantor kementrian agama. Tidak mungkin data itu dimanipulasi kan?"


Kevin sudah menyerah akan nasibnya sekarang. Dia membuka laptopnya dan mengunggah data pernikahan Wirya. Wirya memperhatikan semua yang dilakukan oleh Kevin dengan seksama agar tidak ada data yang dimanipulasi olehnya.


Dengan gemetar Kevin mengeklik data pernikahan itu. Terpampang sudah kenyataan sebenarnya dihadapan lelaki itu.


Ada fotonya dengan seorang wanita yang sama sekali tidak mirip dengan foto yang diberikan oleh Kevin tadi.

__ADS_1


"Bening Dewi namanya bukan Alleyah seperti yang kau katakan. Aku sudah curiga melihat dari gestur tubuhmu sewaktu kau mengatakan semua itu. Sangat berbeda ketika kau menceritakan hubunganku dengan istriku kau terlihat mantap dan yakin." kata Wirya dengan nada yang mengintimidasi.


"Kevin sekarang jujurlah padaku apa yang sebenarnya terjadi."


"Nyonya Bening pergi setelah kecelakaan itu dan tidak pernah kembali lagi."


"Apa alasannya dia meninggalkanku disaat aku membutuhkannya?"


"Kami juga tidak tahu tuan, tapi tuan Edo ingin agar semua yang berhubungan dengan nyonya dibuang sejauhnya dari anda."


"Apa alasannya bukankah itu juga bagian dari hidupku aku juga ingin mengetahuinya."


"Beliau tidak ingin anda semakin terpuruk oleh keadaan itu,"


"Alasan yang klasik, apakah kalian sudah berupaya mencarinya?"


"Sudah tapi kami tidak berhasil menemukannya,"


"Kau tidak menyembunyikan hal lain lagi."


"Tidak tuan..." jawab Kevin tapi sebenarnya di masih menyembunyikan kenyataan bahwa Bening telah hidup bahagia bersama lelaki lain.


"Masih adakah barang barang yang berhubungan dengannya?" tanya Wirya lagi.


"Masih ada di apartemen Rasuna Said yang anda miliki," jawab Kevin.


Wirya langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Kevin sendiri. Di pintu depan dia berpapasan dengan Edo.


"Kau mau kemana Wirya? Dimana Kevin?" tanya Edo khawatir pada assistant pribadi Wirya.


"Dia masih bernafas kau bisa menemuinya saat ini. Dan satu lagi kak...jangan terlalu ikut campur dalam urusan pribadiku. Aku tidak suka itu," kata Wirya tajam lalu pergi meninggalkan kakaknya.


Duh...duh...bambang Wirya mau cari kebenarannya kira kira ketemu Beningnya kapan ya?


ikuti teruz kelanjutan episodenya yah...jika favorit sudah diangka 350 nanti sore aku up lagi.

__ADS_1


__ADS_2